DEMI GEBYAR HAB KEMENAG DAN PORSENI PGM KABUPATEN SUKABUMI JADI LADANG PUNGLI OKNUM TAK BETANGGUNG JAWAB

0
1381

“ACARA HAB KEMENAG DAN PORSENI PGM KABUPATEN SUKABUMI JADI LADANG PUNGLI OKNUM TIDAK BERTANGGUNG JAWAB DENGAN MENGATASNAMAKAN PEJABAT”

Media Rajawali Siber ,Sukabumi (Jawa Barat)- Dalam upaya meningkatkan kesejahteran tenaga pendidik (guru) non pns /honerer dilingkungan Kementerian Agama, Pemerintah Pusat melalui MENTERI AGAMA (MENAG) megucurkan anggaran hingga milyaran rupiah melalui program Invasing dan sertifikasi dengan tujuan meningkatkan kualitas mutu tenaga pendidik pada jenjang sekolah madrasah.Selasa 02 Janua

Namun sangat disayangkan upaya Pemerintah pusat dalam memberikan perhatian demi mewujudkan kesejahteraan bagi tenaga pendidik non pns /honorer dilingkungan Kementerian agama, dijadikan ladang pungli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi mengatas namakan organisasi/lembaga dibawah naungan institusi Kementerian Agama (Kemenag).

Hal ini terjadi dilingkungan Kementerian Agama kabupaten Sukabumi, ketika dana invasing dicairkan kepada para tenaga pendidik non pns/tenaga honorer disinyalir sarat pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum KKM.

Kutipan sejumlah uang dari setiap guru penerima dana invasing oleh oknum KKM selaku koordinator wilayah dengan mengatasnamakan pengawas dan pejabat pada kantor Kemenag besarannya bervariatif, Adapun uang kutipan yang diminta oleh oknum KKM dihitung dari total jumlah terhutang negara yang diterima oleh masing-masing penerima.

Seperti halnya yang di alami salah seorang guru honor penerima dana invasing saat diwawancara menerangkan, ” Bahwa Jumlah total dana invasing yang diterimanya sebesar Rp.10 juta dengan hitungan terhutang negara selama satu tahun. Namun setelah dana tersebut dicairkan ia diminta untuk menyetorkan sejumlah uang sebesar Rp.1.200.000 ribu kepada kepala sekolah (Kepsek) dengan alasan uang tersebut untuk pengawas dan pejabat dilingkungan kantor Kemenag sebagai ucapan terima kasih (Kadeudeuh-red), ” Terangnya.

Dan Ia menegaskan kutipan sejumlah uang dengan jumlah bervariatif dilihat dari jumlah terhutang negara, Apabila guru penerima dana terhutang satu tahun diwajibkan menyetorkan uang sebesar Rp.1,2 juta, terhutang dua tahun Rp.2,4 juta, terhutang tiga tahun Rp.3,6 juta yang dihitung dari hitungan perbulannya Rp.100 ribu, Dan ia menambahkan dari jumlah Rp.100 ribu/bulan dan akan dibagi menjadi dua pos yaitu Rp.50 ribu untuk pengawas dan Rp.50 ribu akan diberikan kepada salah seorang pejabat di kantor Kemenag kab.Sukabumi,” Paparnya.

Ironisnya kutipan atau pungutan liar (Pungli) kepada para guru penerima dana invasing di tiap- tiap kecamatan yang di koordinir oleh masing-masing kepala sekolah, menurut pengakuannya bahwa uang tersebut untuk kegiatan PORSENI dan HAB KEMENAG.

Keterangan salah seorang Kepala sekolah yang dikonfirmasi melalui selulernya sangat kontradiktif dengan keterangan dari para penerima dana invasing disekolah tersebut, Kepsek salah satu yayasan koordinator wilayah tujuh inimenegaskan bahwa dirinya tidak bersalah dengan melakukan pungutan liar (pungli) sejumlah uang dari para guru penerima dana invasing namun ia menambahkan bahwa yang di koordinirnya adalah inisiatif dari masing-masing penerima dan silahkan rekan media konfirmasi ke DPC, “tegasnya.

Padahal diketahui sebelumnya salah seorang pejabat Kemenag yang namanya di catut oleh oknum tidak bertanggung saat diwawancara menegaskan,” terkait pencairan dana invasing bagi setiap guru honorer tidak dibenarkan adanya kutipan oleh pihak manapun apalagi dengan memanfaatkan momen kegiatan,Ia menambah bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan himbauan terkait kutipan uang sebesar Rp.50/bulan untuk pribadi, Adapun terkait kutipan sejumlah uang kepada setiap guru penerima invasing bukan atas perintahnya dan Ia menegaskan tidak tahu-menahu.

Bahkan beliau menambahkan serta tidak menampik setelah dana invasing dicairkan akan bermunculan pahlawan kesiangan yang mengaku berjasa terkait mekanisme pencairan dana tersebut dengan cara mencatut nama pejabar terkait.”Tegasnya.

Dengan adanya permasalahan tersebut setelah melakukan investigasi dilapangan, Disinyalir adanya kolaborasi terselubung dengan dalih hasil musyawarah melakukan pungutan liar (PUNGLI) demi terselenggaranya acara Porseni dan HAB Kemenag secara Gebyar.

Sangat disesalkan dua kegiaan tersebut terkesan dipaksakan, Bahkan ajang PORSENI PGM dan HAB KEMENAG jadi ladang PUNGLI kepada setiap guru penerima dana invasing oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan pejabat dalam melancarkan aksinya.

Tentunya hal tersebut akan menambah nilai merah dan sangat jelas akan mencoreng institusi Kemenag kabupaten Sukabumi yang selama ini dipandang sebagai institusi pelayanan paling obrok dan sarat pungutan liar (PUNGLI) bahkan tidak sesuai dengan slogan KEMENAG ” IKHLAS BERAMAL. ” (Ludy/Dasep/Yosef)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here