‎3 KEKUATAN DUNIA MELAWAN NAZISME 1945/1953 DARI PERANG DUNIA KE PERANG DINGIN 

“Tonton videonya Periode tersebut ditandai dengan ketegangan dan upaya detente antara AS dan Uni Soviet. Setelah kematian Joseph Stalin pada Maret 1953, Nikita Khrushchev naik ke tampuk kekuasaan, memulai kebijakan De-Stalinisasi yang menyebabkan keresahan politik di negara-negara Blok Timur dan Pakta Warsawa” 

‎Media www.rajawalisiber.com – Di Yalta pada bulan Februari 1945, Roosevelt, Churchill dan Stalin, para pemimpin tiga kekuatan besar yang bersekutu melawan Nazisme, bertemu untuk membayangkan periode pascaperang.

‎‎Apa sebenarnya yang terjadi di resor Krimea ini? Sementara di darat Amerika, Inggris dan Soviet berperang melawan Hitler, di Yalta para pemimpin mereka terlibat dalam perjuangan tanpa ampun.

‎Sebuah produksi dari Martange Productions, Sebuah film yang ditulis dan disutradarai oleh Emilie Lançon

‎Catatan Redaksi

‎Masa antara 1945 hingga 1953 merupakan periode transisi krusial dari berakhirnya Perang Dunia II menuju puncak ketegangan awal Perang Dingin.

‎Berikut adalah peristiwa utama yang terjadi di dunia pada periode tersebut:

‎Akhir Perang Dunia II dan Penataan Ulang Dunia (1945)

‎- Kekalahan Poros: Jerman menyerah pada Mei 1945, disusul Jepang pada Agustus 1945 setelah pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki.

‎- Konferensi Yalta & Potsdam: Para pemimpin “Tiga Besar” (AS, Inggris, Uni Soviet) bertemu untuk membagi wilayah pendudukan Jerman dan menetapkan tatanan pascaperang.

‎- Pembentukan PBB: Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa resmi didirikan pada Oktober 1945 untuk mencegah konflik global di masa depan.

‎‎- Kemerdekaan Indonesia: Di tengah kekosongan kekuasaan pasca-menyerahnya Jepang, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

‎Munculnya “Tirai Besi” dan Blokade (1946–1949)

‎- Pidato Tirai Besi (1946): Winston Churchill menyatakan bahwa “Tirai Besi” telah turun membagi Eropa antara demokrasi Barat dan pengaruh komunis Timur.

‎‎- Doktrin Truman & Marshall Plan (1947): AS mulai menerapkan kebijakan containment (pembendungan) untuk menahan penyebaran komunisme dengan memberikan bantuan ekonomi dan militer ke Eropa.

‎‎- Blokade Berlin (1948–1949): Uni Soviet memutus akses darat ke Berlin Barat. Sekutu menanggapinya dengan operasi bantuan udara besar-besaran selama hampir satu tahun.

‎‎- Pembentukan NATO (1949): Aliansi pertahanan militer Barat dibentuk untuk menghadapi ancaman Uni Soviet.

‎‎Pergeseran ke Asia dan Perlombaan Senjata (1949–1953)

‎- Revolusi Tiongkok (1949): Kemenangan Partai Komunis di bawah Mao Zedong mengubah peta geopolitik Asia.

‎- Uji Coba Bom Atom Soviet (1949): Uni Soviet berhasil menguji bom atom pertamanya, mengakhiri monopoli nuklir Amerika Serikat dan memulai perlombaan senjata.

‎- Perang Korea (1950–1953): Perang proksi besar pertama antara blok Barat (didukung PBB/AS) dan blok Timur (didukung Tiongkok/Soviet). Perang ini berakhir dengan gencatan senjata yang membagi Korea secara permanen di garis paralel ke-38.

‎‎- Kematian Joseph Stalin (1953): Wafatnya pemimpin Uni Soviet ini menandai akhir dari era stalinisme dan dimulainya periode baru dalam politik domestik Soviet di bawah Nikita Khrushchev.

‎‎Setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua pada tahun 1945, di mana AS dan Uni Soviet merupakan sekutu, Uni Soviet mendirikan pemerintahan satelit di wilayah pendudukan mereka di Eropa Timur dan Korea Utara pada tahun 1949, yang mengakibatkan pembagian politik Eropa (dan Jerman) oleh “Tirai Besi”.

‎Perang Dingin (1947–1991) berdampak besar bagi Indonesia, memicu perubahan orientasi politik dari condong ke Blok Timur (era Sukarno) menjadi Blok Barat (era Suharto). Dampaknya mencakup polarisasi ideologi (komunisme vs. liberalisme), krisis ekonomi, memicu peristiwa G30S/PKI, serta memotivasi Indonesia mendirikan Gerakan Non-Blok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *