Polisi Melihat CCTV Dirumah Hakim Jamaludin , Teryata CCTV Yang Berada Dirumah Hakim Jamaludin Sudah Mati Sebulan Yang Lalu

Medan, Media RAJAWALISIBER – Humas.polri. (Sumut) – Polisi menunda rekontruksi kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin (55) hingga Senin depan (13/1). Penundaan dikarenakan semua kegiatan penyidik harus dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Rekan-rekan media akan kita libatkan dalam pra rekonstruksi dari perencanaan sampai pembuangan mayatnya. Kenapa tak jadi hari ini? persoalannya semua yang dilakukan penyidik itu harus ada berita acara. Hari ini, penyidik sedang menyiapkan BAP,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, di RS Bhayangkara Medan, Kamis sore (9/1).

Saat ditanya apakah pembunuhan itu berkaitan dengan utang piutang, Sormin mengaku, semua informasi harus didukung dengan alat bukti dan akan dituangkan ke dalam BAP.

Sehingga semua kegiatan yang dilakukan penyidik dapat dipertanggung jawabkan dalam rangka akuntabilitas.

“Nanti akan dipaparkan. alat komunikasi sedang kita periksa. CCTV di rumahnya (korban=red) sudah mati sebulan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dalam penanganan kasus ini bukan pengakuan yang dikejar melainkan bukti-bukti yang ada.

“Mereka tidak membantah. Mereka mengakui karena bukti ada. Jika menolak bagaimana orang ada buktinya,” cetusnya.

Tatan mengatakan, dalam rekonstruksi yang akan dilakukan dapat menunjukkan bagaimana peran masing-masing pelaku dan juga prosesnya.

“Yang pasti sudah disampaikan bahwa penetapan 3 tersangka dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ditanya apakah pembunuhan dilakukan karena harta, Tatan mengaku, penyidik belum sampai ke sana.

Intinya, kata Tatan, hasil yang di dapat dari penyidik adalah terjadi cekcok masalah keluarga.

“Namanya masalah keluarga, kemudian tidak nyambung saat komunikasi. ketemu orang dia utarakan niatnya di dukung dengan orang itu, lalu terjadi pembunuhan pada 29 November 2019,” pungkasnya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *