AWAS PENIPU DENGAN BERKEKOK PEDAGANG SAYUR KELILING DI PERUMAHAN KEC. CERME KAB. GRESIK BERKELIARAN

  • Whatsapp

Gresik Jawa Timur, www.rajawalisiber.com – Berawal dari berlangganan belanja sayur mayur dan ikan serta bumbu dapur tiap pagi ibu ibu belanja pada Hermanto seorang pedagang keliling di beberapa perumahan daerah kecamatan cerme Kabupaten Gresik.

Dari berlangganan sayur mayur dan kebutuhan dapur yang akhirnya akrab dan mulai jurus tipu tipu Hermanto pada pelanggan nya sebutlah Ibu Sri (contoh) jadi target penipuan nya, Hermanto dengan alasan sepi dan ingin buka usaha baru jual buah buahan, hermanto meminta tolong Ibu Sri agar meminjamkan uangnya untuk tambahan modal.

Di Awal awal Ibu Sri menolak tidak ada uang namun Hermanto tidak menyerah begitu saja, berkali kali menyampaikan dan meminta tolong agar di beri pinjaman uang untuk tambahan modal usahanya. tapi ibu Sri tetap menyampaikan tidak ada uang,

Dan Hermanto akhirnya bersama Istrinya Hati Daniati mendatangi Ibu Sri meminta tolong agar di pinjami uang dengan jaminan rumahnya yang di Perum Cerme Indah laku nanti di bayar lunas. Karena bujuk rayu Hermanto dan Istrinya Hati Daniati berhasil mendapat kan uang Ibu Sri Rp 8 Juta Rupiah.

Singkat Cerita waktu yang di janjikan untuk pelunasan tidak terjadi Ibu Sri pun menanyakan pada Hermanto bagaimana pelunasan uang yang di pinjam nya, namun alih alih ada niat baik justru janji tinggal janji. Pelunasan uang dari Hermanto dan Istrinya tidak pernah berniat untuk melunasi pinjaman nya.

Dan dari cerita Ibu Sri tersebut Team Investigasi Rajawali Siber pun mencoba melacak keberadaan pasangan suami istri ini.

Ketika Team Investigasi sampai di alamat rumah Hermanto, Desa Domas RT/RW 010/003 Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Justru ketika team Investigasi bertemu tetangga nya ketika menanyakan rumah Hermanto justru mendapat Info yang sangat mengagetkan, sebut saja H Imam menyampaikan,” Ooooo hermato yang tertulis di KTP ini pak. itu pak rumahnya, bapak pasti menagih hutang ya, percuma pak , hermanto itu aslinya penipu pak! Orang yang menagih banyak pak. bahkan orang kampung sini banyak yang jadi korban, memang sih rata rata kenanya antara 5 juta sampai 10 juta pak. kalau bapak tidak percaya sama saya itu pak rumah pak RT, pasti di tanya bapak kena uang berapa.” tegasnya berapi api.

Dari info tetangga Hermanto team Rajawali Siber pun ke rumah Pak RT sekaligus mohon ijin ke pak RT dan memang benar ucapan H Imam, pihak RT pun menyampaikan jika korban yang tertipu oleh Hermanto ini sudah banyak dan bahkan warga di kampung Domas juga banyak yang tertipu,

,” Iya pak sudah banyak yang kena tipu oleh Hermanto ini, bahkan jangan kan orang luar desa. Ini warga kampung sini aja banyak yang terkena pak, memang sih tidak banyak pinjamnya ,Tapi kalau sudah korban semakin banyak kan ya repot juga, sudah jelas pak hermanto tidak akan bayar,” tegas pak RT.

Berdasar dari hasil Investigasi tersebut diatas akhirnya team menaikan berita Hermato ini, agar di ketahui masyarakat luas di daerah perumahan kecamatan cerme kabupaten Gresik agar tidak memakan korban lebih banyak lagi dan ibu ibu bisa berhati hati, niat baik boleh tapi jika membantu seorang penipu apalah manfaatnya.

Sebagai catatan:

Perlu dingat, sebuah perbuatan pidana ada dua unsur penting, yakni Actus Reus (perbuatan yang melanggar undang-undang pidana) dan mens rea (sikap batin pelaku (penipu) ketika melakukan tindak pidana).

Nah, artinyaa kalau ditarik ke persoalan hutang piutang, jika si peminjam dana tidak menggunakan dana tersebut sesuai peruntukannya, contoh pinjam untuk usaha tapi digunakan untuk konsumsi dan peminjam gagal membayar, maka itu sudah menjadi bukti persangkaan bahwa peminjam berniat menipu pemberi pinjaman.

Secara khusus, mengenai perjanjian utang-piutang sebagai perbuatan pinjam-meminjam diatur dalam Pasal 1754 KUH Perdata.

Dalam pasal 1320 Kitab Undang undang Hukum Perdata, ada empat syarat (kumulatif) yang diperlukan agar suatu dikatakan sah secara hukum.

1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya, 2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan, 3. Suatu hal tertentu, 4. Suatu sebab yang halal.

itikad yang memenuhi unsur Penipuan:

Penipuan adalah perbuatan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 378 KUHP pada Bab XXV tentang Perbuatan Curang. Bunyi selengkapnya Pasal 378 KUHP adalah sebagai berikut :

,“Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.

Berdasarkan rumusan pasal tersebut, unsur-unsur dalam perbuatan penipuan adalah :

1. Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri dengan melawan hukum. 2. Menggerakkan orang untuk menyerahkan barang sesuatu atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

3. Dengan menggunakan salah satu upaya atau cara penipuan (memakai nama palsu, martabat palsu, tipu muslihat, rangkaian kebohongan).

Unsur poin 3 di atas yaitu mengenai upaya/cara adalah unsur utama untuk menentukan apakah perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai penipuan.

Hal ini sebagaimana kaidah dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 1601.K/Pid/1990 tanggal 26 Juli 1990 yang menyebutkan:

“Unsur pokok delict penipuan (ex Pasal 378 KUHP) adalah terletak pada cara/upaya yang telah digunakan oleh si pelaku delict untuk menggerakan orang lain agar menyerahkan sesuatu barang.”

Sepanjang benar peminjam belum bisa membayar utang lantaran usahanya bangkrut, maka upaya melaporkan teman Anda ke Kepolisian (menggunakan jalur pidana) merupakan upaya yang tidak tepat menurut hukum. Upaya yang bisa Anda lakukan adalah mengajukan gugatan wanprestasi atau ingkar janji ke Pengadilan. Dasar hukumnya Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukm Perdata(KUHPer), berbunyi:

“Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya.”

Anda dapat menuntut uang Anda kembali, beserta biaya-biaya yang sudah dikeluarkan untuk mengurus masalah ini, ganti rugi dan bunga sesuai yang dijanjikan peminjam tersebut. Dasar Hukumnya Pasal 1244 KUHPerdata berbunyi:

“peminjam harus dihukum untuk mengganti biaya, kerugian dan bunga. bila ia tak dapat membuktikan bahwa tidak dilaksanakannya perikatan itu atau tidak tepatnya waktu dalam melaksanakan perikatan itu disebabkan oleh sesuatu hal yang tak terduga, yang tak dapat dipertanggungkan kepadanya. walaupun tidak ada itikad buruk kepadanya.”

Sedang, jalur pidana hanya bisa digunakan jika memang ada unsur-unsur penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau pun unsur pasal tindak pidana lainnya dalam pinjam meminjam tersebut. Pasal 378 KUHP, berbunyi:

“Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”. Red

Dasar Hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Putusan Pengadilan:

Putusan Mahkamah Agung RI No. 93 K/Kr/1969, tertanggal 11 Maret 1970

Putusan Mahkamah Agung RI No. 39K/Pid/1984, tertanggal 13 September 1984

Putusan Mahkamah Agung RI No. 325K/Pid/1985, tertanggal 8 Oktober 1986

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *