KASDIM 0817/GRESIK PIMPIN PEMBUKAAN GIAT LATNISTER KODIM 0817/GRESIK TA. 2019.

0
118

GRESIK Jawa Timur, Media RAJAWALISIBER – Kasdim 0817/Gresik Mayor Arh. Suwanto pimpin pembukaan penyelenggaraan kegiatan Latnister (Latihan Tehnis Teritorial) Kodim 0817/Gresik TA. 2019 bertempat di Aula Makodim, Senin (11/03) pagi.

Penyelenggaraan kegiatan ini berlangsung selama 5 (lima) hari ini dengan thema, ” MELALUI KEGIATAN LATNISTER KODIM 0817/GRESIK TA. 2019, KITA CEGAH PAHAM RADIKAL DI WILAYAH GRESIK “.

Dalam amanat Dandim 0817/Gresik yang dibacakan oleh Kasdim Mayor Arh. Suwanto mengatakan bahwa, ” Hakekat diselenggarakannya Latnister ini adalah merupakan suatu upaya komando atas untuk memberikan pembekalan pengetahuan dibidang Teritorial guna menambah dan mengasah kembali kemampuan teritorial kita. Dengan demikian diharapkan insan teritorial lebih peka dalam menyikapi perkembangan situasi dan kondisi wilayah saat ini “.

” Perkembangan situasi Nasional, Global, dan Internasional akhir-akhir ini telah membawa dampak dan pengaruh terhadap meningkatnya paham radikal di wilayah Indonesia. Dihadapkan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang terdiri dari latar belakang suku, agama, ras, budaya yang berbeda serta pesatnya perkembangan teknologi digital, telah memungkinkan tumbuh kembangnya paham radikal baik radikal kanan, radikal kiri maupun radikal lainnya, bahkan sampai menjadi tindakan nyata berupa aksi terorisme yang melibatkan satu keluarga dengan melibatkan anak-anak seperti yang terjadi di Surabaya. Bahkan radikal yang berkembang saat ini sudah bergeser yang diimplementasikan dalam bentuk radikal gagasan, radikal separatis, radikal milisi serta radikal premanisme. Oleh karena itu perkembangan paham radikal apapun bentuknya perlu kita antisipasi bersama dengan melibatkan seluruh komponen yang ada di wilayah, baik pemerintah daerah, Kodim dan para Tokoh Agama dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah “, tutur Kasdim.

” Guna meningkatkan kemampuan Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) dalam mencegah semakin berkembangnya paham radikal, maka Aparat Komando Kewilayahan perlu mengetahui tentang bagaimana melakukan tindakan preventif atau pencegahan  berkembangnya paham radikal didaerah.   Oleh sebab itu dengan latnister yang sekarang kita laksanakan mudah-mudahan akan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan Apkowil dalam Deteksi Dini maupun Cegah Dini, dihadapkan dengan  segala bentuk ancaman yang dapat mempengaruhi perkembangan radikalisme “, ujarnya.

Kasdim menjelaskan, ” Pada era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi informasi yang semakin canggih, maka komunikasi dan informasi telah mempengaruhi pada pola pikir seseorang dan diantara mereka dapat berpotensi menjadi sebuah bentuk ancaman. Semula ancaman seperti itu bersifat konvensional (fisik), maka saat ini sudah berkembang menjadi multi dimensional ( fisik dan non fisik ), baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.  Ancaman tersebut dapat bersumber baik dari permasalahan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun permasalahan pertahanan dan keamanan. Permasalahan keamanan terkait dengan kejahatan internasional seperti narkotika pencurian kekayaan alam, dan perubahan lingkungan dan ancaman yang berasal dari Media Sosial.   Isu global yang semula didominasi oleh isu demokratisasi, HAM dan lingkungan hidup, kini isu teroris lebih mengemuka sebagai salah satu ancaman potensial dan strategis.  Masalah terorisme telah berkembang sedemikian cepat dan menjadi salah satu bentuk perang yang mengancam kepentingan keamanan Nasional “.

” Disisi lain dengan berkembangnya teknologi informasi, khususnya media sosial juga menjadi embrio dan jalan bagi mereka yang berpaham radikal untuk menyebarkan ajaran atau paham-paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Seperti yang saya sampaikan diatas, bahwa Radikalisme tidak hanya dalam bentuk terorisme, namun telah berkembang menjadi radikalisme kekerasan, radikalisme gagasan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam hal ini Media Sosial. Oleh karena itu dalam Latihan Teknis Teritorial, sengaja kita masukan materi Pengetahuan Media Sosial. Diharapkan dengan pengetahuan yang didapat, para Apkowil mampu membaca dan melihat sekaligus menganalisa setiap perkembangan berita yang hampir setiap hari muncul di Media Sosial khususnya terkait dengan penyebaran faham radikalisme “, tambahnya.

Kasdim 0817/Gresik Mayor Arh. Suwanto juga mengatakan bahwa, ” Kegiatan jajaran Kodim 0817/Gresik akhir-akhir ini sangat padat sekali diantaranya Dandim kita juga melaksanakan Apel Dansat di Pasuruan, Giat Karya Bhakti Tri Wulan I segera dilaporkan, Giat RTLH segera diselesaikan, Giat Jambanisasi juga segera diselesaikan serta kegiatan TW I segera dibuat laporannya dan persiapan Giat TW II serta Semester I untuk segera dikerjakan, namun dengan banyak kegiatan kedepan, saya harapkan anggota jajaran Kodim 0817/Gresik agar tetap semangat “.

Kegiatan pembukaan Latnister ini diikuti oleh Kasdim 0817/Gresik Mayor Arh. Suwanto, Pasiopsdim Kapten Inf. Asrol beserta para Perwira Staf Kodim, Danramil jajaran, Babinsa dan Anggota jajaran Kodim 0817/Gresik.

Kegiatan berlangsung selama 5 (lima) hari tersebut diselenggarakan dengan mengundang Narasumber oleh Kasdim, Perwira Staf dan Danramil jajaran yang membawakan materi-materi sudah terjadwal dengan baik untuk kemajuan ilmu pengetahuan Teritorial satuan jajaran Kodim 0817/Gresik. (Pendim 0817).***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here