Dermaga Gaza buatan AS akan mulai beroperasi dalam beberapa hari ke depan

Kapal-kapal bantuan berencana melakukan perjalanan dari Siprus ke dermaga terapung di dekat Gaza, di mana muatan tersebut akan dimuat ke kapal-kapal Angkatan Darat AS yang lebih kecil yang menuju ke jalan lintas di darat. (Angkatan Darat AS melalui AP)

Sumber Berita sebuah divisi Grup Media Sightline

 

Media www.rajawalisiber.com — Bantuan kemanusiaan dapat mulai memasuki Gaza dalam beberapa hari ke depan melalui dermaga terapung yang telah lama dijanjikan dan dibangun oleh militer AS setelah penundaan yang disebabkan oleh cuaca buruk, menurut para pejabat di AS dan Siprus.

Kondisi laut yang membaik akan memungkinkan Angkatan Darat AS untuk memasang jalan lintas ke pantai minggu ini, kata wakil sekretaris pers Pentagon Sabrina Singh, Senin. Pekerjaan tersebut kemungkinan selesai pada Rabu atau Kamis, menurut seorang pejabat AS yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya untuk membahas rincian yang belum dipublikasikan.

Pada konferensi pers, Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos mengatakan dia berharap bantuan dapat mulai mengalir ke Gaza melalui koridor laut minggu ini.

“Semua masalah ini pada dasarnya akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Rencananya adalah kapal-kapal bantuan akan melakukan perjalanan dari pulau Siprus di Mediterania ke dermaga terapung di dekat Gaza, di mana muatan tersebut akan dimuat ke kapal-kapal Angkatan Darat AS yang lebih kecil yang menuju ke jalan lintas di darat. Truk yang dikemudikan oleh kontraktor yang bukan berasal dari AS akan mengusir kapal Angkatan Darat ke jalan lintas dan turun ke pantai.

Kapal AS Sagamore berada di perairan Gaza, di mana para pejabat AS mengatakan kapal tersebut akan memindahkan sekitar 475 palet makanan ke kapal lain sampai jalan lintas tersebut siap dibangun.

Proyek dermaga Gaza diperkirakan menelan biaya sekitar $320 juta . Tidak ada makanan yang memasuki dua penyeberangan darat utama ke Gaza selatan selama seminggu terakhir, ketika militer Israel mengintensifkan pemboman dan operasi lainnya di Rafah.

Hampir seluruh penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Pembatasan yang dilakukan Israel dan pertempuran yang sedang berlangsung telah menghambat upaya kemanusiaan, menyebabkan kelaparan yang meluas dan “kelaparan besar-besaran” di wilayah utara, menurut PBB.

Yordania, Amerika Serikat dan negara-negara lain mulai mengirimkan bantuan ke Gaza awal tahun ini, namun lembaga-lembaga bantuan menggambarkan hal itu sebagai upaya yang mahal dan merupakan upaya terakhir yang tidak dapat memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *