INTERFENSI PROYEK OKNUM WARTAWAN AROGAN MENGAKU WARGA COBA MEMPROVOKASI WARGA SETEMPAT

Babelan Bekasi Jawa barat, Media RAJAWALISIBER – Kegiatan pengecoran yang sedang berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Bermacam kejanggalan praktek di lapangan di temui dari kegiatan kegiatan yang berjalan.

Salah satunya kegiatan pengecoran yang di kerjakan di Kampung Pulo Katimaha Rt 003/009, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

 

Proyek kegiatan yang dikerjakan oleh CV.KIE menurut pantauan awak media Rajawalisiber.com sudah sesuai Spek dan ketebelan yang ada. Sebagian jalan yang sudah di kerjakan di ukur ulang ketebalannya mencapai 17 sampai 18 cm, dan melebihi dari spek yang ada .

 

 

Dalam perdebatan dengan oknum wartawan yang mengaku warga pada saat pekerjaan berlangsung, antara pelaksana dengan FR dan NV, Jumat malam 06/09/2019 dan mengundang warga sekitar. Dalam perdebatan itu FR mengatakan ” ini kerjaan di Kampung saya bang harus normatif dan kalau pemborongnya gak siap jangan di kerjakan, tandasnya.

 

 

Jai selaku pelaksana menjawab ” kalau ketebalan nya lebih dari 15 cm siapa yang akan menggantinya” tegasnya, “saya yang akan Menggantinya” sambut salah satu oknum wartawan yang berinisial NV. Warga yang merasa risih dengan perdebatan tersebut bingung ” kok haya dua orang yang komplen yang lain tidak” ungkap salah satu warga, dan akhirnya warga hanya menonton perdebatan tersebut.

 

Dengan cara oknum wartawan tersebut, membongkar dan mengganjal papan bigisting dengan batu dengan dalih agar mencapai ketinggian 15 cm.

 

 

Menurut salah satu warga, oknum wartawan yang mengaku warga bukanlah warga yang tinggal di wilayah Rt tersebut. Dengan adanya kejadian perdebatan antara pelaksana dan oknum wartawan yang mengaku warga, menjadi sorotan warga sekitar.

 

 

Ketika di konfirmasi Awak media Jai khan selaku pelaksana “mengatakan tetap mengacu kepada spek dan RAB sesuatu SOP yang ada apabila memang ada kekurangan ketebalan pasti pihak Dinas akan memotongnya.” tegasnya.

 

Lanjut Jai “saya akan meminta pertanggung jawaban oknum wartawan yang mengaku warga dengan secara tertulis apabila ada ketebalan yang melebihi 15 cm Dia harus bertanggung jawab dan mengganti dan siap di pidanakan,” pungkasnya.

 

Dari pihak consultan dan pengawas tidak ada di lokasi. Seharusnya pengawas turun langsung menjalankan fungsinya sebagai kemitraan yang vital dalam kegiatan di lapangan.

 

Gasim ketua Laskar NKRI Kabupaten Bekasi mengatakan “hendaknya seorang wartawan menjujung tunggu etika, dan tidak boleh melakukan tindakan dalam bentuk apapun kecuali mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk gambar atau video, dan ini menambah citra buruk bagi media yang kurang menjalur dengan tupoksi nya.

 

Saat di wawancara langsung Jai Khan selaku pemborong ” apabila memang ketebalan kami 13 cm, kami siap di potong sesuai pekerjaan yang kami lakukan.Apabila ketebalan kami melebihi 15 cm kami akan melaporkan warga yang mengaku wartawan karna sudah mencemarkan nama baik yang menuduh tanpa bukti kepada pihak berwajib, Tegasnya.

 

Sampai berita ini di terbitkan kegiatan pengecoran tersebut masih berjalan ( Team V Pemburu Fakta RAJAWALISIBER )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *