WARTAWAN DI TEMUKAN TELAH MENJADI MAYAT DI DALAM DRUM SAMPAH PLASTIK DAN DIBUANG DI BANTARGEBANG BOGOR

0
831
Bogor Jawa Barat, Media RAJAWALISIBER-Abdullah Fithri Setiawan, lelaki berusia 43 tahun ditemukan telah menjadi mayat di Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, pada hari Minggu (18/11/2018) akhir pekan lalu. Ia ditemukan tewas dalam tong sampah.
Satgas Anti Kekerasan Terhadap Wartawan Dewan Pers mendesak polisi agar mengusut kasus pembunuhan yang menimpa seorang wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, yang jasadnya ditemukan dalam drum di daerah Bogor.
Satgas Anti Kekerasan Terhadap Wartawan Dewan Pers, Kansul Hasan pembunuhan Dufi masih berkaitan dengan profesinya sebagai wartawan. Ia meminta polisi segera membongkar motif pembunuhan tersebut agar tidak ada Dufi-Dufi lain dikemudian hari.
“Kami meminta polisi agar segera mengusut kasus pembunuhan wartawan tersebut,” kata Kansul Hasan kepada para Wartawan, Senin (19/11/2018).
Dufi yang diketahui sudah puluhan tahun bekerja di berbagai perusahaan media itu ditemukan tewas dalam drum plastik oleh seorang pemulung sampah di Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Bogor pada Minggu 18 November kemarin.
Menurut Kansul, tidak menutup kemungkinan Dufi dibunuh oleh orang yang berasa dirugikan dengan karya jurnalistik korban. Mayat Dufi sengaja dimasukkan ke dalam drum plastik dan dibuang ke tempat sampah untuk menghilangkan jejak.
Kansul meminta polisi untuk menyelidiki semua truk sampah yang keluar masuk di kawasan tersebut agar dalang di balik pembunuhan sadis itu terungkap.
“Itu kan bisa dilihat dari truk yang membuang sampah disitu, nomor polisi berapa, itu berangkat dari TPST (tempat pembuangan sampah terpadu) mana, itu kan bisa ditracking, jadi kita minta polisi melakukan tracking tmulai dari TPST di Bantargebang,” tegasnya.
Informasi yang kami dapat (Redaksi RAJAWALISIBER), Dufi merupakan tenaga pemasaran (marketing) televisi milik ormas Islam Muhammadiyah (TVMu). Ia juga tercatat perma menjadi jurnalis di harian Rakyat Merdeka dan media cetak, Indopos.
Dufi juga pernah masuk industri televisi swasta masional dengan bergabung dalam Berita Satu dan iNews milik MNC Group, ia juga pernah bekerja sebagai staf khusus Dewan Pengurus TVRI.
Abdullah Fithri Setiawan Seorang ayah dengan enam orang anak ini ternyata merupakan pekerja yang telah lama malang melintang sebagai jurnalis di perusahaan media massa. Sejumlah perusahaan media massa mulai dari cetak hingga televisi sempat dicicipinya.
“Dia itu lulusan SMA Negeri 13. Terus kuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Awalnya bekerja di harian Rakyat Merdeka. Terus dia juga sempat di Indopos,” kata sang kakak, Muhammad Ali Ramdoni, Senin (19/11/2018).
Hampir 10 tahun menggeluti dunia media sebagai reporter, lelaki yang akrab disapa Dufi ini lantas beralih pekerjaan ke dunia pemasaran di perusahaan-perusahaan media.
“Kemudian dia mencoba keberuntungannya di dunia televisi. Awalnya staf marketing di Berita Satu kemudian juga sempat menjadi staf marketing juga di iNews TV,” lanjut Doni.
Pekerjaan terakhir Almarhum masih berkaitan dengan perusahaan media. Dia bekerja freelance bagian marketing Muhammadiah TV atau TVMu.
Tidak hanya itu, ia juga juga didapuk sebagai staf khusus Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin.
Seakan tidak puas dengan pengalaman pekerjaan di dunia media, ia mulai membuka bisnis sendiri. Ia diketahui memiliki perusahaan periklanan bernama PT Cahaya Gemilang yang dikelola dirinya dan istri, Bayu Yuniarti.
“Dia juga membuka usaha PT Cahaya Gemilang, perusahan advertising. Jadi beliau orangnya kreatif. Karena beliau kreatif jadi untuk menambah bukan sekadar kerja tapi membuka usaha,” bebernya.
Namun nahas, pria dengan segudang pengalaman kerja di dunia media dan marketing ini harus tutup usia dengan cara yang tidak wajar.
Almarhumah meninggalkan satu orang istri dan enam orang anak. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan ini. Pihak keluarga berharap kepolisian dapat secepatnya mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
Demi rasa kepedulian sesama Wartawan yang anti kekerasan para kuli tinta Jawa Timur akan mengambil sikap atas berulang kali meninggalnya para Wartawan/jurnalis dengan tindak kekerasan hingga kehilangan nyawa nya,***
(dirangkum dari berbagai sumber yang peduli kepada para awak media)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here