Harga BBM Dunia Anjlok Namun BBM di Indonesia Tak Kunjung Turun, Atau Kartel BBM Bermain Tengah di Pendemi Covid-19

  • Whatsapp

Jakarta Indonesia, Media www.rajawalisiber.com – Turunnya harga minyak dunia sepatutnya turut mempengaruhi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia baik itu bensin maupun solar. Namun hingga Mei, pemerintah tampaknya belum memutuskan untuk menurunkan harga BBM. Situasi ini membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berinisiatif melakukan penyelidikan dugaan terjadinya kesepakatan harga antar pelaku usaha BBM di Indonesia.

“Ini masih dalam ranah potensi dugaan,” kata Komisioner KPPU Guntur Saragih dalam streaming Konferensi Pers, Jumat (8/5/2020).

Penetapan harga BBM di Indonesia diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 62 K/12/MEM/2020 tetang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan. Regulasi ini ditetapkan pada Februari 2020 lalu.

Dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Kepmen 62/2020 mengatur formula harga dasar dalam perhitungan Harga Jual Eceran jenis Bahan Bakar Minyak Umum jenis Bensin dan Minyak Solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan dengan harga tertinggi, ditentukan berdasarkan biaya perolehan, biaya penyimpanan, dan biaya distribusi, serta margin.

Adapun perhitungannya untuk jenis Bensin dibawah RON 95 dan jenis Minyak Solar CN 48 dengan rumus sebagai berikut: Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus + Rp 1.800/liter + Margin (10% dari harga dasar). Sementara untuk jenis Bensin RON 95, jenis Bensin RON 98 dan jenis Minyak Solar CN 51 ditetapkan dengan rumus sebagai berikut: MOPS atau Argus + Rp 2.000/liter + Margin (10% dari harga dasar).

Harga BBM yang berlaku saat ini masih mengacu kepada harga lama sebelum Kepmen ESDM No 62/2020 diterbitkan. Penetapan harga BBM di Kepmen tersebut, kata Guntur, mengacu pada harga minyak di Singapura (MOPS). Sementara Singapura sendiri tercatat sudah menurunkan harga BBM (bensin RON 95) sebesar 12,18 persen menjadi 1,37 U$D per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tidak akan ada penurunan harga BBM dalam waktu dekat. Pihaknya memilih mencermati dinamika harga minyak dunia hingga Juni mendatang.

“Kami masih mencermati perkembangan harga minyak internasional. Pada periode Mei ini adalah periode saat OPEC sudah berlakukan pemotongan produksi hariannya, kurang lebih 10 juta barrel per hari, tapi kemarin juga ada berita Rusia belum turun turun,” katanya kepada awak media.

Arifin blak-blakan untuk sementara tidak bisa mengikuti formula harga yang baru saja ditetapkan olehnya pada Februari silam. Dalam perhitungan harga BBM pemerintah mempertimbangkan indikator penilaian produk untuk perdagangan (trading) minyak yang sebelumnya hanya mrnggunakan Mean of Platts Singapore (MOPS).

Dia menjelaskan, terjadi kondisi MOPS di bawah ICP dan hal ini baru pertama kali terjadi. “BBM yang sudah diproses harganya di bawah yang diproses [crude]. Kalau MOPS diterapkan, itu formula jadi backfire untuk Badan Usaha [Pertamina],” tegasnya.

Mengutip data Kementerian ESDM, harga ICP per April tercatat US$20,66 per barel, sementara MOPS untuk RON 92 sebesar US$19,44 per barel dan MOPS CN 48 sebesar US$28,33 per barel.

Sementara itu, untuk kurs tengah Bank Indonesia per 30 April 2020 sebesar Rp15.867 per dolar Amerika Serikat. Kementerian ESDM mengkalkulasi, penurunan MOPS/Argus RON 92 dan CN 48 pada Maret terhadap Februari berkisar 32 persen – 44 persen, sementara April terhadap Maret berkisar 34 persen – 45 persen.

Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah dunia pada Maret terdahap Febaruai berkisar 39 persen – 40 persen, sementara April terhadap Maret sebesar 21 persen – 45 persen.

Sehingga naik dan turunnya bahan bakar minyak (BBM) seperti premium ataupun solar pasti terjadi pada tenggat waktu tertentu. Kenaikan harga ini pastinya dipengaruhi beberapa hal, salah satunya adalah harga minyak dunia.

Untuk di Indonesia sendiri, kenaikan BBM telah terjadi beberapa kali pada tahun 2018. Besaran kenaikan harganya diperkirakan antara 10% sampai 30%. Seperti contohnya Pertamax, harga di awal tahun 2018 adalah Rp 8.400 dan kini mencapai Rp 10.400 (naik 23%).Untuk harga BBM terkini yang berlaku sejak perubahan terbaru termasuk harga Pertamax, Pertalite, Premium dan Solar pada 12 May 2020 adalah sebagai berikut:

Jenis Harga Terbaru (per liter) Harga Sebelumnya (Per liter)
Pertamax Rp 9.000                    Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 9.850         Rp 9.900
Pertamina Dex Rp 10.200         Rp 11.700
Premium Rp 6.450                      Rp 6.550
Pertalite Rp 7.650                       Rp 7.800
Dexlite Rp 9.500                          Rp 10.200
Bio Solar Rp 9.400                      Rp 9.300

Sumber : www.pertamina.com
* Harga diatas berdasarkan harga bbm non subsidi
* Harga Premium di Luar Jawa Madura Bali (Jamali) Rp 6.450/liter
* Harga bensin dapat berubah sewaktu-waktu

 

Untuk perbandingan, Kita dapat juga cek harga bahan bakar minyak dari Shell terkini sebagai berikut:

Jenis Harga Terbaru (per liter) Harga Sebelumnya (Per liter)
Shell Super Rp 9.125                 Rp 10.250
Shell V-Power Rp 9.650            Rp 11.700
Shell Diesel Rp 9.850                Rp 10.225
Shell Regular Rp 9.075              Rp 10.000

Sumber : www.shell.co.id
*Harga untuk wilayah Jabodetabek dan Bandung. Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *