Hadapi Musim Paceklik, Bulog Gelar Ketersediaan Pangan dan Stabilisasi Harga (KPSH). 

0
153

Banyumas Jawa Tengah, Media RAJAWALISIBER- BULOG Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan 17 ribu ton untuk program ketersediaan pangan dan stabilisasi harga (KPSH).

Saat peluncuran KPSH di Gudang Klahang Sokaraja, Bulog menyalurkan 5 ton untuk operasi pasar (OP) di empat titik di antaranya Pasar Manis dan Pasar Wage Purwokerto.

Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki stok 17 ribu ton beras yang tersimpan di gudang-gudang milik Bulog.

“Kami menyiapkan beras untuk mengantisipasi gejolak harga beras di pasaran. Sebab, saat ini tengah mengalami masa paceklik yang diperkirakan hingga akhir Februari. Sebagai tahapan awal, hari ini kami meluncurkan program KPSH. Ada beras 5 ton yang sekarang disalurkan untuk empat titik di antaranya adalah Pasar Manis, Pasar Wage dan Rawalo,” ujarnya, Jumat (4/1).

Menurutnya, saat sekarang harga beras cenderung mengalami kenaikan di atas Rp9.500 per kg. Bahkan, ada pedagang yang menjual dengan harga Rp10 ribu per kg.

“Karena itulah, kami akan melakukan OP beras lewat KPSH. Sebagai awalan 5 ton, tetapi nantinya akan terus berlanjut. Intinya adalah bagaimana agar harga beras terkendali,” katanya.

Baca juga: Bulog Sumbar Berencana Lepas 100 Ton Beras per Hari Jaga Stabilitas Harga

Sony mengatakan Bulog menjual beras medium di gudang senilai Rp8.100 per kg, sedangkan kalau penjualan di pasaran harus di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kg.

“Dengan program KPSH, diharapkan supaya harga beras di pasaran mencapai kisaran Rp9.000 per kg atau di bawah HET,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas Yunianto mengatakan bahwa program KPSH diharapkan akan menurunkan harga beras di pasaran.

“Memang dalam beberapa waktu terakhir, harga beras di pasaran bisa mencapai Rp9.500 bahkan sampai Rp10 ribu per kg. Karena itulah perlu ada OP untuk menekan harga beras di pasaran,” ujarnya.

Harga beras mengalami kenaikan karena saat ini musim paceklik. Petani di Banyumas belum memasuki masa panen. Petani diperkirakan baru akan panen pada Maret mendatang, sehingga pada Januari-Februari perlu ada intervensi pasar. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here