NEYSIA MURID SD NEGRI 14 PANGKALPINANG BUTUH BANTUAN DINAS KESEHATAN BANGKA BELITUNG

“Dokter mengatakan ada alternatif lain menyelamatkan kaki Neysa, yaitu pengobatan di RSCM tetapi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Meskipun selama ini pembiayaannya ditanggung BPJS tetap saja biaya ke sana tergolong besar. Sejauh ini, saya masih melakukan terapi obat yang diberikan dokter dan mencoba sejumlah pengobatan tradisional,”

Media Rajawali Siber ,Pangkalpinang (Bangka Belitung)-Neneng Ibu dari Neysia Erwindi (12) tidak mampu menahan air matanya karena buah hatinya tidak bisa berjalan lagi dikerenakan ada Tumor yang menggerogoti kaki sebelah kiri siswi SD Negeri 14 Pangkalpinang ini membuat dirinya mengubur impiannya untuk menyaksikan Sang Putri mengejar cita-citanya,karena keluarga kekurangan biaya untuk berobat,Selasa 16 Januari 2018

Saat team Media menemui Neysa mengenakan pakaian berwarna biru duduk memanjangkan kakinya.terlihat jelas Pembengkakan yang ada dikaki kirinya bahkan tubuhnya anak itu kian mengurus. Melihat kondisi putrinya Neneng merasa pilu dan berulang kali menitiskan air mata. Bagi Neneng, amputasi bukan satu-satunya jalan yang harus ditempuh

Ketika Neneng mendengarkan buah cintanya bersama Sang Suami, Erwin (31) divonis mengidap tumor ganas. Ia tak bisa mehanan tagisnya terseduh, marah, emosi, kekecewaan, dan kesedihan itu bercampur jadi satu. Saat itu, gelap dunia ini bagi ibu dua anak tersebut,di tambah lagi ada ucapan amputasi yang keluar dari mulut seorang Dokter.

“Namanya orang tua mendengar seperti itu, rasa mau pingsan, kecewa, kesal, mau marah bingung sama siapa, pokoknya serba salah. Saya bingung harus berbuat apa untuk Neysia, apalagi kami orang tidak mampu sedangkan orang punya uang belum tentu bisa menanggung penyakit itu. Apalagi seorang gadis kecil yang masih menginjak bangku SD seperti Neysia,” ujar Neneng

Awal ketika Neysa mengeluhkan letih setelah mengikuti latihan drum band untuk merayakan HUT RI. Putrinya merasa pegal di area kaki,orang tuanya menganggap itu sesuatu hal yang biasa di bawalah Neysa ketempat pijat tradisional.Lalu, beberapa hari kemudian setelah di pijat terjadi pembengkakan di kakinya dan kami langsung dibawa ke puskemas terdekat

“Awalnya dikira ada urat menggumpal dan diberikan obat, serta vitamin. Tak kunjung ada perubahan akhirnya di bawa ke Dokter. Setelah beberapa kali pengobatan tetapi tidak terdapat kemajuan akhirnya dirujukan ke Rumah Sakit Bakti Timah,” jelas Neneng

Setelah melakukan tes darah, ronsen, dan lain-lain ditemukan benjolan di kaki sebelah kiri Neysa. Dokter pun menyarankan dilakukan citi screen, hanya saja biayanya yang mencapai Rp. 500.000,- membuat Neneng harus menghentikan pengobatannya. Ia pun memutuskan kembali ke RSBT dan mendapatkan bantuan citi screen di sana.

Pasca citi screen dilakukan, dokter mengatakan Neysa terkena tumor ganas dan harus diamputasi sebab kondisinya sudah parah. Neneng menyampaikan, menurut dokter saat ini kaki Neysa masih bisa merespon tetapi belum tentu selanjutnya.

“Dokter mengatakan ada alternatif lain menyelamatkan kaki Neysa, yaitu pengobatan di RSCM tetapi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Meskipun selama ini pembiayaannya ditanggung BPJS tetap saja biaya ke sana tergolong besar. Sejauh ini, saya masih melakukan terapi obat yang diberikan dokter dan mencoba sejumlah pengobatan tradisional,” kata Neneng Warga Pangkal Arang Kecamatan Ketapang itu berharap uluran tanggan pemerintah dan masyarakat Bangka Belitung untuk berkenan membantu pengobatan Neysa. Ia sangat ingin mewujudkan cita-cita buah hatinya melanjutkan SMP ke pondok pesantren demi menggapai impiannya menjadi seorang guru atau ustadza. Ia bersama suami akan berusaha sekuat tenaga dan bekerja keras untuk masa depan putrinya.

Bagi yang berkenan menyalurkan bantuannya kepada Neysa bisa menghubungi Ibu Neneng Nurlela atau lewat pemerintahan setempat.Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *