DUGAAN KELALAIAN PEJABAT PPAT SRI MARDIATHIE SH CIANJUR TERKAIT TERBITNYA PERSIL 103.C.no 1832

CIANJUR Jawa Barat, Media RAJAWALISIBER- Diduga adanya kelalaian dalam menjalankan tugas yang di lakukan oleh pejabat (PPAT) SRI MARDIATHIE SH yang berdomisili di Jalan Raya Cipanas no: 97-A Pacet Cianjur.

Ada Unsur-kecerobohan terkait pembuatan akta jual beli atas sebidang tanah  atas  nama Acep (Adul) padahal sangat mutlak bahwa Sdr Acep bukan pemilik yang sah terkait tanah dengan Persil 103.C.no1832 yang berada di blok Kelapa Nenggang kampung Tungilis RT 03/02 Desa ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur

Dalam hal ini Acep ( Adul ) tidak lebih adalah seorang pengadai yang menggadaikan dari Encep Sopyan Ahli waris dari alm H.sanusi  yang dimana ikatan gadai atas sebidang tanah tersebut di lakukan pada tanggal 21-agustus tahun 2000.

,” Dalam ikatan gadai tersebut di saksikan oleh Kepala Desa Ciherang (adik ahmady soeradidja SH) dan juga di saksikan oleh Rt/ Rw setempat .” ungkap saksi mata (Sadisi)

Namun kenapa akhir akhir ini keluar bukti kepemilikan (AKTA) atas sebidang tanah tersebut yang tertulis AKTA bahwa Sdr Acep sebagai pemiliknya yang dimana akta ini di keluarkan oleh pejabat notaris (SRI MARDIATHIE SH ) disaat di komfimasi melalui alat komunikasi lewat hp ibu SRI hanya mengatakan ,” bahwa akta itu bisa keluar berdasarkan rekomendasi dari ibu entin Kartini yang menjabat sebagai kepala desa di Desa Ciputri Kecamatan Pacet Cianjur .” Ungkap notaris  SRi MARDIATHIE SH ke Team Investigasi media rajawalisiber.com saat di telfon lewat HP nya,

Padahal banyak saksi hidup, bahwa tanah tersebut hak milik H Masitoh dan H Euis berdasarkan bukti waris yang di berikan oleh Bapak kandung Ayahnya itu ALM H Sundusi .

Dan ahli waris dari H Sundusi tidak pernah menjual atau mengadai tanah tersebut kepada pihak lain sampai saat ini ,” saya menduga  disini sudah ada unsur kerja sama antara Acep Adul dan ibu Etin Kartini dan juga ibu Sri notaris yang sudah mengeluarkan Akta atas nama Acep karna kami sakisi saki masih hidup sampai saat ini.” Ungkap Burdah saksi mata ,

Padahal jelas Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (“UUJN”) tidak memuat ketentuan pidana bagi notaris Tapi hal itu tidak berarti notaris kebal hukum ketika melakukan pelanggaran hukum dalam menjalankan jabatannya uangkap tim Investigasi media Rajawalisiber Cianjur

 

,” Dalam hal ini di diketahui bahwa dalam menjalankan jabatannya notaris berpotensi melakukan beberapa tindak pidana di antaranya: kelalayan dan kecerobohan yang mengakibatkan hilangnya hak org lain,” ungkap Entis,

,” Dan disini ada beberapa surat yang diduga sudah terjadi  Pemalsuan surat setoran bea (SSB) perolehan hak atas tanah dan bangunan (“BPHTB”) dan surat setoran pajak (SSP) Yang di duga di lakukan oleh kades etin karniti.”tambahnya,

 

Contohnya dalam membuat akta, padahal mengetahui syarat-syarat untuk membuat akta tersebut tidak dipenuhi. Misalnya, dalam pembuatan perjanjian jual beli  penjual dan  pembeli, Notaris tetap membuat akta perjanjian tersebut meskipun tidak memenuhi syarat lantaran  bermasalah Konsekuensi pembuatan akta seperti itu oleh notaris bisa menyebabkan seseorang hilang hak.

 

Memberikan keterangan palsu di bawah sumpah (pasal 242 KUHP), Contohnya kasus keterangan palsu yang diberikan seorang kades pada notaris dengan membuat rekomendasi yang di tandatangani langsung oleh dirinya.Liz

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *