Operasi Gabungan TNI POLRI Berhasil Ciduk Oknum Polisi Bersenjata Api Organik TNI

0
502

Operasi dipimpin oleh Wakapolsek Cakung didampingi Kasubgar 0505/Jakarta Timur Mayor Sus. Bikner Marbun SH., MH. Jakarta Timur

Jakarta, Media RAJAWALISIBER- Diduga membekingi lahan tanah sengketa keluarga Almarhum Ismayadi di wilayah Cakung Timur, seorang oknum polisi bernama Brigadir Murtopo anggota polsek cilincing diciduk operasi gabungan TNI-POLRI (Rabu, 13 Juni 2018).

Operasi dipimpin oleh Wakapolsek Cakung didampingi Kasubgar 0505/Jakarta Timur Mayor Sus. Bikner Marbun SH., MH. Jakarta Timur.

Operasi Gabungan TNI-POLRI ini digelar karena ada laporan masyarakat terkait dugaan kuat keterlibatan oknum TNI dan Polri yang membekingi lahan tanah sengketa keluarga Almarhum H. Ismayadi.
Dari hasil BAP di Polsek Cakung rupanya benar terdapat oknum polisi yang seharusnya bertugas di Polsek Cilincing Jakarta Utara namun malah “bertugas” menjaga lahan sengketa tanah milik Almarhum Ismayadi di wilayah Polsek Cakung Jakarta Timur yang bukan merupakan wilayah tugasnya atas perintah Ade Aryudi yang merupakan buronan dari Polres Jakarta Timur dalam perkara pemalsuan dokumen (pasal 263/266) yang sedang dalam penanganan kasusnya.

“Saya sedang bertugas untuk menangkap TO disini Pak, atas perintah haji Ade Aryudi, dan saya membawa surat tugas dari atasan saya di polsek cilincing,” Ujarnya kepada Tim Gabungan TNI-POLRI yang datang ke lokasi untuk menangkap dirinya.

Setelah diperiksa rupanya surat tugas tersebut sudah kedaluarsa, dan yang parahnya oknum polisi ini membawa bawa senjata api jenis FN kaliber 22 yang merupakan senjata organik TNI dan dipakai untuk mengancam orang orang yang masuk ke lokasi tanah sengketa tersebut seperti yang dilakukannya juga untuk mengancam wartawan yang meliput di lokasi (Rabu, 13 Juni 2018).

Saat sebelum ditangkap, Murtopo sempat memberi perintah kepada anak buahnya yang ikut menjaga lokasi agar menggembok pintu pagar sehingga ada 8 orang terperangkap di dalam lokasi lahan sengketa tersebut dan mengintimidasinya dengan mengatakan “Saya tidak takut dengan jenderal jenderal, apalagi kalian wartawan yang telah melaporkan saya ke propam, kalian akan saya laporkan ke polsek cakung agar tidak bisa ikut lebaran,”Gertaknya kepada orang orang termasuk wartawan yang meliput kejadian ini karena memang sudah berkoordinasi dengan pihak aparat untuk melakukan kegiatan peliputan sehingga saat itu berada di TKP sambil mengokang senjata api FN kaliber 22,” Kalian telah mengusik dapur saya,”.

Operasi berlangsung singkat, setelah disita senjata apinya langsung oknum polisi ini dibawa ke polsek cakung untuk di BAP. Namun karena dia ternyata oknum polisi anggota polsek cilincing maka BAP selanjutnya dilakukan di Divisi Propam Polres Jakarta Utara.

Secara terpisah Pjs. Kasi Propam Polres Jakarta Utara AKP Gampang menyatakan,”Hal ini merupakan masalah dalam internal kami, dan kita akan tindaklanjuti kasus ini secara serius, nanti akan kita masukkan ke dalam sel khusus dan saya gundulin kepalanya,”Ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi apakah yang akan dilakukan Propam Polres Jakarta Utara terkait penangkapan oknum polisi yang termasuk anggotanya.

Kasubgar 0505/Jakarta Timur Mayor Sus. Bikner Marbun SH., MH. Jakarta Timur sangat mengapresiasi kegiatan operasi gabungan TNI-POLRI semacam ini. Sinergitas yang positif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa berdiri sendiri sendiri, untuk itu TNI-POLRI akan terus bekerja sama membangun sinergi yang positif. Upaya upaya semacam ini akan lebih meningkatkan soliditas kedua institusi ini. Dan terkait penemuan senjata api milik TNI yang digunakan oleh oknum polisi yang kami tangkap hari ini harus terus diusut. Karena senjata api milik TNI yang bisa digunakan oleh seorang oknum polisi menjadi petunjuk dugaan kuat adanya keterlibatan anggota TNI,”Pungkasnya.*** (Team PWRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here