Kejari Pemalang Sebut Ada Kemungkinan Keterlibatan Pegawai Pabrik Gula, Kerugian Capai Rp 2,92 Miliar.

  • Whatsapp

Media www.rajawalisiber.com – Dua tersangka kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang sempat buron selama 6 tahun, tengah menjalani proses hukum. Kasus itu kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang. Kedua tersangka adalah RH (73) dan RS (53), yang menjabat ketua dan sekretaris Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Raksa Jaya Pemalang.

Haris Fadillah  selaku Jaksa Penuntut Umum Kejari Pemalang menuturkan, penyalahgunaan pupuk subsidi itu terjadi pada masa tanam tebu 2012- 2013 dan 2013- 2014.

Kedua tersangka bisa mendapatkan pupuk subsidi dari PT Petrokimia karena membuat rencana definitif kebutuhan kelompok tani fiktif, yang mana nama-nama petaninya adalah mandor PG itu sendiri. Bukan petani sungguhan. Sehingga pupuk yang mestinya diberikan untuk kelompok tani, justru diterima PG.

Sementara dari hasil audit investigasi pada 14 Juli 2014 sampai dengan 16 April 2015, BPKP Jawa Tengah menemukan kerugian negara untuk masa tanam tebu tahun 2012-2013 sebesar Rp2,92 miliar. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *