POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK UNGKAP PEREDARAN UANG PALSU BERBAGAI NEGARA SENILAI 300 MILIAR

Jakarta Indonesia, Media RAJAWALISIBER -Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung gelar Konferensi Pers penangkapan 7 orang Pelaku pengedar uang palsu dengan mata uang asing dari berbagai negara diantaranya seperti Dolar Amerika, Ringgit Malaysia, Dolar Singapura, Ringgit Brunai, Dolar Kanada, Poun sterling, hingga Euro senilai Rp. 300 miliar di ruang loby Kantor Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis, (11/07/2019).

Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menangkap 7 orang pelaku berinisial FF, PA, HS, AB, AS, RV, DA sebagai pengedar uang palsu, bekerjasama dengan pasukan secret service FBI dan Kedutaan Besar Amerika di Jakarta untuk mengetahui secara langsung tentang keaslian mata uang dolar Amerika.

AKBP Reynold mengatakan valas palsu ini ditawarkan oleh pelaku dengan harga di luar kewajaran. Mereka menjual uang dolar Amerika seharga Rp 5.000 – Rp 7.000 per dolar. Padahal mata uang AS saat ini berada di angka Rp 14.000 per dolar.
“uang palsu tersebut memiliki perbedaan jelas dibandingkan dengan mata uang asli. Letak perbedaannya dapat dilihat dari kualitas kertas, warna dan tulisan yang cukup mencolok”, imbuhnya.

Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang dipimpin AKP. M Faruk R masih mendalami kasus ini. Pasalnya saat ini aparat baru menemukan alat bukti berupa uang palsu senilai Rp. 300 miliar dan tiga lembar obligasi palsu. Namun untuk alat cetak dan asal mata uang palsu ini belum diketahui.

Atas perbuatannya, tujuh tersangka terancam dijerat pasal 244 KUHP dan 245 tentang pemalsuan mata uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (nfs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *