Kelenteng Fakong Thai Tie Mau Adakan Acara Sembahyang Tahunan ( Fah Kong Tan 09,28 ) 

Kabupaten Bangka Kepulauan Bangka Belitung, Media RAJAWALISIBER – Kelenteng adalah tempat ibadah penganut agama Konghucu. Di beberapa daerah, kelenteng disebut dengan istilah tokong, bio, am, pekong, toa pekong, thai pakkung, pakkung miau, shinmiau.
( Bupati Bangka Bapak Mulkan SH. MH. Dan Ketua DPRD Bapak Iskandar sidi. Camat Merawang Ibu Rismy Wira Madonna )
Kelenteng Fakong Thai Tie Miau sebagai tempat Sembahyang merupakan suatu bentuk kegiatan keagamaan yang menghendaki terjalinnya hubungan dengan Tuhandewa, atau kekuatan gaib yang dipuja, dengan melakukan kegiatan yang sembahyang.
Dan sembahyang dapat dilakukan secara bersama – sama atau perseorangan. Dalam beberapa tradisi agama, sembahyang dapat melibatkan nyanyian berupa himne, pembacaan naskah agama dengan dinyanyikan atau disenandungkan, pernyataan formal kredo, atau ucapan spontan dari orang yang berdoa.

Seringkali sembahyang dibedakan dengan doa, doa lebih bersifat spontan dan pribadi, serta umumnya tidak bersifat ritualistik. Meskipun demikian pada hakikatnya aktivitas ini sama, yakni sebuah bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhannya.

Kebanyakan agama menggunakan salah satu cara dalam melaksanakan ritual persembahyangannya. Beberapa agama meritualkan kegiatan ini dengan menerapkan berbagai aturan seperti waktu, tata cara, dan urutan sembahyang.

Ada juga yang menerapkan aturan ketat mengenai apa saja yang harus disediakan, misalnya benda persembahan atau sesajen, serta kapan ritual itu harus dilakukan. Sementara beberapa pandangan lainnya memandang berdoa atau bersembahyang dapat dilakukan kapan saja, oleh siapa saja.

Di pulau Bangka, kelenteng lebih dikenal dengan nama toappekong.  Ciri khas dari Kelenteng atau Toappekong adalah bangunannya bernuansa arsitektur Tionghoa yang sangat kental, dengan altar persembahan kepada Dewa-Dewa di dalamnya, serta patung Singa di beranda depan.
 
 
Di pulau Bangka dapat ditemukan beberapa kelenteng / Toappekong tua dan indah yang berusia ratusan tahun, terutama kota yang dahulunya pernah menjadi pusat penambangan timah,
Acara tahunan ( Fah Kong Tan 09,28 ) Sembahyangan di Kelenteng Fakong Thai Tie Miau, berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan berlangsung hikmad,
Sebagai Tuan Rumah Ng Kim Khin di Batu Tungal / ngian Hin banyak banyak mengucapkan Terimakasih kepada Bupati Bangka Bapak Mulkan SH. MH. Dan Ketua DPRD Bapak Iskandar sidi. Camat Merawang Ibu Rismy Wira Madonna. Dan Kades Riding Panjang Bapak Ucha Patoredi. 
 
Yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir di acarah tahuna Sembayangan ( fah kong tan 09,28) Batu Tunga / Ngian hin, Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang. Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *