Tangkap Gerombolan Koruptor 38 Milyar Rupiah Dana Pemkap Lahat Sumsel Dirampok Pejabat Atau Penjahat

0
1092

         Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk,rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan.        

LAHAT, Rajawali news – Menjamurnya kasus tindak pidana korupsi di Sumatera Selatan seperti jamur dimusim hujan, dengan lemahnya  lembaga penega hukum dalam penanganan kasus korupsi (Diduga keras haltersebut menjadi ajang ATM), sehingga para pejabat di Sumatera Selatan terus melangkahkan kakinya tanpa ragu-ragu untuk melakukan tindakan kejahatan tindak pidana korupsi sehingga bobroknya amoral para pejabat tersebut  hal ini tentunya mempengaruhi pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Seperti di kabupaten lahat  diduga keras  Bupati pelaku tindakan kejahatan yang terindikasi korupsi dana bansos tahun 2011-2013 sebesar Rp 33 milyar dan istrinya juga ikut dalam melakukan indikasi korupsi  dana kegiatan PKK tahun 2014 sebesar Rp  5 milyar sehingga dana di pemerintahan Kab. Lahat Sumsel sebesar 38 Milyar rupiah hilang dirampok penjahat atau pejabat sampai sekarang belum ada pengusutan oleh pihak lembaga hukum dimintak persiden Jokowi Dodo dapat memerintahkan apart penegak hukum untuk bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus kasus tindak pidana korupsi sampai saat ini sangat lemah dalam penanganan  kasus yang terindikasi korupsi apalagi melibatkan orang nomor satu di daerh seperti yang terjadi di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Seperti yang terjadi pada hari kamis 26 november 2015 sekitar pukul 10.00 wib masyarakat yang tergabung dalam ALIANSI ANTI PERAMPOK NEGARA (A2PN) melalui koordinator Aksi (KORAK)  Suardi mereka mempertanyakan lambannya penanganan kasus korupsi yang terjadi di kabupaten lahat sumatera selatan.

Mereka mendesak kajati sumatera selatan untuk menangkap Bupati Kabupaten Lahat yang terindikasi korupsi dana Bansos sebesar Rp. 33.000.000.000,- tahun 2011-2013 mengusut tuntas kasus indikasi korupsi dana kegiatan PKK Kabupaten Lahat Sumatera Selatan sebesar Rp. 5.000.000.000,- oleh ketua PKK Hj. RR Kurnia Sismartianti Aswari dan jika Kajati Sumatera Selatan tidak mampu maka Kajati Sumatera Selatan harus mundur dari jabatannya setelah melakukan orasi beberap jam dan di terima Humas Kajati Sumatera Selatan Ing Suardi di dampingi koordinator Lapangan Sukma Hidayar membubarkan massa dengan tertip dan damai (RN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here