Video: Pasukan Inteljen Khusus RAJAWALI Badan Inteljen Negara (BIN)

  • Whatsapp

Media www.rajawalisiber.com – Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar acara sekaligus memberikan penghargaan kepada sejumlah Tokoh Politik dan Militer Indonesia, yakni menjadi Warga Kehormatan.

Dalam acara “Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno, Inspirator Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)” pada hari Rabu 9 September 2020 di STIN Sentul Bogor.

Namun, ada penampilan yang mengejutkan pada acara Badan Intelijen Negara (BIN) itu. Di hadapan para jenderal TNI yang hadir, BIN memamerkan sekelompok pasukan bersenjata.

Kemunculan pasukan bersenjata itu diketahui dari sebuah unggahan rekaman video yang disiarkan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Bambang Soesatyo melalui akun instagram pribadinya.

bambang.soesatyo SAYA BANGGA dan mendukung penuh prestasi para taruna-taruni Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN). Seperti yang dipertunjukan pada acara Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno di STIN, Sentul, Bogor beberapa waktu lalu.

Intelejen yang mumpuni, selain menjadi mata dan telinga negara serta mahir dalam menganalisa juga harus terampil melakukan penyusupan, penyamaran, propaganda, agitasi, provokasi, menggelar operasi rahasia dan mampu melakukan pertempuran baik perorangan sebagai pertahanan diri maupun sebagai team atau kelompok untuk melumpuhkan musuh di medan yang rumit dan sulit.

Demo ketangkasan yang ditunjukan para taruna-tarini STIN kemarin sangat membanggakan. Dan itu menunjukan SDM Intelejen kita tidak kalah dengan kehebatan 10 intelejen terbaik dunia seperti CIA (Amerika) M16 (Inggris), GRU (Rusia), DGSE (Prancis), ISI (Pakistan), BND (Jerman), Mossad (Israel), R&AW (India), ASIS (Australia), CSIS (Kanada) dan badan intelejen dunia lainnya.

Keterampilan beladiri, menjinakan bom, membebaskan sandera, keahlian cyber dan bertempur merupakan hal yang harus dikuasai seorang Intelejen dalam pekerjaannya menjaga keamanan Bangsa dan Negara.

Termasuk keterampilan dalam melumpuhkan musuh dan interograsi. Bahkan, CIA kerap melakukan berbagai eksperimen kontrol-pikiran untuk mengeksplorasi memori otak, pura-pura berkepribadian ganda (banci), pura-pura gila atau membuat pengakuan palsu.

Harusnya kita bangga pada taruna-taruni STIN yang dilatih keterampilan khusus, soft skill.

Sehingga tangguh dan profesional dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, menjaga keamanan negara, menjaga NKRI.

Demikian ungkapkan Bambang Soesatyo di Akun Instagram pribadinya.Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *