Dua Tenaga Kerja Asing PT Bonvast Indo Sukses di Duga Lakukan Pelecehan SEXUAL- Dewan Adat Majapahit Tuntut Secara Hukum

  • Whatsapp

 

 

Senin, 28 September 28, 2020 Siang di depan Perusahaan PT. Bonvast Indo Sukses Desa Sampangagung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto, Dewan Adat Majopahit Kabupaten Mojokerto melakukan Aksi Unjuk Rasa sebagai bentuk protes Dewan Adat Majapahit terkait dugaan  pelecehan seksual yang dilakukan oleh A dan L (Kepala Produksi PT. Bonvast Indo Sukses) kepada Karyawati NA (bersuami) dan juga KPW dengan di dukung masa Dewan Adat Majapahit, Dengan  Koordinator Suhartono (Ketua Dewan Adat Majapahit).

Dugaan Pelecehan tersebut di lakukan oleh Tenaga Kerja Asing asal Negara China, dengan Identitas Warga Negara Asing asal China nama panggilan Mr A dan Mr L

Massa aksi Dewan Adat Majapahit menuntut, Kedua Tenaga Kerja Asing Asal China yang melakukan PELECEHAN SEX agar di tindak secara hukum yang berlaku di Indonesia, Stop pelecehan pekerja wanita Indonesia, ini pabrik bukan tempat mesum. Pelaku pelecehan sexsual melanggar norma hukum di Indonesia, angel temen tuturanmu. Pelecehan sex harus di tindak tegas. Dewan Adat Majapahit tidak terima martabat wanita Indonesia di lecehkan.

Koordinator Dewan Adat Majapahit tiba depan PT. Bonvast Indo Sukses sambil membakar Dupa dan doa secara adat, dan berorasi menyampaikan,” Hari ini kita lakukan penuntutan pada pelaku pelecehan seksual yang ada di PT. Bonvast Indo Sukses, kita jangan takut ini demi keadilan dan  kebenaran”. teriaknya

,” Jangan sampai orang Majapahit di lecehkan dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan kita akan tuntut ke pengadilan. Jika Hukum tidak berjalan jangan sampai rakyat menjalankan hukumnya sendiri.” tambahnya

Sebagai wakil orang – orang Mojokerto, jangan di mainkan dan di injak injak harkat serta martabat bangsa di lecehkan orang asing,  massa aksi menuntuntut keadilan.

Koordinator Dewan Adat Majapahit menambahkan, ” Apabila masalah ini tidak terselesaikan maka akan meluas dan HUKUM ADAT RAKYAT  bakal di jalankan. Masyarakat Mojokerto jangan mau di injak-injak oleh orang asing.” tegasnya.

Dewan Adat Majapahit menyampaikan pada Team Investigasi Rajawali kronologi kejadian dengan wawancara serta elisitasi para korban pelecehan sexual oleh TKA Asing PT. Bonvast Indo Sukses Mojokerto.

Hasil dari elisitasi di dapat kesimpulan bahwa saat korban bekerja merakit bahan baku kompor tiba-tiba  WNA asal China yang bernama Mr A muncul sambil mengmbil barang lalu menyengolkan tanganya ke payudaranya, Korban merasa di lecehkan marah lalu mendatangi translator yang kebetulan ada di sebelahnya, translator juga marah dan bilang ke Mr A dan  bercakap-cakap menggunakan bahasa Cina.

Korban juga menyampaikan kalau Mr A sering telepon dan juga video call tapi tidak pernah direspon kemudian melakukan video call lagi saat itu yang mengangkat suami korban

Bahkan saat dilaksanakan audit di perusahaan korban kebetulan sebagai penerima tamu, kemudian Mr A lewat sambil menggunakan bahasa isyarat minta berhubungan intim tapi saya tidak mau, kemudian menyampaikan tawaran uang satu atau dua juta, empat juta sampai 8 juta, tetapi korban tetap tidak mau, hingga pelaku sambil marah dan menyampaikan kata kata kasar kalau korban ” SAPI” korban “BODOH”.

Korban juga menyampaiakan kalau suaminya sudah tahu dan membuka WA kemudian membalas whatsapp Mr A,

Pada saat masuk kerja korban pernah di panggil manajernya untuk dimintai keterangan,

Korban menjelaskan tidak pegang Handphone, dan  Handphone dibawa suaminya dan Isi whatsapp-nya suami korban tidak terima, karena korban sering digoda sering di whatsapp yang isinya ajakan secara tidak sopan (Aku merindukanmu, Aku mencintaimu, Aku ingin memelukmu).

Bahkan pelaku pelecehan itu menyampaikan pada korban kamu itu bodoh Kenapa handphone kamu bisa dipegang suami kamu, Kenapa handphone kamu bisa dibuka suami kamu seharusnya Handphone itu tidak boleh saling membuka itu privasi.

Pelaku pelecehan juga berkata kamu tidak mau sama Mister, apa  karena kamu sudah bersuami, lalu pelaku pelecehan yang satunya bilang kamu itu bodoh di sana (di china) itu meskipun sudah bersuami dia itu boleh boleh saja berpacaran dengan siapa pun boleh asalkan jangan bercerai,

Korban pun menjawab,” Apakah Mister punya suami punya istri di sana kalau istrinya digoda pria pria lain itu terima,” tanya Korban.

Pelaku pelecehan Sexual Tenaga Kerja Asinh menjawab,” Iya saya terima malah dia sambil senyum tidak apa-apa.” ucapnya. Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *