RSIA SEPATAN MULIA TANGERANG TELANTARKAN PASIEN KARNA TIDAK PUNYA UANG MUKA

0
316
RSIA SEPATAN MULIA TELANTARKAN PASIEN DI IGD HANYA KARNA PASIEN TIDAK PUNYA UANG MUKA

Rumah Sakit Ibu Dan Anak. Sepatan. Kabupaten Tangerang melanggar UU.Rumah Sakit pasal 29. No 44. Thn 2009.

 

Pasien di biarkan tampa ada penanganan yang jelas hanya gara gara tidak punya uang Muka atau DP

TANGERANG BANTEN Jawa Barat, Media RAJAWALISIBER- Rumah Sakit Ibu dan Anak Jln. Paku Haji No. 3 Sepatan Kabupaten Tangerang.Sudah melanggar Undang – Undang Rumah Sakit. Psl 29. No. 44. Thn 2009.

 

Di mana bunyi pasal tersebut berbunyi Rumah Sakit dan IGD di larang meminta uang muka atau DP. Terhadap pasien emergenci atau darurat di IGD nya.

 

Rumah Sakit Ibu dan Anak Sepatan pada tgl 15/05/2018. Hari Rabu. Jam 16. 00 Wib. Telah menyalah gunakan fungsi Rumah Sakit nya dengan memungut uang muka terhadap pasien Darurat bernama Rohadi Warga Mauk Kabupaten Tangerang.

 

Rohadi datang ke IGD RS Ibu dan Anak Sepatan Mulia, Dengan kondisi parah tangan dan kakinya ketumpahan minyak goreng panas di tempat usahanya.

 

Rohadi seorang pedagang ayam tepung goreng karena tidak sengaja pengorengan nya terbalik akibat kedudukan pengorengannya dalam posisi miring.Dan berakibat pengorengan terbalik dan  minyak goreng yang sudah panas mendidih menimpa kaki dan tangan pasien Rohadi.

 

Oleh kawan nya yang ada di lokasi dagangan nya Rohadi di bawa ke IGD RS. Ibu dan Anak Sepatan. Di dalam IGD Rohadi hanya di geletakan saja tampa ada nya tindakan pertama untuk menolongnya.

 

Menurut keluarga pasien Rohadi, Rohadi baru akan di tangani bila membayar uang muka terlebih dahulu sebesar 900 ribu. Berhubung kawan dan keluarga nya tidak membawa uang terpaksa keluarganya menahan sabar dan mengubungin Sekretariatan DKR Provinsi Banten melalui telpon gemgam nya untuk meminta bantuan nya dan melaporkan cara penangan pihak RS. Ibu dan Anak yang tidak manusiawi.

 

Kemudian pengurus DKR Provinsi Banten yang di hubungin via telpon menindak lanjuti menelpon pihak RS. Ibu dan Anak Sepatan. Namun pihak manejemen dan petugas medis yang ada di IGD tidak ada satu pun yang mau menerima telpon konfermasi dari pengurus DKR Provinsi Banten. Sampai berita ini di muat Online Media RAJAWALISIBER dan kondisi pasien Rohadi belum ada kejelasan berita nya. Dan kasus pasien Rohadi ini pun sudah di laporkan ke Kasdis. Dinkes Kabupaten Tangerang.

Dr Desi dan staf Bpk H. Oman. Namun belum di respon pihak Dinkes Kabupaten Tangerang.

Tangerang : 16/05/2018. (B. Argo.P)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here