HEARING KOIMISI I DPRD GRESIK BUKA BUKAAN PRAKTEK OKNUM ASN YANG TIDAK PROSEDURAL DALAM PATGULIPAT STAN PASAR BARU GRESIK

 

(Video Komisi I DPRD Kabupaten Gresik dengan para pedagang pasar baru gresik dan pihak pihak terkait dari Pemerintahan Kabupaten Gresik)

Gresik Jawa Timur, Media RAJAWALISIBER-KOMISI I DPRD Kabuoten Gresik menggelar public hearing tentang tindak lanjut sidak  Komisi I DPRD tanggal 01 Juli 2019, para pedagang pasar tradisional pasar baru banyak membuka kedok praktek oknum yang tidak sesuai aturan hukum yang berlaku serta terkait keluhan keluhanya dan memohon keadilan dari sikap serta kebijakan kebijakan yang menimpa 26 para pedagang yang di lakukan oleh oknum ASN Diskoperidag & UKM Kabupaten Gresik.(11 Juli 2019)

Dalam hearing tersebut paguyupan pasar baru banyak membuka pratek pratek yang tidak prosedural dengan bukti bukti dan keseweng wenangan oknum ASN tersebut.

Adanya oknum pegawai Disperindag Kabupaten Gresik yang diduga kuat menjual serta menyewakan kios yang merupakan aset Negara di pasar baru Gresik (pasar tradisional) makin menguat, kepiawaian dalam menjalankan aksinya seakan mengelabui struktur hukum.Sempat menjadi trending topik di berbagai media baik online maupun media cetak bahkan di dunia medsos,

kini salah satu sumber yang ada di kawasan pasar baru Gresik mengatakan hal serupa dengan sumber sebelumnya, dimana oknum oknum tersebut (saat ini staf bagian Disperindag), dituding menjual/menyewakan beberapa stan kosong maupun milik para pedagang lama, stan/kios yang cukup strategis posisinya.

.“Orang pegawai UPT pasar baru Gresik kan pada dapat jatah, mereka jual kios, contoh bu  Haji Nik dulu kios yang sesuai SIM lama dan sekarang dijual ke saudara Toro padahal sudah di bayar verifikasi penempatan kiosnya bahkan retribusinya namun sekarang stan tersebut sudah di kuasai Toro,” ucap pedagang yang meminta jangan di tulis namanya.

Dan begitupun H Kamise stanya sekarang di kuasai pak Suyadi dan Anaknya,,” dulu oknum itu meminta 1 milyar 200 juta untuk stan tersebut, dan saya menyanggupi tapi saat saya siapkan uang nya, stan tersebut sudah di tempati pak Suyadi, mangkanya saya menggugat ke pengadilan ,padahal stan tersebut kan seharusnya di kosongkan karna masih dalam sengketa seharusnya di kosongkan, tapi nyatanya stan tersebut sudah di miliki pak suyadi, padahal Diskoperidag bilangnya stan tersebut kosong,” kata H Kamise sambil menangis,

Dan begitupula 25 pedagang inpres sudah kios nya kecil masih di potong antara 1 m sampai 2 meter , para pedagang pasar memohon keadilan saat hearing dengan Komisi I DPRD Kabupaten Gresik yang di Pimpin H Edi Santoso dan Wongso Negoro SE. SH. M.Si. dan Suparno Diantoro, SH. dan Nasihan, S.H, M.H , Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *