UU ASN MENSYARATKAN SELEKSI BERDASARKAN KOMPETENSI

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan usai menerima pengaduan masyarakat di Komisi III DPR, Senayan, (29/1/) foto:doeh

“Saat ini sudah ada UU ASN yang mensyaratkan seleksi karyawan berdasarkan kompetensi. Kok, di Sulsel ada koordinator PNS segala. Ini harus dicermati,”

Media Rajawali Siber ,Jakarta- UU Aparatur Sipil Negara (ASN) mensyaratkan seleksi calon pegawai harus sesuai kompetensi. Jumlah ASN sangat sedikit, tapi seleksi masuknya sangat sulit.(29-01-2018) Di tengah kesulitan itulah, banyak oknum ASN yang bermain untuk meloloskan seseorang menjadi ASN.

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyampaikan hal itu menyusul pengaduan masyarakat di Sulawesi Selatan yang dijanjikan menjadi ASN tanpa tes. Masyarakat ini korban penipuan rekruitmen ASN sejak tahun 2016. Menurut Arteria, aneh bila ada surat dari Kepala Badan Kepegawai Nasional yang menunjuk seseorang untuk merekrut ASN tanpa tes.

“Saat ini sudah ada UU ASN yang mensyaratkan seleksi karyawan berdasarkan kompetensi. Kok, di Sulsel ada koordinator PNS segala. Ini harus dicermati,” ucapnya usai menerima pengaduan masyarakat di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Politisi PDI Perjuangan ini meyakinkan bahwa Komisi III segera menyikapi pengaduan ini secara proporsional. “Masalah ASN adalah masalah bangsa. ASN sangat kurang, tapi orang mau jadi ASN, kok, sulit sekali. Yang namanya honorer nasibnya lebih daripada buruh dan pembantu rumah tangga. Gaji guru honorer itu Rp 300 ribu dibayar rapel 3 bulan berdasarkan jatah BOS,” kilahnya.

Pihaknya mengaku sudah memperjuangkan para calon ASN dan juga guru honorer di sekolah-sekolah. Kini, setelah diperjuangkan para kepala daerah jadi ramah honorer. Gaji honorer naik jadi Rp 2,1 juta per bulan. (Sumber DPR RI),Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *