BURSA EFEK INDONESIA BERSAMA RELIANCE SEKURITAS KEMBALI BUKA GALERI INVESTASI DI DUA PASAR TRADISIONAL

0
107

PT Reliance Sekuritas Indonesia, bersama Bursa Efek Indonesia, PD Pasar Palembang Jaya, Senin (14/5) membuka Galeri Investasi di Pasar Bukit Kecil dan pasar Kamboja. Dalam kesempatan tersebut juga digelar edukasi investasi saham melalui progam ‘Yuk Nabung Saham,”

Acara tersebut dihadiri Kepala Divisi Pengembangan Wilayah BEI Mohamad Kadhafi Mukrom, Direktur Reliance Sekuritas (RELI) Sriwidjaja  Rauf dan Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya Asnawi P. Ratu. 

Jakarta, Media RAJAWALISIBER – Jumlah investor pasar modal di Indonesia terbilang minim.  Per Desember 2017, investor pasar modal baru 1,11 juta. Padahal, berinvestasi di pasar modal, di negara maju, merupakan pilihan utama  karena memiliki return cukup tinggi di banding investasi lain.

Staf ahli bidang ekonomi pembangunan dan investasi Pemkot Palembang Ali Hanafi, hadir mewakili Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib, sekaligus secara resmi membuka galeri investasi.

Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, Reliance Sekuritas Kembali Buka Galeri Investasi di Dua Pasar Tradisional

Setelah Tasikmalaya, Galeri Investasi Pasar Modal Reliance Sekuritas Kini Hadir di Dua Pasar Tradisional Palembang

Dorong Ekonomi Terus Bergerak, RELI Kembali Buka Galeri Investasi di Dua Pasar Tradisional di Palembang

Nah, untuk terus mendukung literasi dan inklusi keuangan, PT Reliance Sekuritas Indonesia, bersama Bursa Efek Indonesia, PD Pasar Palembang Jaya, Senin (14/5) membuka Galeri Investasi di Pasar Bukit Kecil dan pasar Kamboja. Dalam kesempatan tersebut juga digelar edukasi investasi saham melalui progam ‘Yuk Nabung Saham’.

Staf ahli bidang ekonomi pembangunan dan investasi Pemkot Palembang Ali Hanafi, hadir mewakili Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib, sekaligus secara resmi membuka galeri investasi.

Galeri investasi dibuka sekaligus yaitu unit Pasar Bukit Kecil dan unit Pasar Kamboja. Dalam sambutannya, Ali berharap agar pedagang di kedua pasar tersebut memiliki kegiatan setelah melakukan kegiatan pasar tradisional yang rata-rata hanya berlangsung sampai jam 12 siang. Sehingga pedagang dapat memiliki alternatif penghasilan dari investasi di saham.

Sriwidjaja menjelaskan, RELI  memiliki komitmen untuk menggencarkan edukasi saham ke semua lapisan masyarakat, termasuk para pedagang. Dengan edukasi dan literasi keuangan, diharapkan semakin menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian.

“RELI ingin menghapus kesan seakan-akan pasar modal hanya untuk kalangan tertentu saja. Padahal, para pedagang, juga memiliki kemampuan untuk berinvestasi. Apalagi pasar, merupakan tempat perputaran uang. Tentu saja, RELI juga ingin agar semua lapisan masyarakat mampu mengakses pasar modal,” tegas Sridwidjaja, dalam Siaran Pers, Selasa (15/5).

Selain itu, Sridwijaja menambahkan, di pasar tradisional masyarakat dapat berbaur dengan bebas, tidak membedakan tingkat ekonomi, status sosial maupun agama, serta di pasar tradisional terjadi perputaran uang dan barang yang cukup besar dan dapat membantu menampung penyerapan tenaga kerja lokal khususnya yang tidak mempunyai keahlian khusus.

Karena itu, RELI mengenalkan serta mengedukasi  pasar modal kepada masyarakat secara langsung. Sehingga dapat mendorong peningkatan jumlah investor di pasar modal, khususnya berinvestasi saham.

Kata Sriwidjaja, RELI melakukan edukasi dan literasi, dengan langsung menyasar ke para pedagang di pasar, supaya masyarakat semakin sadar pentingnya berinvestasi sekaligus juga mengajak masyarakat untuk waspada dengan berbagai tawaran investasi bodong.

“Harapannya, dengan edukasi dan literasi, dapat memberikan informasi yang benar kepada publik. Sehingga dapat menekan atau memperkecil jumlah investasi bodong,” tegas Sriwidjaja.

Ditegaskan Sriwidjaja, sebagai perusahaan efek, RELI secara terus menerus, baik sendiri maupun bekerjasama dengan  pihak lain seperti BEI, Kampus, Pemda, Komunitas-komunitas, hingga asosiasi, terus melakukan kampanye literasi dan inklusi keuangan dengan tujuan utama agar jumlah investor di pasar modal semakin meningkat.

Dengan danya galeri investasi pasar Kamboja dan Pasar Bukit Kecil, diharapkan juga dapat mengakselerasi pertumbuhan investor di daerah. Sekaligus, pemerataan distribusi keuntungan perusahaan tercatat kepada masyarakat dapat dirasakan, dan sekaligus dapat memilikinya sebagai pemegang saham perusahaan tercatat di BEI.

“Kami mengajak para pedagang pasar tradisional untuk berinvestasi di RELI dan bersama-sama menggerakkan ekonomi,” tegasnya.

Menurut data BEI, jumlah investor Pasar Modal di Sumatera Selatan per 29 Maret 2018 sebanyak 11.427 single investor identification (SID). Dengan penambahan Galeri Investasi Pasar Kamboja dan Pasar Bukit Kecil, maka saat ini ada 383 Galeri Investasi di seluruh Indonesia, yang termasuk Galeri Investasi Kampus, Non Kampus dan Pasar.

Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya Asnawi P. Ratu menjelaskan, Pasar Kamboja merupakan pasar tradisional yang baru mengalami peremajaan dengan Luas area 504 meter persegi, ada 150 kios, dengan jumlah perputaran dana sebesar Rp3,15 miliar per bulan. Adapun Pasar Bukit Kecil, merupakan pasar tradisional berlantai 2 dengan 181 kios.

“Dengan adanya Galeri Investasi yang dikelola Reliance Sekuritas, kami akan mengajak para pedagang untuk belajar investasi. Apalagi para pedagang ini aktivitas berjualan kadang hanya sampai siang, sekitar jam 12. Nah, di siang ke sore, dapat belajar seputar investasi kepada Reliance Sekuritas,” ujar Asnami.

Agar keberadaan Galeri Investasi semakin bermanfaat, PD Pasar Palembang Jaya, akan menggelar berbagai acara yang melibatkan para pedagang dan masyarakat sekitar, untuk semakin tertarik berinvestasi. Seperti melakukan edukasi perbedaan antara saving dan investasi. Kemudian juga belajar untuk memahami antara investasi yang benar dan investasi bodong. Ini perlu dilakukan agar masyarakat, terutama para pedagang, tidak terbujuk rayuan investasi bodong.

“PD Pasar Palembang, mendukung penuh keberadaan Galeri Investasi, kami akan membuat berbagai acara agar semakin banyak pedagang mengerti seluk beluk investasi,” ujar Asnami.

Nah, soal investasi bodong, Sriwidjaja menyarankan agar calon investor, termasuk para pedagang, memahami  berbagai produk investasi yang akan dibeli. Pastikan juga, apakah produk tersebut mempunyai legalitas yang telah disetujui oleh pihak otoritas baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia.

Kemudian, cari informasi secara lengkap, perusahaan yang menjual produk investasi tersebut. Jangan sungkan, untuk tanyakan langsung ke OJK maupun BEI. Tak kalah penting, jangan percaya dengan penawaran return yang tinggi.

“Setiap investasi selalu ada risiko . Semakin tinggi investasi semakin tinggi pula risikonya. Di pasar modal, semua sales yang ditugaskan menjual produk investasi harus mempunyai ijin dari OJK. Jadi calon investor harus berani menanyakan legalitas ijin tersebut,” tegas Sriwidjaja.

Tak kalah penting, baca juga kontrak pembukaan rekening dengan baik agar tahu hak dan kewajiban sebagai investor. Di sisi lain, kewajiban perusahaan harus menjelaskan dengan benar apapun produk investasi tersebut. Sementara, jika terdeteksi ada unsur penipuan yang dilakukan oleh sales, dapat langsung mengadu ke Perusahaan Efek.

Pelajari juga karakter diri sendiri. Apakah masuk tipe investor moderat, konservatif atau spekulatif.  Kemudian, pilihan investasi yang diambil apakah untuk jangka pangjang atau jangka pendek.

Terakhir, jangan simpan telur dalam satu kerajang. Artinya, dalam berinvestasi, investor harus menyebarkan investasi kedalam beberapa produk dan portofolio agar dapat meminimalkan risiko.

“Terus belajar. Cari informasi dari riset. Setiap perusahaan efek yang baik pasti ada tim riset yang dapat membantu investor mengambil keputusan. RELI memiliki tim riset yang memberi arah panduan investasi,” tegas Sriwidjaja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here