DI DUGA LIMBAH B3 PT WILMAR NABATI INDONESIA DI DAERAH PESISIR LAUT SEMEMI SURABAYA

Gresik Jawa Timur, Media RAJAWALISIBER- Team investigasi RAJAWALISIBER mendapat informasi dari warga Sememi Surabaya terkait limbah B3 yang dibuah di daerah dekat kelurahan Branjangan Kecamatan Sememi Surabaya, dan team pun melakukan pemantauan di lokasi serta pengambilan sampel limbah PT Wilmar Nabati Indonesia di Pesisir laut Teluk Lamong

Dari pantauan di lokasi pembuangan limbah PT Wilmar Nabati Indonesia, sering ditemui ikan mati, selain itu, bau air di hilir lokasi pembuangan limbah PT Wilmar Nabati Indonesia yang langsung ke laut, sangat menyengat dan menyesakan dada.

“, Sudah dapat dipastikan kalau air laut di sekitar hilir pembuangan limbah PT Wilmar sudah tercemar,” kata nelayan yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat Team RAJAWALISIBER waktu melakukan investigasi dan pengamatan di lokasi pembuangan limbah PT Wilmar Nabati Indonesia, juga memastikan adanya endapan atau bahan terlarut yang warnanya sangat pekat.

“Kalau kondisi itu terus dibiarkan, maka kondisi kerusakan ekosistem di Teluk Lamong akan semakin parah. Ancaman kerusakan dan kematian pada kehidupan biota laut juga akan sangat tinggi, kalau pencemaran itu tidak segera dituntaskan,” ucap warga setempat yang juga ingin namanya dirahasiakan.

Di tahun 2012 lalu BLH Gresik sudah pernah mengambil sampel dalam pencemaran yang dilakukan PT Wilmar, akibat bocornya minyak sawit di pabrik itu, tapi hasilnya tidak pernah disampaikan ke masyarakat, khususnya para nelayan dan petambak yang ada di Kawasan Kali Lamong, yang mata pencaharian dan kehidupannya bergantung pada kualitas dan kondisi lingkungan yang baik di Kawasan Teluk Lamong.

“Dalam kasus pencemaran dan pembuangan limbah di Teluk Lamong yang dilakukan PT Wilmar, yang selalu menjadi korban para nelayan dan petambak di kawasan itu, mereka terancam karena susah mencari ikan di kawasan Teluk Lamong, akibat rusaknya lingkungan di perairan Teluk Lamong,” jelasnya.

Pencemaran yang dilakukan PT Wilmar Nabati Indonesia, tidak boleh dibiarkan, karena perusahaan yang memproduksi bahan minyak sawit itu, akan semakin seenaknya, kalau tidak ada sanksi tegas dari pemerintah dan penegak hukum.

“Semoga tidak ada yang dirugikan lebih lama lagi, karena tidak tegasnya pemerintah dalam menindak PT Wilmar Nabati Indonesia, yang mencemari Kawasan Teluk Lamong,” harapnya.

Sementara Nelayan Greges mengatakan, dia dan nelayan lainnya yang biasa mencari ikan di Teluk Lamong, sangat terganggu dengan pencemaran yang terjadi di sekitar perairan di dekat hilir lokasi pembuangan limbah PT Wilmar Nabati Indonesia, yang memproduksi dan mengolah kelapa sawit.

“Hasil tangkapan kami turun drastis sesudah seringnya terjadi pencemaran di Kawasan Teluk Lamong, selain itu kami harus mencari ikan lebih jauh ke tengah laut, dan ini sangat merugikan kami, karena selain jumlah BBM yang kami keluarkan lebih banyak, lingkungan tempat kami cari nafkah juga rusak,” ungkapnya.

Pencemaran yang dilakukan PT Wilmar Nabati Indonesia sering dilakukan waktu air laut pasang dan malam hari, sehingga sulit di deteksi karena limbah langsung larut ke laut.

“Kami sebagai nelayan tidak bisa berbuat banyak, karena kami harus mengeluh dan melaporkan ke siapa lagi, dengan kondisi yang ada,” paparnya.

,” Bapak bisakan kroscek ke PT WILMAR NABATI INDONESIA yang pabrik nya ada di Gresik , ini jelas jelas limbah pak B3 kan ,ini bukan sampah biasa kan, ” tambahnya.

(Video dibawah adalah timbunan limbah B3 di dekat pelabuhan internasional Teluk Lamong dan pesisir laut di daerah sememi Surabaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *