KPPI Mulai Penyelidikan Tindakan Pengamanan Perdagangan Atas Lonjakan Volume Impor Barang Evaporator

Jakarta Indonesia, Media RAJAWALISIBER- 13 Juni 2019 – Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) menetapkan dimulainya penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas lonjakan volume impor barang evaporator terhitung mulai tanggal 12 Juni 2019.

 

Penyelidikan tersebut dilakukan berdasarkan atas permohonan PT. Fujisei Metal Indonesia pada 15 Mei 2019 lalu, selaku industri dalam negeri yang memproduksi barang evaporator.

“Berdasarkan bukti awal pemohon, KPPI menemukan adanya lonjakan volume impor barang
evaporator dan indikasi awal mengenai kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang
dialami industri dalam negeri,” ujar Ketua KPPI Mardjoko.

Kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari beberapa indikator kinerja
industri dalam negeri selama periode empat tahun terakhir. Indikator tersebut antara lain meningkatnya kerugian, menurunnya volume produksi dan penjualan domestik, menurunnya
kapasitas terpakai, berkurangnya jumlah tenaga kerja, serta menurunnya pangsa pasar industri
dalam negeri di pasar domestik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam empat tahun terakhir (2015—2018) volume impor
barang evaporator terus meningkat dengan tren sebesar 8,56 persen. Volume impor selama
empat tahun terakhir masing-masing sebesar 2.911 ton, 3.407 ton, 4.594 ton, dan 3.465 ton
dengan rata-rata kenaikan sebesar 3.300 ton per tahun.

Negara asal impor barang evaporator antara lain China, Thailand, Korea Selatan, dan Singapura.
Impor barang evaporator terbesar berasal dari China dengan pangsa impor rata-rata per tahun
sebesar 91,80 persen, diikuti Thailand 5,41 persen, Korea Selatan 1,20 persen, serta Singapura
1,18 persen.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *