PRO DAN KONTRA REVITALISASI ALUN ALUN GRESIK BUTUH KETERBUKAAN SEMUA PIHAK

0
722

PRO DAN KONTRA REVITALISASI ALUN ALUN GRESIK BUTUH KETERBUKAAN SEMUA PIHAK

Gresik Jawa Timur, www.mediarajawalinewsonline.com ,Alun-alun Gresik yang sesuai konsep bakal di bangun Islamic Centre bukan semata hanya sebentuk bangunan, melainkan pusat kegiatan keislaman,Islamic Centre ini terdiri dari bangunan utama dua lantai yang terkoneksi langsung dengan Masjid Jami Gresik melalui dua jembatan kembar, yang dikelilingi jalan melingkar berpagar.

Sesuai informasi yang berkembang di masyarakat Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan pembangunan Islamic Centre rampung dan bisa digunakan masyarakat pada 2018.

Menurut perhitungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik, pembangunan Islamic Centre bakal menelan biaya tak kurang dari Rp 28 Miliar.Anggaran yang disiapkan tahun ini senilai Rp 20 miliar. Sisanya bakal diselesaikan pada anggaran tahun berikutnya.

Selain pembangunan Islamic Centre dan revitalisasi kawasan alun-alun Pemkab juga bakal memindahkan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik, dan beberapa gedung instansi Pemkab Gresik yang juga berada di kawasan alun-alun.

Mulai dari kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), serta Pendopo Kabupaten Gresik yang sekaligus merupakan rumah dinas Bupati Gresik.

Keterkaitan penolakan proyek revitalisasi kawasan Aalun-alun Gresik belakangan ini, Wakil Ketua DPRD GRESIK Bpk Nur Gholib menyatakan untuk mengumpulkan kembali sejumlah pihak.“Pemerintah Kabupaten Gresik harus mensosialisasikan kembali dan mengundang sejumlah Tokoh Agama, serta organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, ahli sejarah, budayawan, LSM, organisasi pemuda, serta semua unsur Masyarakat,dalam hal ini agar di jelaskan secara rinci kepada semua pihak,dan semua bisa di bicarakan bersama sampai ada titik temu dan ini demi kepentingan masyarakat Gresik,” jelas Nur Gholib

Dan Masyarakat Gresik menanggapi keadaan ini yang tidak mau di sebutkan namanya menyatakan,” jika dilakukan revitalisasi Alun-alun Kota Gresik Jangan sampai mengubah fungsi alun-alun sebagai tempat rekreasi untuk masyarakat gresik,karna tempat terbuka serta lahan hijau di gresik kota sudah sedemikian sulit,dan tempat yang berkumpulnya sarana refresing yang paling murah meriah ya di alun alun.”ujarnya.

Nur Gholib kembali menjelaskan ,”semua lapisan bisa di ajak bicara dan di cari solusi untuk menata ulang dan mempersiapkan kembali sesuai keinginan semua pihak. rencana pembangunan harus disosialisasikan Kembali. Bahkan, kalau perlu sampai di sepakati semua pihak,dan di kemudian hari tidak ada pro dan kontra kembali,mari kita lihat hasilnya nanti,hari ini masih di rapatkan untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk semuanya.”jelas beliau.Senin 17-07-2017

Sebagai mana Penjelasan salah seorang kedinasan di Pemerintahan Kab Gresik,“Pemkab Gresik tidak mengalihfungsikan Alun-alun Gresik, melainkan merevitalisasi agar fungsinya lebih optimal. Alun-alun masih tetap ada, namun lebih ditata agar lebih Indah dan representativ dengan keadaan saat ini. Ada jalan melingkar
bersusun dengan pagar di kanan kirinya. Ada air mancur di tengah, ada berbagai fasilitas olahraga dan bermain keluarga,mas tolong jangan sebut nama saya,kan saya ini orang Pemerintah,kebijakan Pemkab Gresik ya harus saya dukung,”ujarnya

Pro dan Kontra adalah sesuatu hal yang wajar masyarakat Gresik berharap realisisasi pembangunan tersebut jangan asal ikut-ikutan setuju dan tidak setuju,Tapi Pemerintahan Pemkab Gresik harus bersikap lebih fair. Pemkab perlu melihat kabupaten kota lain di luar Kabupaten Gresik. Mereka sudah membangun berbagai fasilitas yang berorientasi pada estetika kota yang lebih modern dengan tidak mengubah adat serta budaya kedaerahan Jangan sampai pembangunan fasilitas kota di Gresik yang hanya untuk kepentingan pihak pihak tertentu hingga fungsi keberadaan alun alun Gresik sejarahnya hilang di telan bumi. Red

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here