Kejari Mojokerto Menerima Pengembalian Kerugian Negara Dari Terdakwa Korupsi Normalissi Sungai

  • Whatsapp

Media www.rajawalisiber.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, menerima uang pengembalian kerugian negara dari terdakwa korupsi normalilasi sungai senilai Rp 1,03 miliar (satu miliar tiga puluh juta rupiah).

Meski uang tersebut dikembalikan, namun hal itu tak pengaruhi tuntutan ataupun vonis terhadap mantan Kadis PU Pengairan Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo yang saat ini masih menjalani proses persidangan.

Uang tersebut dikembalikan oleh keluarganya ke kantor Kejari Kabupaten Mojokerto.

Uang hasil kejahatan normalisasi sungai secara ilegal tersebut, akan disetorkan ke rekening instansi Kejari Kabupaten Mojokerto di salah satu bank milik BUMN. Selanjutnya uang tersebut akan masuk ke kas negara.

“Kami menerima pengembalian kerugian negara atas nama terdakwa Didik Pancaning Argo yang saat ini sedang ditangani di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kerugian negara yang dikembalikan Rp 1,03 miliar,” kata Hari .

Didik sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim dalam kasus normalisasi Sungai Landaian dan Sungai Jurang Cetot di Kecamatan Jatirejo dan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada akhir Desember 2019. Normalisasi 2 sungai tersebut berlangsung 2016-2017. Saat itu, Didik menjabat Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Mojokerto.

Pada saat normalisasi tengah berlangsung, Didik memerintahkan kepada para penggali untuk mengeruk bebatuan dari dua sungai tersebut. Saat itu Didik memerintahkan Faizal Arif dan Suripto untuk mengeruk bebatuan dari Sungai Landaian dan Sungai Jurang Cetot.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *