DIDUGA ADA KONSPIRASI PELAKSANA DENGAN DINAS DI PENGERUKAN LUMPUR

Bekasi Jawa Barat, Media RAJAWALISIBER – Upaya Pemerintah Daerah Kaabupaten Bekasi untuk meningkatkan Produksi petani di Pedesana terus dilakukan. Salah satunya adalah pengerukan Lumpur dan Pekerjaan Pasangan Batu Normalisasi Saluran Air Tingkat Petani Desa Sukamakmur, Yang berlokasi di Desa Sukamakmur Kecamatan Sukakarya,Kabupten Bekasi.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Pemerintah Daerah mengalokasikan biaya dengan Pagu anggaran sebesar Rp.348.750.000. dengan pelaksana kegiatan Cv Cipta Agung Buana sebagai Perusahaan pemenang tender.

Akan tetapi sangat disayangkan dalam pengerjaan kegitan tersebut sarat dengan kekurangan yang dilakukan oleh Pelaksana. Menurut salah seorang tokoh Petani sekitar sebut saja Misnan (red) menerangkan, kalo Pengerukan lumpur tersebut dikerjakan terkesan asal – asalan pasalnya dikerjakan hanya dengan tenaga orang malah dikerjakan dalam kondisi banjir.

“Sayang bangat Pemerintah buang – buang duit kalo kerjaannya cuman dikerjakan tenaga orang tidak ada hasil yang maksimal apa yang dikeruk liat aja hasilnya Cuma kaya gini apa kondisi lagi banjir gini apa yang dikeruk” kata Misnan sa’at di konfirmasi Rajawali Ciber dilokasi kegiatan (15/10).

Misnan juga menambahkan kalo pemasangan batunya tidak menggunakan rucuk bambu dan dikerjakan pada sa’at debit air tinggi “Malah Saya liat bikin lening pasangan batu kaga pake rucuk bambu, parahnyah lagi airnya banjir ge terus di gaweiin” Pungkasnya.

Awak media coba mengkonfirmasi Pengawas dinas terkait melalui WhastApp, menurut Sa’an selaku pengawas dalam pelaksanaan kegiatan tersebut sudah menegur pihak pelaksana. “Saya sudah peringatkan supaya dikeringkan airnya dulu baru dikerjakan ternyata masih diabaikan oleh pelaksana, kalo tetap seperti itu pada saat pemeriksaan di akhir pekerjaan kita bener bener hitung dan kita lakukan pmotongan sesuai dengan kekurangan pekerjaanya” ungkap nya.

Dengan adanya kesengajaan pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan Pelaksana kegiatan tersebut patut di duga kuat bahwa adanya konspirasi antara pelaksana kegitan dengan Dinas terkait.
(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *