Kuasa Hukum H.Khozin Barkawi “Siap Gugat Dan Meminta Kades Sukamanah mengawasi Dan Mengosongkan Lahan

  • Whatsapp

Sukatani Kab.Bekasi – Pasca keputusan mediasi yang ke dua antara Pihak pihak yang mengaku dan mengklaim lahan seluas kurang lebih 7,1 hektar di wilayah Desa Sukamanah, tepatnya di Kp.Elo Rt 03/03 Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani Kab.Bekasi.Mediasi yang kedua di gelar di Aula Kantor Desa Sukamanah pada hari Senin 07/09/2020.

Dalam mediasi tersebut di saksikan pejabat Muspika setempat, saksi Sekdes lama dan para undangan dari masing masing pihak.

H.Jajuli Sulaeman Kepala Desa Sukamanah membeberkan Kronologis dan latar belakang lahan tersebut, serta meminta kepada masing masing pihak yang mengaku untuk menjaga kodusifitas dalam mediasi serta saling menjelaskan Kronologi kepemilikan dari awal tentangn Objek lahan yang di sengketan saat ini, dalam penjelasan nya di hadapan para pihak yang bermediasi, papar Jajuli Sulaeman yang lebih di kenal dengan nama Lurah Goler.

Hasil mediasi yang kedua tersebut tertuang dalam berita acara yang di tandatangani Kepala Desa Sukamanah Jajuli Sulaeman Abdas. S. AB.

Dinas Pertanian Kab.Bekasi sendiri sudah dua kali kali tidak hadir alias mangkir padahal undangan secara resmi sudah di layangkan pada tanggal 03/09/2020.

Ardiwijaya selaku kuasa dari H.Khozin Barkawi saat di hubungi,Selasa 08/08/2020, melalui telpon seluler mengatakan kepada wartawan ” setelah adanya hasil mediasi yang kedua tingkat Desa dengan berita acara terlampir, dimana di situ dinyatakan bahwa tanah tersebut mutlak menjadi subjek sengketa atas kepemilikannya dan di tambah dengan tidak hadirnya Dinas Pertanian yang kedua kalinya, yang secara langsung mempertegas semakin tidak jelasnya dasar kepemilikan dinas pertanian”, tutur nya.

Lanjut Ardiwijaya, Saya selaku kuasa dari H.Khozin Barkawi akan menempuh langkah langkah hukum
1.Meminta kepada Kantor BPN Kabupaten Bekasi untuk membatalkan dalam bentuk apapun hak dari Dinas Pertanian Kab.Bekasi jika memang ada, jika tidak atau dalam proses saya akan meminta dengan tegas pembatalan prosesnya dalam bentuk apapun.

2.Meminta Pihak Desa Sukamanah untuk mengosong kan objek lahan yang di sengketakan dalam arti tidak kegiatan dalam bentuk apapun di atas lahan sengketa sampai status kepemilikannya jelas dan sah di mata hukum.

Jika pengosongan dan aktivitas diatas lahan sengketa tidak di lakukan, Kami akan tempuh jalur hukum bagi siapa saja yang memanfaatkan objek lahan tersebut dalam bentuk apapun sampai jelas dan sah ada keputusan dari pengadilan, tidak terkecuali siapapun orangnya sesuaikan kesepakatan yang sudah di gelar di Balai Desa Sukamanah yang di tuangkan dalam berita acara mediasi, Pungkas Ardiwijaya.
(SS/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *