DANRAMIL 0817/06 MANYAR GRESIK MENGHADIRI HAUL MAKAM KUBUR PANJANG SITI FATIMAH BINTI MAIMUN

0
534

DANRAMIL 0817/06 MANYAR MENGHADIRI HAUL MAKAM KUBUR PANJANG SITI FATIMAH BINTI MAIMUN

Gresik Jawa Timur,Rajawali News.Dengan di awali dengan bacaan Basmalah .Dan dilanjutkan sambutan Kepala desa Leran oleh bpk . Abd Manan serta Pembacaan Sholawatan Bil qiyam & sholawat bil juyus dan pembacaan tahlil dan doa.Pembacaan sholawat Nabi Muhammad saw.(Minggu-09-07-2017)

Serta Ceramah agama olekhKH. Busyro Khalim dan Pembacaan doa penutup oleh ketua MUI manyar KH Ainur Rofiq.Tampak hadir dalam Haul tersebut 1. Camat manyar , Sekcam beserta anggota Stafnya. 2. Danramil 0817/06 manyar beserta Babinsa . 3. Kapolsek manyar berserta Babinkamtibmas. 4.Kepala Desa Leran beserta perangkatnya. 4. Para warga setempat dan para tokoh Agama dan tokoh tokoh masyarakat Gresik dan sekitar kurang lebih 2000 masyarakat yang hadir di haul tersebut,

Inti dari haul tersebut Danramil 0817/06 Manyar Gresik menyampaikan ,” melestarikan budaya haul jangan sampai merasa terbelakang dan masyarakat untuk terus membangkitkan semangat dan menjaga kerukunan umat,” ujarnya.

Siti Fatimah atau dikenal dengan sebutan Putri Retno Suwari lahir di Malaka pada tahun 1064 Masehi. Ayahnya bernama Maimun (bergelar Sultan Mahmud Syah Alam) berasal dari Iran. Sedangkan ibunya bernama Siti Aminah berasal dari Aceh. Maimun sendiri merupakan sepupuh dari Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) sehingga Siti Fatimah Binti maimun merupakan keponakan dari Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Konon, Siti Fatimah datang ke Jawa melaksanakan perintah ayahnya atas rekomendasi Syekh Maulana Malik Ibrahim tujuan untuk mempermudah mensyiakanr Islam di tanah Jawa khususnya dalam kalangan kraton., Syekh Maulana Malik Ibrahim menyarankan kepada Sultan Mahmud Syah Alam untuk mengawinkan Siti Fatimah dengan seorang raja Budha . Tujuan lain agar Kerajaan Sultan Mahmud Syah Alam tidak diserang atau dikuasai Raja Budha ini lewat jalur pernikahan. Siti Fatimah datang ke Jawa di dampingi ayah, ibu, beserta rombongan yang terdiri dari kerabat dan pengikut Ayahnya sekalian berniat meminang Raja Kerajaan Budha ini.

Hanya saja, sebelum misi tersebut terlaksana, Siti Fatimah terlebih dulu wafat akibat wabah penyakit yang menyerang daerah Leran dan sekitarnya kala itu. Siti Fatimah wafat pada 7 Rajab 475 Hijriyah (2 Desember 1082 M) berdasarkan prasasti yang ditemukan disamping makam, saat masih berusia 18 tahun. Beserta 4 dayangnya, Siti Fatimah wafat saat masih perawan.

Tanggal 15 Syawwal atau 15 hari setelah hari raya Idul Fitri ditetapkan sebagai haul Siti Fatimah Binti maimun. Tanggal itu diambil dari ditemukannya makam tersebut. Menurut H. Hasyim Ali selaku juru kunci makam Siti Fatimah Binti Maimun baru ditemukan 4 Abad setelah tahun wafatnya. Jadi, (haul Siti Fatimah) bukan tanggal wafatnya, tapi tanggal ditemukannya,”.

Juru kunci makam yang pertama bernama Mbah Legi sekaligus yang menemukan makam ini. Ia menjadi juru kunci makam sekitar abad 16-an. Juru kunci makam dijabat secara turun-temurun. Juru kunci saat ini, H Hasyim Ali, merupakan keturunan ke-7 dari juru kunci yang pertama.

Saat ini, makam Siti Fatimah Binti Maimun berada dibawah perlindungan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur yang berkantor di Trowulan, Mojokerto. Keadaan makam sendiri bisa dibilang cukup terawat. Selain kebersihan area makam yang terjaga, keaslian bangunan makam juga benar-benar diperhatikan. Bahkan, H Hasyim Ali sangat berterima kasih atas kepedulian BP3 terhadap perawatan makam selama ini.
Makna Makam panjang
Seacara visual ukuran makam jauh lebih panjang dari makam umumnya. Menurut H. Hasyim Ali hal ini karenakan didalam makam tersebut dikebumikan pula peninggalan yang bersangkutan berupa pusaka dan harta pemiliknya karena tidak ada ahli waris yg sah, dan dikhawatirkan akan dikuasai penguasah kerajaan yang masih memeluk agama Budha..

Di akhir cerita, H Hasyim Ali berpesan kepada masyarakat untuk meneladani perjuangan para pendahulu yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Menurutnya, keikhlasan Siti Fatimah Binti Maimun menyediakan dirinya untuk dinikahkan dengan raja Budha demi tersyi’arnya agama Islam sungguh sebuah pengorbanan yang luar biasa kala itu. Hingga tak lama kemudian, wabah penyakit pun datang dan akhirnya Siti Fatimah Binti Maimun meninggal dunia.

Terkait mengenai sejarah Siti Fatimah Binti Maimun yang wafat tanggal 7 Rajab 475 H (2 Desember 1082 M), dan Maulana Malik Ibrohim yang menginjakan kaki di Gresik tahun 1379 M dan wafat pada 12 Robiul awal 822 H (9 Apri1419 M) selaku yang Merekomendasikan kepada Sultan Machmud Syah Alam untuk mengawinkan Siti Fatimah dengan raja Kerajaan Budha. Juga kerajaan majapahit disebut sebut dalam sejarah Siti Fatimah binti Maimun ini . Kerajaan Majapahit berdiri tahun 1293, tepatnya saat Raden Wijaya menobatkan diri menjadi raja Majapahit tanggal 12 November 1293 dengan gelar Srirajasa Jayawardhana. Disini perbedaan tahun wafatnya Siti Fatimah dengan kehadiran Maulana Malik Ibrohim terpaut 297 tahun. Intinya peran Maulana Malik Ibrohim Dan Kerajaan Majapahit yang disangkut pautkan sejarah Siti Fatimah ini perlu dikaji ulang. Sengaja kami tidak menuliskan nama kerajaan dan raja yang berkuasa saat itu dalam perjalanan sejarah Siti Fatimah Binti Maimun karena perbedaan tahun yang jauh ini. Tugas kita adalah mengkaji lebih dalam kevalidan dan akurasi data dan fakta sejarah yang diyakini kebenarannya selama ini, untuk mengungkap kebenaran apa yang terjadi di masa itu demi generasi yang akan datang. Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here