Media www.rajawalisiber.com – Sempat Terjadi Perdebatan Protes Perwakilan Warga 9 Desa Dengan Perwakilan Smelter PT Freeport Indonesia & PT Chiyoda Internasional Indonesia Di DPRD Gresik
Masa Pekerja Proyek Manyar Gresik (PPMG) menggelar aksi unjuk rasa di pidi depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, karena minimnya kesempatan kerja bagi warga lokal di sejumlah perusahaan di Gresik, khususnya di proyek Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Manyar Gresik, PT Chiyoda Internasional Indonesia, Rabu (7/6).
Aksi unjukrasa turun jalan ratusan Pekerja Proyek Manyar Gresik yang awalnya di pintu masuk kawasan JIIPE Manyar Gresik, kemudian di lanjutkan ke DPRD Gresik, saat dalam pertemuan dengan ketua DPRD Gresik dan anggota DPRD Gresik yang lain sempat terjadi perdebatan yang memanas karena tidak ada titik temu antara perwakilan warga 9 desa dengan perwakilan dari proyek Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Manyar Gresik, PT Chiyoda Internasional Indonesia,
Masa aksi selain membentangkan sejumlah spanduk tuntutan, masa PPMG dalam orasinya menyatakan, massa menuntut kesempatan kerja bagi warga Kecamatan Manyar dan warga di Kabupaten Gresik, minimal sebanyak 60 persen di sejumlah perusahaan yang beroperasi di Wilayah Manyar Gresik.
Tidak hanya itu, massa PPMG juga menuntut adanya kerjasama pihak perusahaan dengan masyarakat lokal melalui pemerintahan desa (PEMDes) tempat mereka beroperasi, dan adanya partisipasi pembangunan terhadap masyarakat lokal.
Abdul Hamid, koordinator aksi unjuk rasa massa PPMG menyatakan dalam keterangan resminya, jika aksi unjuk rasa menuntut adanya kesempatan kerja bagi warga lokal Gresik itu, digelar sejak pukul 6.00 WIB dengan sasaran unjuk rasa Proyek Smelter PT Freeport Indonesia, di kawasan JIIPE Manyar Gresik, PT CHiyoda Internasional Indonesia dan Kantor DPRD Gresik.
“Masih banyak warga lokal Gresik yang belum mendapatkan pekerjaan. Minim sekali kesempatan kerja bagi warga lokal. Makanya kami menuntut minimal 60 persen mendapatkan kesempatan kerja di pabrik-pabrik yang berdiri di wilayah mereka,” tegas Abdul Hamid.
Massa PPMG mengancam akan menggelar aksi turun jalan dan unjuk rasa kembali, terhitung sejak hari Rabu hingga Jum’at nanti, jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi, karena 60 persen kesempatan kerja bagi warga lokal adalah harga mati. Red