KEJAKSAAN AGUNG TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI RP 568 MILYAR INVESTASI PERTAMINA BLOK BASKES MANTA GUMMY AUSTRALIA TH 2009

0
940
Kejaksaan Agung sudah menetapkan 3 tersangka baru di kasus dugaan korupsi dalam kegiatan investasi Pertamina. Salah satunya ialah Mantan Dirut Pertamina Galaila Karen Agustiawan ( Foto/bumn.go.i )

Karen dianggap sebagai satu dari 50 wanita pelaku bisnis terkuat se-Asia versi majalah Forbes. Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan Karen sebagai tersangka baru dalam dugaan korupsi Blok Basker Manta Gummy Australia pada 2009 yang merugikan keuangan negara hingga Rp568 miliar.

JAKARTA, Media RJAWALISIBER – Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Karen Agustiawan ternyata sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Karen merupakan Dirut Pertamina periode 2009-2014.

Karen menjadi salah satu dari tiga tersangka baru dalam kasus korupsi terkait dengan investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009. Kejaksaan menaksir investasi itu merugikan keuangan negara sampai Rp568 miliar.

Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) menetapkan tiga tersangka baru, dalam kasus dugaan korupsi penempatan investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia. Kegiatan yang berlangsung tahun 2009 tersebut diperkirakan merugikan negara senilai Rp568 miliar

Ketiga tersangka itu adalah mantan petinggi PT Pertamina yakni, Karen Galaila Agustiawan selaku mantan Dirut, Genades Panjaitan selaku Chief Legal Councel and Compliance dan Frederik Siahaan selaku mantan Direktur Keuangan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, M Rum melalui siaran pers membenarkan penetapan ketiga tersangka tersebut. Ini berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka oleh Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13, 14 dan 15/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Kejaksaan menjerat mereka dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. “Sampai sekarang sudah 67 saksi diperiksa penyidik,” katanya.

Sebelumnya, Kejagung juga telah menetapkan BK, mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero), sebagai tersangka. Penetapan ini berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018 tanggal 23 Januari 2018.

Kasus itu berawal pada 2009. Ketika itu, PT Pertamina (Persero) melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian aset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia. Ini berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaanya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi. Ini dinilai tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi, yakni tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence.

Juga tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris, yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah USD 31.492.851. Ada juga biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah USD 26.808.244, tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT Pertamina (Persero). Ini dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional yang mengakibatkan kerugian keuangan negara cq. PT. Pertamina (Persero) sebesar USD 31.492.851 dan 26.808.244 dolar Australia atau setara dengan Rp568.066.000.000 menurut perhitungan Akuntan Publik.

Siapa sebenarnya sosok Galaila Karen Agustiawan sebagai tersangka baru dalam dugaan korupsi Blok Basker Manta Gummy Australia pada 2009 yang merugikan keuangan negara Rp568 miliar.Ia adalah mantan direktur utama PT Pertamina (Persero) yang dilantik 5 Februari 2009 silam. Ia menjadi perempuan pertama yang menempati posisi puncak di BUMN Migas tersebut sepanjang 51 tahun perusahaan migas pelat merah tersebut berdiri. Perempuan kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958, itu merupakan lulusan sarjana teknik fisika Institut Teknologi Bandung (ITB),

Karen memulai perjalanan karirnya di berbagai tempat di sektor migas, antara lain Mobil Oil Indonesia dan Halliburton Indonesia, masing-masing memimpin proyek departemen komputasi eksplorasi dan commercial manager.

Pada 2006, Karen bergabung di Pertamina menjadi staf ahli direktur utama Pertamina Ari H Soemarno. Dua tahun kemudian, Karen menjabat sebagai Direktur Hulu pada Maret 2008 menggantikan Sukusen Soemarinda. Belum genap setahun menjabat, Karen akhirnya menjadi bos Pertamina.

Sejumlah kebijakan diterapkan di perusahaan Migas terbesar di Indonesia tersebut, antara lain peningkatan lifting minyak mentah. Ia juga berambisi menjadikan Pertamina sebagai perusahaan energi kelas dunia pada 2025 mendatang. Ia berupaya melakukan kerja sama dengan PT PLN untuk pemakaian bio-etanol sebagai pengganti solar.

Karen dianggap sebagai satu dari 50 wanita pelaku bisnis terkuat se-Asia versi majalah Forbes. Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan Karen sebagai tersangka baru dalam dugaan korupsi Blok Basker Manta Gummy Australia pada 2009 yang merugikan keuangan negara hingga Rp568 miliar.Jefri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here