KEMANG PRATAMA DI SINYALIR CAPLOK LAHAN WARGA

Bekasi Jawa Barat, Media RAJAWALISIBER – 03/09/2019, Media RAJAWALISIBER – Dengan adanya pengeplangan di atas tanah yang berlokasi diperumahan Kemang Pratama, seluas kurang lebih 1,8 Hektar oleh beberapa ahli waris dari Lemban Bp.Lepah, menjadi panjang beberapa kejadian kejadian yang kurang bertanggung jawab dari pihak pengembang dan oknum pemeritahan wilayah terutama wilayah Desa atau Kelurahan setempat dalam pembelian atau pembebasan sehingga menimbulkan kerugian atas hak para ahli waris, Seperti yang di temui oleh Awak Media saat ini.

Dalam wawancara singkat kepada Rajawali Siber Ardi Wijaya selaku kuasa hukum dari ahli waris mengatakan ” bahwa pihak ahliwaris sudah melayangkan surat somasi kepada Kemang Pratama, tetapi tidak ada jawaban dan hanya di pingpom saja bahwa Kemang Pratama masih menginduk ke Pt Cipta Bangun Persada, setelah dikonfirmasi ternyata beda jawabanya.


Dan dari pihak Ketua RW setempat coba memediasikan denga pihak ahi waris dan akan menyampaikan ke pihak Kemang Pratama tetapi tidak ada tanggaan juga dan Kami pun melakukan Pengepalan.
Dan ini berindikasi bahwa pihak Kemang Pratama menganggap sepele dan tidak ada itikad baik dalam penyelesaian masalah ini, tegasnya.
Lanju Ardi” karena tidak ada tanggapan dari pihak Kemang Pratama maka Kami melakukan Pengeplangan karena menurut kami ini adalah masih hak kami, pungkasnya.di rangkum dari penjelasan Kuasa Hukum dengan data yang ada sebagai berikut :l
Data data girik Lemban bp Lepah
1.Girik c nomor 387 a/n Lemban bp Lepah thn 1958.
2.KP 41 yg dikeluarkan oleh Kepala Ipeda pada thn 1958
3.Tupi atau pajak Ipeda tahun 1958
4.PBB tahun 1997/1998 atas nama Lemban Lepah
5.Surat Keterangan Persil dri Dispenda seluas 51.260 M2 atas nama Lemban Lepah

Resume Perkara

1.Bahwa Lemban bp lepah memiliki sebidang tanah yang terletak di Desa Ladjung Sari, Kecamatan Bekasi Kabupaten Djatinegara yang sekarang sudah berubah menjadi jelurahan Sepanjang Jaya Kecamatan Bekasi Timur Kota Madya Bekasi dengan C Desa tercatat nomor 387 terbagi menjadi 4 persil seluas 51.260 M2,menurut catatan yang ada girik tersebut blm pernah dijual belikan atau dipindah tangankan kepada pihak manapun,
2.Bahwa Lemban bp Lepah menurut catatan yg ada, menikah dengan wanita bernama lepah dan tidak pernah bercerai sampai meninggal.Dan dikarunia dua orang anak bernama
Sa’anih
Sa’anah
dan menurut catatan yg ada Lemban tidak pernah menikah lagi selain dengan Lepah
3.Bahwa anak pertama Lemban Sa’anih tidak pernah memiliki keturunan
4.Bahwa anak kedua Lemban Sa’anah menikah dengan Menin memiliki keturunan:
1.Kimit
2.Wadih
3.Wahid
4.Menih
5.Idris
6.Suaeb
7.Jamhari
8.Mursalih
Keturunan dari Sa’anah binti Lemban saat ini yg masih hidup adalah : Wadih dan Mursalih.

Duduk perkara
Bahwa pada tahun kurang lbh 1987, Pengembang Kemang Pratama yg mengatas namakan Pt.Cipta Bangun Persada, membangun sebuah Perumahan di wilayah Desa Sepanjang Jaya Kecamatan Bekasi Timur, yang bertepatan dengan Persil dan lokasi tanah Lemban bp Lepah dengan dasar pembelian dari C Desa yang bukan C Desa Lemban bp Lepah dri penjualan yg mengaku keturunan atau waris Lemban bp Lepah. Sementara waris dari Lemban bp Lepah tidak mengetahaui sama sekali atas penjualan tersebut.
Bahwa pada tahun 2005 s/d tahun 2012 terjadi sengketa dan gugatan atas tanah tersebut antara waris lemban bp Lepah dari keturunan Sa’anah binti Lemban dengan Kemang Pratama.
Bahwa pada saat ini lahan Lemban bp Lepah sebagian sudah dibangun rumah dan tersisa sekitar 18.000 M2 yang di akui sudah dibeli oleh Kemang Pratama, dari waris Lemban bp Lepah. Sementara pihak waris Lemban bp Lepah blm pernah merasa menjual tanah tersebut kepada pihak manapun.

Bahwa saat ini dari pihak waris Lemban Lepah menuntut pihak Kemang Pratama, atas lahan tersebut dengan menduduki lokasi, karena beberapa kali pihak kemang di coba untuk menyelesaikan persoalan tersebut tidak pernah menanggapi, dalam arti tidak pernah menemui pihak kuasa hukum dri waris Lemban bp Lepah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kesimpulan
1.Jika lahan tersebut memang pihak Kemang Pratama mutlak milik Kemang Pratama, mengapa dari tahun 2002 hingga sampai saat ini msh kosong tidak dibangun.
2.Mustahil jika perusahaan sekelas Kemang tidak mampu membangun lahan kosong tersebut. Dengan kredibilitas perusahan yg mengatas namakan Pt.Cipta Bangun Persada.
3.Pembangunan yang sudah terjadi dilakukan pada saat perkara” hukum sedang berlangsung dengan pihak waris Lemban bp lepah jadi bisa jadi ada permainan dengan pejabat, dan aparatur yg berwenang saat itu.
3.Girik yg menjadi dasar transaksi tersebut, bukan dari petikan Girik induk nomor 387 atas nama Lemban bp Lepah yg sampai saat ini dalam surat aslinya belum pernah dipetik atau di pindah tangan kan kepada pihak manapun.
4.Jika memang pihak waris Lemban bp Lepah yang menjual lahan tersebut, kenapa terjadi perkara dari seluruh kubu atau pihak waris Lemban Lepah kepada Kemang, jelas disitu ada unsur atau indikasi permainan dan manipulasi data oleh pejabat ,dan aparatur terkait saat itu.
( SS & Away)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *