PENYIDIK PIDANA KHUSUS KEJARI GRESIK PERIKSA 24 SAKSI UNTUK LACAK ALIRAN DANA OTT BPPKAD KABUPATEN GRESIK 

0
341
Gresik Jawa Timur, Media RAJAWALISIBER-Penangkapan Sekretaris BPPKAD Pemkab Gresik M. Muhtar dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, bulan lalu bakal menyeret sejumlah pejabat yang masih aktif maupun yang sudah pensiun di daerah kabupaten Gresik.
 
Penyidik Kejari Gresik saat ini melacak rekam jejak pejabat-pejabat yang ikut menerima aliran dana haram tersebut. Selain itu, turut pula diperiksa yakni ajudan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati HM Qosim yang masing-masing berjumlah dua orang.

Informasi yang di dihimpun team Investigasi RAJAWALISIBER dari sumber yang bisa dipertanggung jawabkan menjelaskan ,“ untuk sementara ini yang diperiksa baru 19 Orang rencana ada 24 Orang yang bakal diperikasa,untuk hari ini Pejabat yang diperiksa Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya (Mantan Kepala BBPKAD), Asisten III Tursilo, Kepala Badan Kepegawaian Desa (BPK) M. Nadlif, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Edy Hadisiswoyo, dua ajudan Bupati yakni Erik dan Arip, serta dua ajudan Wabup yakni Rangga dan Subeki,” ujar sumber di Kejari, Selasa (19/3).

 

Kajari Gresik Pandoe Pramoe Kartika membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan ini terkait adanya dugaan aliran dana dalam kasus OTT yang dilakukan tim kejari di kantor BPPKAD Gresik pada 14 Januari 2019 lalu,

Kajari Gresik Pandoe Pramoe Kartika ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Dia mengatakan, pemeriksaan kali ini terkait adanya dugaan aliran dana dalam kasus OTT yang dilakukan tim kejari di kantor BBPKAD Gresik pada 14 Januari 2019 lalu.

 

“Saya baru datang dan belum melihat hasil pemeriksaan. Yang jelas, pemeriksaan ini ada kaitanya dengan dugaan aliran dana sesuai hasil pemeriksaan tersangka dan saksi, dalam kasus OTT di kantor BBPKAD lalu,” kata Pandoe Pramoe Kartika lewat kontak telfonnya, Selasa (19/03/2019).

 

Para pejabat yang dipanggil ini, lanjut Pandoe, nantinya akan dimintai keterangan dan dikonfrontir (dicocokkan keterangan) dengan mempertemukan tersangka Mukhtar. “Saat dikonfrontir nanti, kira-kira sesuai gak dengan keterangan yang disampaikan oleh tersangka dan saksi,” paparnya.

 

Disinggung terkait kemungkinan adanya penambahan tersangka baru, Pandoe menegaskan belum berani menyimpulkan. “Kita hanya melacak kemana aliran dana itu sampai dimana. Siapa yang ikut menerima dan berapa jumlahnya. Kalau penambahan tersangka baru, kayaknya masih cukup jauh,” tegasnya.

 

Oleh karena itu, Pandoe pun berharap kepada wartawan untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan secara keseluruhan. “Yang diperiksa ini kan cukup banyak jadi butuh waktu. Tunggu tanggal mainnya saja,” tegasnya.

 

Sebelumnya, tim pidsus Kejari Gresik periksa 14 orang. Kali ini kembali melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 10 jam itu, terdiri dari mantan pejabat, staff BPPKAD, ajudan Wakil Bupati dan Bupati Gresik. Diduga turut menerima aliran dana potongan insentif di BPPKAD.

 

Bukan hanya itu, mantan Kaban PPKAD Yetty Sri Suparyati dan Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya juga ikut kembali diperiksa.

 

Mereka diperiksa bersama asisten III Tursilo, Kadis BKD Nadhif, mantan Kabag Hukum Edy Wahyu Santosa, Kabag Hukum Nulailie, dan mantan Sekban Agus pramono.

 

Ke 19 orang yang diperiksa, semuanya di konfrontir dengan tersangka M. Muchtar, tentang aliran dana pemotongan jasa insentif.

 

Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto membenarkan. Benar hari ini ada 19 orang yang diperiksa.  Menurutnya, dari 19 orang saksi yang diperiksa, sebagian wajah lama yang pernah diperiksa.

 

“Ada penambahan saksi yang kami periksa. Diantaranya mantan kabag hukum Edy Wahyu Santosa, empat ajudan Wabup dan Bupati serta beberapa staff BPPKAD,” jelasnya.

 

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari bukti aliran dana potongan insentif yang dikeluarkan.

 

“Pemeriksaan ini, sifatnya konfrontir dengan tersangka. Tujuannya, agar singkron antara bukti aliran dana ke para saksi yang menerima aliran dana tersebut,” tegasnya.

 

Para saksi tidak satupun yang memberikan komentar saat setelah diperiksa oleh tim pidsus Kejari Gresik. Ke 19 saksi tersebut semuanya bungkam, dan berlarian saat awak media mencoba meminta komentar pada para saksi.Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here