Home Berita Jakarta Dituding Sebagai Terminal Bayangan Yang Harus Ditertibkan, 30 Agen PO Bis Pondok...

Dituding Sebagai Terminal Bayangan Yang Harus Ditertibkan, 30 Agen PO Bis Pondok Pinang Angkat Bicara

103 views
0

Penulis: Nafis Redaktur Eksekuif Media rajawalisiber.com

Jakarta, www.rajawalisiber.com – Menanggapi komentar yang disampaikan anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike terkait tudingan keberadaan terminal bayangan yang harus segera ditertibkan di kawasan Pondok Pinang,  tepatnya RT.8/RW.8, Pondok Pinang,  Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Sekitar 30 Agen PO Bis AKAP gelar konferensi pers pada hari Rabu, 7 April 2021.

Melansir pemberitaan yang merilis berita bahwa Pemprov DKI Jakarta diminta mendukung kebijakan larangan mudik yang diputuskan pemerintah pusat pada lebaran tahun 2021 ini.
Dukungan tersebut dengan cara menertibkan terminal bayangan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

(Baca : 1. https://metro.sindonews.com/read/387596/171/mudik-dilarang-dki-wajib-tertibkan-terminal-bayangan-yang-kian-marak-1617631446 , 2.  https://wartakota.tribunnews.com/2021/04/05/jokowi-kembali-berlakukan-larangan-mudik-lebaran-terminal-bayangan-justru-marak-di-jakarta-selatan , dll.)

Hal itu disampaikan anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyusul keluarnya sejumlah poin larangan mudik untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

“Sejumlah poin ihwal larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat akan menjadi percuma jika terminal bayangan dibiarkan bebas mengangkut penumpang ke luar kota,” kata Yuke Yurike saat dihubungi, Senin (5/4).

Yurike melihat saat ini keberadaan terminal bayangan kian marak di wilayah DKI Jakarta.
Tidak hanya perusahaan otobus jurusan Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat, namun bus tujuan Sumatera juga kini banyak memanfaatkan terminal bayangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

“Sepertinya terminal bayangan menjadi alternatif perusahaan otobus yang tidak memiliki izin untuk mengoperasikan armadanya.

Mungkin karena di terminal bayangan tersebut tidak ada petugas terkait yang mengawasi,” kata Yurike.

Politisi PDIP ini pun mencontohkan keberadaan terminal bayangan di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Di terminal tersebut, kata dia, puluhan perusahaan otobus tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatera, bebas beroperasi tanpa pengawasan petugas.

“Jika terminal bayangan ini tidak ditertibkan, saya khawatir saat Lebaran nanti banyak masyarakat yang berangkat dari sana.
Hal ini tentu berpotensi menjadi lokasi dan penyebaran Covid-19,” kata dia.

Namun rupanya tudingan tersebut dibantah oleh pihak pengelola Agen PO Bus yang beroperasi di Kawasan Pondok Pinang. Pengelola Agen Bis Akap Pondok Pinang bernama Hupaima Sidabutar.

Bapak asli orang Batak ini pun terkejut karena sepengetahuan dirinya tak ada terminal bayangan di Pondok Pinang ini.

Hupaima Sidabutar mengatakan, “Bis-bis yang di area yang dikatakan anggota DPRD DKI Jakarta ibu Yuke Yurika itu sebagai terminal bayangan, bukan merupakan sebuah terminal, melainkan namanya agen bis AKAP Pondok Pinang,” Terangnya Rabu, 7 April 2021 di Kantor Agen PO Bis Pondok Pinang.

“Kami disini adalah korban dari penggusuran terminal Lebak Bulus yang mana setelah disitu dibangun Stasiun MRT, kami tidak mendapat tempat untuk melayani tiket penumpang, akhirnya sekitar 30 an agen bis AKAP sepakat menetap disini dan saya yang mengelolanya. Sejak ada disini, saya sudah tulis besar-besar di pintu masuk bahwa ini bukan terminal bayangan tapi Agen Bus AKAP.” beber Hupaima sambil tangannya menunjuk plang yang dia maksudkan.

Ketika Hupaima, pengelola, PO bis, pegawainya, stafnya, para pedagang, para supir, kernet, tukang parkir, tukang ojek, penjaga WC umum, pengamen, mengetahui ada rencana penertiban bahkan dikabarkan bakal ditutup lokasi tempat mereka menggantungkan nasib selama ini,

karena disebut terminal bayangan menjadi alternatif perusahaan otobus yang tidak memiliki izin untuk mengoperasikan armadanya, mereka merasa semua.

Pasalnya, sejak ada di lokasi Pondok Pinang ini keberadaan mereka sudah mengantongi izin. Baik masing-masing agen PO maupun pengelola sudah memiliki izin operasional.

“Kalau mau ditertibkan dalam arti mau ditutup lokasi ini, anggota DPRD itu sungguh kejam ya kalau begitu. Karena disini banyak sekali orang mencari nafkah. Mulai dari sopir, kernet, tukang angkut barang, pedagang, pengamen, tukang parkir, tukang ojek dan lainnya. Mau kemana mereka mencari nafkah kalau ini ditutup. Dia kan wakil rakyat jadi harus tahu dong bagaimana Covid-19 ini membuat lapangan pekejaan jadi tidak ada dan PHK dimana-mana,” Ujar Hupaima kesal.

Pria berbadan cukup berisi ini rupanya keberatan dengan adanya statemen dari seorang anggota DPRD DKI Jakarta bernama Yuke Yurike ini. Kekesalan ya itu tadi, lokasi yang dia kelola sejak tahun 2014 itu dikatakan adalah terminal bayangan yang harus ditertibkan menjelang mudik pada tanggal 6 sampai 17 Mei mendatang.

Karena dengan adanya terminal bayangan seperti di Pondok Pinang itu, sang Dewan juga menduga akan ada cluster baru dari Covid-19 ini. Hupaima pun dibuat meradang dengan tudingan itu.

Hupaima melanjutkan, keberadaan agen bis AKAP Pondok Pinang ini merupakan lokasi dimana jika ada bis yang masuk, penumpang sudah bisa langsung naik dan bis langsung jalan.

“Jadi tidak ada itu yang namanya penumpukan penumpang yang katanya tempat ini bisa  jadi cluster Covid-19. Disini kita menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, memakai masker, menjaga jarak. Setiap PO juga memperhatikan prokes di dalam bis mereka. Kita juga pasang spanduk di depan bahwa kawasan ini wajib memakai masker.” Imbuh Hupaima.

Selaku pengelola, Hupaima menegaskan, pada prinsipnya seluruh agen bis AKAP di Pondok Pinang akan mengikuti serta mematuhi arahan pemerintah mengenai pelarangan mudik pada tanggal 6 sampai 17 Mei mendatang. Namun tempat usaha kami, Agen PO Bus AKAP di Pondok Pinang bukan digusur.
“Kalau nanti memang pada tanggal tersebut ada pelarangan mudik, ya kita pasti mengikuti arahan itu. Karena kita bergantung dengan bis. Kalau bis tidak masuk, ya berarti tak ada operasional. Jadi kita menunggu arahan pemerintah. Tapi bukan main gusur aja.” Lanjut Hupaima.

Sebaiknya kata Hupaima, anggota DPRD DKI Jakarta itu sebelum mengeluarkan statement, meninjau terlebih dahulu lokasi agen bis AKAP Pondok Pinang yang selama ini sangat dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat.

Sikap keberatan terkait statemen Yuke yang meminta ditertibkannya agen bis AKAP Pondok Pinang juga dilontarkan seluruh perusahaan Pengangkutan Otobus (PO) yang ada.

“Benar yang dikatakan pak Sidabutar bahwa disini bukan terminal tapi disimi agen lintasan. Pihak pengelola juga punya izin sebagai agen lintasan. Kalau terminal kan punya pemerintah. Jadi kita menunggu realisasi pemerintah membangun terminal pengganti Lebak Bulus. Sambil menunggu makanya pengelola membuatkan tempat untuk kita melanjutkan usaha dan mencari nafkah. Kita akan pindah kalau sudah ada terminal. Waktu Lebak Bulus digusur kita nggak tahu akan kemana.

Pemerintah kan berjanji mengurangi pengangguran dan kemiskinan tapi kok ini nggak dikasih penggantinya. Maka pengelola membuat ini sebagai jalur lintasan. Kalau mau ditutup harus ada realisasi terminal pengganti dong. Kita kan butuh makan.” Ujar pengurus PO Madu Kismo dan Sentrum bernama Alex

Seorang korban dari pembokaran terminal Lebak Bulus bernama Manik juga menyayangkan jika agen bis AKAP Pondok Pinang benar-benar akan ditutup sebagaimana statemen dari anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike itu.

“Sangat naif dengan statemen anggota DPRD DKI Jakarta ibu Yuke itu yang katanya mau menutup agen bis AKAP Pondok Pinang ini. Coba dikaji ulang dan disurvei benar-benar dan jangan begitu membuat pernyataan yang membuat kami jadi resah.” Ungkap Manik.

Protes juga disampaikan perwakilan para Supir Bus AKAP jika agen bis AKAP Pondok Pinang benar-benar akan ditutup.

“Saya mewakili supir AKAP keberatan jika agen bis AKAP Pondok Pinang ini ditertibkan atau ditutup. Jika ditutup, akan kemana kita nantinya. Kita juga butuh pekerjaan untuk menghidupi anak dan istri. Jadi sekali lagi saya mewakili supir serta kernet disini memprotes jika benar ini mau ditertibkan apalagi ditutup sebagaimana pernyataan dari anggota DPRD itu.” Ujar Johnson yang sehari-hari membawa bis AKAP jurusan Jawa Tengah.

Hal senada disampaikan para penumpang di agen bis AKAP Pondok Pinang. Mereka umumnya menyayangkan jika lokasi ini ditutup atau ditertibkan.

Sampai dengan berita ini dilansir, kami sedang mengirimkan konfirmasi kepada Politisi PDIP Anggota DPRD DKI Yuke Yurike terkait polemic yang dirasakan oleh para pengusaha otobus di Agen Bis Pondok Pinang Jakarta Selatan. Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here