Perayaan HUT RI Ke-74 di RT.03 RW.12 Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik

Gresik Jawa Timur, Media RAJAWALISIBER- Setiap tanggal 17 Agustus hampir dipastikan semua warga Negara Indonesia meriahkan dengan berbagai acara hiburan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Perayaan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) menjadi pesta terbesar tahunan yang diselenggarakan berbagai komponen bangsa, mulai dari tinggat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Desa/Kelurahan, sampai ke tingkat Pusat.

Biasanya acara seremonial perayaan HUT RI selalu dimulai dengan upacara bendera yang dilaksanakan tepat pada tanggal 17 Agustus. Semua instansi pemerintah wajib melaksanakannya, baik yang ada di dalam negeri, maupun di luar negeri. Perayaan tingkat pusat biasanya diselenggaraan di istana Negara dan dipimpin oleh Presiden

Berbagai macam acara hiburan dibuat oleh panitia perayaan HUT RI. Salah satu acara yang jarang dilewatkan adalah panjat pinang. Namun, karena keberadaan pohon pinang semakin langka, maka lambat laun kegiatan semacam ini mulai terkikis. Hanya sebagian saja warga masyarakat yang masih melakukannya.

Sebelum melaksanakan acara seremonial, masyarakat umumnya menyelenggarakan beragam even lomba yang bertemakan kemerdekanaan. Berbagai hadiah menarik diperebutkan, mulai dari hadiah sederhana berupa barang dan uang senilai ratusan ribu rupiah, sampai hadiah uang bernilai ratusan juta rupiah.

Usai upacara bendera dan sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan acara hiburan dan ramah tamah. Kemudian diakhiri dengan parade berbagai unsur masyarakat dengan berkeliling kota atau kampung. Begitulah acara yang rutin dilakukan masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun dan menjadi hiburan gratis semua kalangan.

Selain  itu, hampir dipastikan setiap daerah selalu mengadakan acara panggung hiburan, mulai dari tingkat Kabupatan/kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, sampai ke tingkat RW. Biasanya level bawah yang mengadakan acara ini hanya sampai tingkat RW, jarang ada RT yang menyelenggarakannya sendiri. Mereka melakukannya selepas tanggal 17 Agustus, tetapi masih pada bulan yang sama. Namun, karena sesuatu dan lain hal, ada juga sebagian kecil yang pelaksanaannya dilakukan pada bulan September.

Acara di level bawah ini umumnya menggelar acara panggung gembira yang dilaksanakan oleh warga setempat. Boleh dibilang acara ini bersifat internal dari warga untuk warga. Salah satu kegiatan agustusan yang sempat penulis liput ini adalah kegiatan agustusan di RT 03 RW 12 Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Minggu pagi (25/08/2018).

Menurut Agus Matori Ketua RT.03 RW.12 Desa Yosowilangun, Manyar, Gresik, sebenarnya kegiatan memperingati hari kemerdekaan RI di RW-nya sudah direncanakan dan akan dilaksanakan pada tanggal 1 September 2019. Diadakan juga lomba lingkungan hidup tingkat RW.12 Saat itu warga RT.03, terutama ibu-ibu ikut berpartisipasi menampilkan seni membuat pernak-pernik dari barang bekas dan sampah untuk menghias lingkungan dengan tema kemerdekaan. Hal inilah yang mendorong warganya secara bahu membahu ingin menyelenggarakan acara sendiri agar mereka semua bisa unjuk kebolehan menampilkan hasil kreasinya.

“Dari tahun ke tahun lalu RT kami memang selalu menyeleggarakan acara Agustusan sendiri. Kini ibu-ibu dan anak-anak juga minta agar diadakan lagi seperti tahun-tahun dulu. Mereka ingin sekali menampilkan hasil kreasi mereka dihadapan warga,” ujar Agus

Biasanya kalau masyarakat ingin mengadakan sebuah kegiatan, pasti dibentuk sebuah kepanitiaan. Namun, jangan samakan kebiasaan masyarakat lain dengan warga di RT.03 RW.12 Desa Yosowilangun ini. Mereka sama sekali tidak membentuk panitia secara formal. Mereka hanya bekerja bahu membahu dan kompak, saling bersinergi antara warga satu dengan lainnya. Sesuatu yang jarang terjadi di zaman modern seperti ini.

“Kami sudah tahu apa yang harus dilakukan. Semua warga berusaha membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Misalnya dalam pencarian dana, kami tidak mencari keluar. Semua dilakukan dengan cara mendatangi rumah warga satu persatu secara langsung. Secara spontan warga memberikan sumbangannya. Ada yang menyumbang uang, ada juga yang menyumbang material seperti makanan, minuman, dan lain-lain,” ujar Agus

Agus kembali menjelaskan bahwa persiapan untuk mengadakan acara hiburan dalam rangka perayaan HUT RI ke-74 di kampungnya hanya memakan waktu dua minggu. Semua dilakukan secara spontan, mengalir apa adanya. Warganya benar-benar kompak dan mudah diatur, sehingga semuanya berjalan dengan lancar.

“Biaya penyelenggaraan kegiatan kami tidak terlalu besar kok. Cuma sebesar tiga juta seratus ribu rupiah,” papar Agus

Setiap orang pasti memiliki definisi sendiri dalam memahami makna kemerdekaan. Begitu juga dengan Ketua RT.03 RW.12 Desa Yosowilangun Manyar Gresik ini. Menurut Agus Matori, ada tiga macam makna kemerdekaan. Pertama, menumbuhkan jiwa gotong royong dengan cara bersama-sama komponen masyarakat dalam membangun daerahnya. Membangun bukan cuma memerbaiki sarana fisik semata, melainkan juga membangun manusia seutuhnya.

Kedua, berterima kasih kepada para pahlawan dan syuhada yang telah mengorbankan jiwa raga mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan. Apa yang diperoleh sekarang merupakan hasil jerih payah para pejuang kemerdekaan. Oleh sebab itu sudah sepantasnya kalau generasi sekarang dan generasi selanjutnya tidak boleh melupakan jasa para pahlawan. Seperti kata founding father kita – Presiden Soekarno. Beliau pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Ketiga, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selalu terjaga. Caranya adalah saling harga-menghargai sesama anak bangsa, tanpa membedakan asal-usul, suku, ras dan agamanya. Semua sama dimata hukum dan sama-sama berhak untuk mengembangkan talenta yang ada dalam dirinya dalam rangka ikut membangun Indonesia.

Agus Matori berpesan kepada warga yang ada di daerahnya agar mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai kegiatan yang positif, kreatif, dan inovatif.

“Lingkungan kita ini pernah mewakili Desa Yosowilangun untuk dilombakan tingkat Kabupaten karena memang kebetulan berdekatan dengan fasilitas umum seperti taman yang dipenuhi dengan tanaman toga sebagai obat-obatan, tempat bermain anak-anak dan tempat olahraga. Setiap rumah juga diwajibkan menanam tanaman toga dan ada juga biofori”. Agus menyampaikan

Dalam lomba lingkungan tingkat RW pun warga bergotong royong membangun menghias lingkungan dengan memasang bendera umbul-umbul, lampu hias, pernak pernik gantungan seni hias, penghijauan dan terutama kebersihan disetiap rumah.

“Kami warga RT.03 sudah bekerja semaksimal mungkin membangun lingkungan hidup dengan kekompakan warga, dan sudah dinilai oleh juri. Masalah menang kalah itu nomer terakhir,kemenangan utama adalah lingkungan kita asri dan warganya rukun. RT.3 Bersama Kita Bisa.” Ujar Agus

Salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu oleh warga adalah acara internal RT.03 yang terselenggaranya dihari minggu 25 Agustus 2019. Akan digelar panggung gembira yang di isi dengan acara hiburan. Diawali dengan jalan santai dimulai pukul 06.30 dilanjutkan dengan sarapan bersama dengan menu soto dan buah-buahan yang sudah dihidangkan dan dilanjutkan dengan acara orkes dangdut serta undian berhadiah/doorprice dengan hadiah berfariatis dimana hadiah utamanya adalah sepeda motor merk Yamaha N MAX, Sepeda Gunung, Kipas angin, Rice cooker, Beras, Minyak goreng,dan masih banyak lagi.

“Doorprice ini didapat donatur warga kita sendiri,contohnya sepeda motor Yamaha N MAX itu donaturnya yang enggan disebutkan namanya, donaturnya berpesan hanya ingin ditulis dari hamba Allah yang hobbi beramal sholeh. Yah sekali-kali untuk memeriahkan acara setahun sekali.” Ujar Agus

Hingga undian doorprice terakhir dan yang mendapatkan hadiah utama adalah Hamzah salah satu warga yang statusnya masih ngontrak rumah.

“Alhamdulillah mas dapat hadiah motor, Alhamdulillah Ya Allah atas rejakimu.” Ujar Hamzah saat ditanya penulis

Dalam selah-selah keramaian “Jangan lupa syukuran yang sudah dapat hadiah motor”. Teriakan yang tidak diketahui orangnya

Ibu-ibu warga naik panggung dan menyanyikan lagu-lagu Nasional seperti lagu Indonesia Raya dan lagu Tujuh Belas Agustus. Dilanjutkan dengan lagu-lagu pop dan dangdutan dari biduan undangan. Warga pun silih berganti naik panggung riques lagu dan turut menyanyi berjoget bersama dan menyawer. Hingga Agus Matori selaku RT pun tak mau kalah layaknya seorang pemuda naik panggung bernyanyi dan berjoget beradegan lucu dan gembira demi memeriahkan acara.

Saat Agus berada diatas panggung, tiba-tiba ada warga yang naik panggung melempar sejumlah uang lima ribuan di panggung diperkirakan uang tersebut berjumlah jutaan rupian karena sampai memadati lantai panggung. para penjoget dan penonton justru saling berebutan mengambil uang yang tercecer di atas panggung. Pemandangan ini membuat suasana sedikit heboh dan membuat penonton justru tertawa terpingkal-pingkal.

“Alhamdulillah kami selaku ketua RT.03 mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada bapak/ibu warga RT.03 yang sudah ikut menyukseskan acara HUT RI KE 74, mulai dari menghias kampung dan pada acara puncak jalan sehat, berjalan dengam lancar, dan kami ucapkan terima kasih kepada para donatur semuanya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu, semoga apa yang kita berikan pada warga kita mendapatkan pahala dari Allah SWT dan kita semua di beri kelancaran dan kemudahan….. Aamiin. RT 03 BERSAMA KITA BISA” ujar Agus saat menutup acara

Semoga suguhan acara perayaan HUT RI ala RT.03 RW.12 yang dilaksanakan di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini bisa menjadi inspirasi. Ternyata membuat acara yang bagus dan menariik tidak selalu harus dengan kocek yang mahal. Sekali merdeka tetap merdeka !!! (IAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *