WARGA KHAWATIR TIANG LISTRIK DARI BAMBU DI 10 KAMPUNG DESA RIDOGALIH BEKASI 

Bekasi Jawa Barat , Media RAJAWALISIBER-11/02/2019 – 10   kampung di wilayah Desa Ridogalih bertahun tahun tidak menikmati tegangan aliran listrik dari PLN secara maksimal. selain itu tiang penyangga kabel listrik PLN menggunakan matrial tiang bambu sehingga mengkhawatirkan warga,
kepala Desa Ridogalih Komarudin saat di temui di ruang kerja nya oleh jurnalis RAJAWALISIBER
Warga juga khawatir di saat memasuki musim penghujan karena ada 10 kampung di wilayah Desa Rido galih mnggunakan tiang listrik PLN dari matrial bambu dan seringkali aliran tegangan listrik mengalami turun naik bahkan padam baik di musim kemarau maupun di musim penghujan,
Sementara menurut kepala Desa Ridogalih Komarudin saat di temui di ruang kerja nya mengatakan” kampung di wilayah di Desa Ridogalih kecamatan cibarusah bisa dikatakan hanya 40 persen tiang listrik dari PLN ,
 hampir banyak penyangga listrik menggunakan matrial bambu seprti di kampung korod kampung cijambe, kampung cijambe bedeng  bahkan kmpung cihanjuang,dan saya cek memang semuanya ada 10 kampung tihang listrik menggunakan bambu kata dia
lanjut nya “memang kami sering mendapatkan laporan dari warga tentang aliran tegangan listrik dengan daya yang tidak stabil bahkan tegangan nya naik turun,apa lagi untuk rumah yang aliranya yang jauh dari gardu center sehingga kami terpaksa harus membeli tiang listrik dan itu pun yang aliran listrik nya merasa lebih gak menggunakan bambu tapi sampai sekarang kami belum pasang karna kabel nya harus menambah panjang , dan kami pernah mengajukan proposal pada bulan desember untuk pengajuan tihang listrik namun hingga sekarang belum ada tindakan padahal di wilayah nya rawan dengan pepohonan
masih menurut nya, ” kebutuhan masyarakat ridogalih untuk mendapatkan pasokan listrik sangat di harapkan  namun pasokan listrik sangat sulit di dapat apabila tiang penyangga kabel listrik belum ada ,” ucapnya
dan memang bisa di dapat namun dengan biaya yang sangat tinggi karena menambah biaya kabel karna harus mengambil dari tempat lain yang ada penyangga tihang listrik dari PLN yang jaraknya mencapai kurang lebih sejauh 600 meter sehingga memberatkan warga untuk mendapat pasokan listrik dari PLN karana biaya akan lebih mahal, oleh sebab itu tihang penyangga listrik sangat di harapkan terpasang untuk memudahkan terhadap masyarakat mendpat kan pasokan listrik bebernya.
Halo Guys kemanakah pemerintah Bekasi dizaman old begini masih ada  yang masih pakai penyangga bambu di kampung nya , (liz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *