SATPOL PP BANGKA BELITUNG GEREBEK PABRIK ARAK KUDAI MILIK AFON DAN TERANCAM TUTUP

“Achmad juga menjelaskan pabrik arak afon ini memproduksi arak bersekala besar,afon ini sudah lama berjualan arak,puluhan tahun,pernah kami sidang tahun 2004 yang lalu,sekarang semakin besar,padahal sudah beberapa kali di tangkap polisi,tapi tidak jera jera sesal Suherman,”

Media Rajawali News Online ,Sungailiat Bangka ( Bangka Belitung)- Puluhan jerigen arak milik afon warga kudai kecamatan Sungailiat kabupaten Bangka di gerebek satuan polisi pamong praja kabupaten Bangka,hal ini terpantau Rajawali news Rabu (22/11)

Saat melintasi desa kudai ,puluhan Anggota Satpol Pamong Praja yang di Pimpin ACHMAD SUHERMAN Kabid Penegakan Perundang undangan satpol polisi pamong praja Bangka,

Sedang melakukan penggerebekan pabrik arak berkapasitas cukup besar , terlihat saat awak media Rajawali News Online ini memasuki Gudang arak, puluhan jerigen yang berisi arak yang di perkirakan ratusan liter terpampang saat di kumpulkan para anggota satpol pamong praja kabupaten Bangka,

Terpantau juga oleh awak media Rajawali News Online ini puluhan alat yang diduga tempat pengolahan arak terpampang dalam gudang milik afon serta hamparan bahan mentah arak yang terpampang di meja produksi yang siap di produksikan,

Saat di komfirmasi Rajawali News Online mengenai Perizinan dan sudah berapa lama berproduksi, pemilik gudang arak menjelaskan pabrik arak yang di kelolahnya sudah puluhan tahun produksi,disinggung awak media apa sering kena rahazia afon menjelaskn sudah berulang kali,

Di tempat yang sama saat di komfirmasi pihak satpol pamong praja ACHMAD SUHERMAN menjelaskan penggerebekan gudang milik afon berkat laporan masyarakat yang banyak konsumen dari kalangan remaja yang mengkonsumsi barang haram ini yang berdampak negatif di masyarakat,

Achmad juga menjelaskan pabrik arak afon ini memproduksi arak bersekala besar,afon ini sudah lama berjualan arak,puluhan tahun,pernah kami sidang tahun 2004 yang lalu,sekarang semakin besar,padahal sudah beberapa kali di tangkap polisi,tapi tidak jera jera sesal Suherman,

Menurutnya lagi peredaran arak sudah merajalela karena di jual dengan harga murah, dari pantauan pihaknya saat patroli rata rata di konsumsi anak mudah yang sering nongkrong,ini meresahkan sekali ungkap Suherman, kembali dipertanyakan kulitinta ini tindakan selanjutnya dari polisi pamong praja mengenai pabrik arak ini,achmad kembali menjelsakan ada sembilan jeregen arak yang kita amankan sebagai barang bukti,

Suherman menambahkan afon telah melanggar perda nomor 10 tahun2013 tentang izin penjualan beralkohol terancam hukuman penjara enam bulan penjara atau denda 50 juta,kami harap afon menghentikan produksi barang haram inl, Di tempat yang sama salah satu warga bernama Nuar sangat mendukung rahazia ini,mungkin terlalu rendahnya hukuman tuk produsen minuman keras(miras) jenis arak,sehingga pengusaha arak tidak jer jera celetuknya,(ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *