WALIKOTA PASURUAN DAN EMPAT TERSANGKA DUGAAN SUAP DI CIDUK KPK

0
358
walikota pasuruan bersama istri
Jakarta Indonesia, Media RAJAWALISIBER- 5 Oktober 2018Untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap kepada Walikota Pasuruan terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2018,
 

Dalam melakukan upaya hukum penahanan terhadap keempat tersangka, yaitu SET (Walikota Pasuruan periode 2016 – 2021), DFN (Staf Ahli Pemkot Pasuruan), WTH (Staf Kelurahan Purutrejo) dan MB (Swasta).

Keempatnya ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini di 3 rumah tahanan terpisah. WTH dan DFN ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. MB di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan dan SET di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Sebelumnya KPK telah menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka. Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dilanjutkan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Walikota Pasuruan periode 2016 – 2021 secara bersama-sama dengan DFN dan WTH dari MB selaku kontraktor yang mendapatkan proyek di Pemerintah Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2018.

Atas perbuatannya, SET, DFN dan WTH disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, MB diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

KPK sebelumnya mengamankan total 7 orang pada Kamis, 4 Oktober 2018 di Pasuruan. Berturut-turut tim KPK mengamankan WTH di rumahnya di daerah Sekar Gadung. MB di kediaman orang tuanya di daerah Nguling. DFN di kediamannya di Purutrejo dan SET di rumah dinasnya. Selain itu, tim juga mengamankan tiga orang lainnya di kediaman masing-masing. Ketujuh orang tersebut menjalani pemeriksaan awal di Polres Kabupaten Pasuruan hingga keempatnya kemudian diterbangkan ke Jakarta  malam harinya untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK. Dari lokasi tim juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai, barang elektronik dan dokumen terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan.

Sejumlah proyek di Lingkungan Pemkot Pasuruan diduga diatur oleh Walikota Pasuruan. Proyek dimainkan melalui tiga orang dekat Setiyono yang disebut “Trio Kwek-Kwek”.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, ada kesepakatan komitmen fee dalam setiap proyek di Pemkot Pasuruan.

“Fee rata-rata antara 5 – 7% untuk proyek bangunan dan proyek pengairan,” katanya, Jum’at (5/10/2018)

Sampai saat ini, belum diketahui siapa saja personil dari genk “Trio Kwek-kwek” ini. Namun, dugaan sementara, salah satunya juga sudah ikut menjadi tersangka bersama Setiyono.

Diketahui, penangkapan Setiyono pada Kamis pagi disebabkan penerimaan “bonus” dari rekanan / mitra Pemkot Pasuruan terkait proyek pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pasuruan. Proyeknya yakni belanja modal gedung dan bangunan Pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).

Dalam kasus ini, fee yang disepakati untuk Walikota sebesar 10 % dari nilai proyek dengan besaran sekira Rp 2,2 M. Pemberian “bonus” dilakukan secara bertahap, dengan nilai total sekira Rp 120 juta.

Setiyono dan keempat orang lain yang terlibat proyek saat ini telah ditetapkan tersangka oleh KPK. Lembaga Pemberantasan Korupsi akan terus mengembangkan keterlibatan beberapa orang pada kasus dugaan suap ini.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here