200 INVESTOR TERTARIK TAWARAN PROYEK SATELIT MULTIFUNGSI PEMERINTAH SENILAI RP 5,86 TRILIUN

0
395
BKPM-BAKTI Tawarkan Proyek Satelit Multifungsi Pemerintah Senilai Rp 5,86 Triliun 
Jakarta,Media RAJAWALISIBER- 6 Juni 2018 – Badan Koordinasi Penanaman Modal bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) menyelenggarakan kegiatan Market Sounding II Proyek Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Satelit Multifungsi Pemerintah di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (06/06).
Kegiatan Market Sounding ini dihadiri oleh 200 investor yang berminat dan bergerak di bidang perusahaan VSAT perusahaan operator satelit, operator telekomunikasi, lembaga keuangan, dan mitra dagang Indonesia.
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba Parulian Hutapea dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Market Sounding merupakan kegiatan BKPM untuk menawarkan proyek yang masuk dalam skema KPBU.
“Market Sounding hari ini selain menyampaikan profil lengkap proyek Satelit Multifungsi Pemerintah, juga untuk mendapatkan masukan terhadap skema kerja sama yang akan ditawarkan oleh pihak BAKTI kepada calon investor,” ujarnya dalam sambutannya saat membuka kegiatan Market Sounding di Ruang Nusantara, BKPM, Rabu (06/06).
Tamba menambahkan bahwa kegiatan Market Sounding ini dilaksanakan dengan format acara yang terdiri dari 2 (dua) sesi utama, yaitu sesi Presentasi Proyek dan sesi Diskusi Panel.
“Setelah mendapatkan informasi secara umum pada sesi presentasi proyek, peserta yang tertarik dapat melakukan diskusi lebih teknis dengan perwakilan BAKTI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, selaku Penanggung Jawab Proyek, yang didampingi oleh Kepala Divisi PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), dan perwakilan konsultan proyek (Deloitte, ANG Law, Tritech, dan Argosat )” ungkapnya.
Kegiatan market sounding yang dilakukan merupakan lanjutan dari kegiatan market sounding pertama dari proyek yang sama telah dilaksanakan pada bulan Desember 2017 lalu.
Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan gambaran utuh proyek kepada investor sebelum memasuki Tahap Prakualifikasi. Dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS), pengadaan Satelit Multifungsi Pemerintah akan menyediakan koneksi broadband sebesar 150 Gbps yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan titik-titik pelayanan pemerintah di seluruh Indonesia. BAKTI telah melakukan identifikasi 145.500 kebutuhan layanan dari titik-titik pelayanan Pemerintah yang membutuhkan koneksi broadband seperti di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan daerah. Proyek ini memiliki CAPEX sekitar Rp 5,86 triliun. Skema pengembalian investasi berasal dari pembayaran ketersediaan layanan (Availability Payment/AP) selama 15 tahun.
Beberapa perusahaan yang hadir dan tertarik antara lain Airbus Company, The Boeing Company, Lockheed Martin, SpaceX, Eutelsat Asia, SKY Perfect JSAT Corporation, Measat Satellite Systems, Gilat Satellite Network (Holland B.V), PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera, Telesat Canada, PT Telekomunikasi Indonesia, PT INTI (Persero), PT Iforte Solusi Infotek, Mitsubishi Corporation, PT Indosat Tbk, PT Damai Persada Investama, PT Indo Pratama Teleglobal, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., MUFG Bank, dan SMBC Indonesia.
Tindak lanjut dari pelaksanaan market sounding ini adalah diharapkannya partisipasi para investor potensial dalam tahapan selanjutnya, yaitu: Tahapan Prakualifikasi (PQ), Tahapan Lelang, hingga penandatanganan kontrak kerja sama yang direncanakan akan dimulai pada akhir bulan Juni 2018 hingga akhir bulan Desember 2018.
Direktur Utama BAKTI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Latif dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BKPM untuk dukungannya dalam acara Market Sounding yang kedua dalam rangka penjajakan minat pasar Proyek Satelit Multifungsi Pemerintah.
Anang menjelaskan bahwa Proyek Satelit Multifungsi merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017. Di bawah peraturan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama memiliki mandat untuk mengakselerasi penyiapan proyek Satelit Multifungsi Pemerintah yang rencananya akan dilaksanakan melalui skema KPBU.
“Salah satu program KPBU yang telah sukses dilakukan adalah Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring (“Palapa Ring”). Proyek tersebut juga merupakan Proyek Strategis Nasional yang telah disiapkan sejak 2 tahun yang lalu dan saat ini telah berhasil mencapai tahap operasional. Proyek Satelit Multifungsi Pemerintah diharapkan akan mengulang kesuksesan proyek Palapa Ring yang keberadaannya telah dinikmati oleh masyarakat luas khususnya bagi pengguna layanan di Indonesia,” jelas Anang.
Selain Direktur Utama BAKTI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktur Eksekutif Bisnis PT PII juga turut memberikan penjelasan terkait dengan penjaminan pemerintah dan perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS yang menjelaskan skema KPBU.
Acara yang dilaksanakan oleh BKPM ini merupakan salah satu bentuk kegiatan dari Kantor Bersama KPBU yang dibentuk pada bulan Februari 2017 dengan anggota Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/BAPPENAS, BKPM, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan PT. PII. Tujuan dari Kantor Bersama KPBU adalah sebagai pusat informasi, pusat pendampingan, One Stop Service untuk koordinasi antar institusi dalam menawarkan proyek-proyek KPBU serta pusat koordinasi dengan simpul-simpul KPBU di kementerian /lembaga penanggung jawab proyek KPBU.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here