KOMISARIS PT ENK DI TETAPKAN KPK SEBAGAI TERSANGKA SUAP MANTAN KETUA DPRD KOTA MALANG

0
846

“HM (Hendarwan Maruszaman) Komisaris PT ENK , ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Pusat,”

Media Rajawali Siber ,Jakarta- Untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015, pada hari ini (22/1/2018) penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya hukum penahanan terhadap tersangka Hendarwan Maruszaman (Komisaris PT ENK) untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Polres Jakarta Pusat.Selasa 23 Januari 2018

Setelah KPK telah menetapkan Hendarwan Maruszaman sebaga tersangka. Hendarwan Maruszaman selaku Komisaris PT ENK diduga memberi hadiah atau janji kepada tersangka Moch Arief Wicaksono mantan Ketua DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019 agar menganggarkan kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD Pemkot Malang TA 2016 pada tahun 2015 dengan total anggaran sekitar Rp 98 miliar yang dikerjakan secara multi years tahun 2016 – 2018.

Atas perbuatannya, Hendarwan Maruszaman disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

“HM (Hendarwan Maruszaman) Komisaris PT ENK , ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Pusat,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ,Senin (22/1/2018)

Hendarwan diduga memberi suap terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD Pemkot Malang tahun anggaran 2016 pada 2015. Suap itu diduga berjumlah Rp 250 juta.

Dan untuk Moch Arief Wicaksono telah diumumkan sebagai tersangka dalam dua kasus. Kasus pertama, Arief disangka menerima Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistiyono selaku Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemerintah Kota Malang pada 2015 terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2016

Sedang untuk kasus kedua, Arief disangka menerima Rp 250 juta dari Hendarwan Maruszaman. Suap terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dengan nilai proyek Rp 98 miliar dalam APBD Pemkot Malang tahun anggaran 2016 pada 2015,Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here