Kejari Manado Temukan Indikasi Korupsi Insinerator

  • Whatsapp

Media www.rajawalisiber.com – Kejaksaan Negeri Manado menemukan indikasi tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan lima insinerator atau pembakar sampah senilai Rp 11,5 miliar dari APBD 2019. ejaksaan Negeri Manado akan melibatkan ahli teknologi pembakaran sampah dan keuangan negara untuk mengusut ada tidaknya kerugian negara dalam dugaan korupsi pengadaan lima insinerator senilai Rp 11,5 miliar dari APBD Kota Manado 2019.

Indikasisi tindak pidana korupsi dengan dugaan kerugian uang negara terkait pelaksanaan proyek pengadaan mesin Incinerator di pemerintahan Kota Manado sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado.

Proyek yang berbandrol Rp 11,5 Miliar yang ditata dalam APBD Perubahan Kota Manado tahun anggaran 2019 itu berbuntut ke ranah hukum.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado, Maryono, SH.,MH, proyek yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado tersebut sesuai aduan masyarakat diduga terdapat kerugian uang Negara.

Maryono Menyampaikan sejumlah alat Incinerator yang tidak lain adalah tungku pembakaran untuk mengolah limbah padat, yang mengkonversi materi padat (sampah) menjadi materi gas, dan abu tersebut sedang ditangani pihaknya.

”4 Incinerator umum dan 1 khusus untuk medik sedang ditangani. Kejaksanaan Negeri Manado belum banyak memberikan banyak informasi. Kami mengakui ada pengaduan kepada kami. Dan masih dalam tahap penyelidikan, tahap lidik dan akan kami sampaikan waktunya. Untuk lebih jauhnya kami akan sampaikan ke umum,” ujar Maryono.

Maryono, SH.,MH, menambahkan bahwa pihaknya akan mengumumkan kelak pada waktunya siapa saja yang terlibat dan dinilai atas tindakannya menyebabkan kerugian uang Negara.

Maryono mengakui meski pandemi Covid-19, dirinya tengah memacu jajarannya yang menangani kasus tersebut untuk segera ditindaklanjuti secara baik dan benar adanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *