Sumber Berita Sightline Media Group
Oleh Linus Höller
Media www.rajawalisiber.com – HAGUE, Belanda — Produsen kendaraan militer Prancis Arquus dan Daimler Truck Jerman telah mengumumkan kemitraan strategis baru yang bertujuan menyediakan truk militer baru bagi militer Prancis.
Kolaborasi yang diresmikan pada hari Kamis ini akan menyatukan kedua perusahaan dalam keahlian mereka dalam pengembangan kendaraan, produksi, penjualan, dan layanan purna jual bersama, dengan fokus khusus pada modernisasi armada truk logistik Angkatan Darat Prancis, menurut pernyataan bersama.
Kemitraan ini terjadi di tengah peningkatan belanja pertahanan yang signifikan di seluruh Eropa dan meningkatnya kekhawatiran atas kedaulatan teknologi militer dan ketergantungan pada AS. Dalam siaran pers mereka, perusahaan tersebut menekankan sifat domestik mereka, dengan Arqus memproduksi secara eksklusif di Prancis dan Daimler menjalankan pabrik di dekat perbatasan Prancis di Jerman.
Arquus, yang memproduksi 90% kendaraan roda Angkatan Darat Prancis dan kini menjadi bagian dari grup John Cockerill, menghadirkan pengalaman puluhan tahun dalam mobilitas terlindungi dan integrasi sistem. Daimler Truck, salah satu produsen kendaraan komersial terbesar di dunia, menambah skala dan kapasitas industri yang signifikan, dengan fasilitas produksi di Prancis dan Jerman.
Para eksekutif dari kedua perusahaan memuji kompatibilitas produk dan budaya perusahaan mereka di tengah pasar kendaraan militer Eropa yang terpecah belah. “Kami ingin memberikan kontribusi yang menentukan bagi kesiapan pertahanan kedua negara,” ujar Daniel Zittel, kepala penjualan pertahanan di Daimler Truck.
Produksi untuk proyek bersama ini akan dibagi antara lokasi Arquus di Garchizy dan Limoges, dan fasilitas Daimler Truck di Wörth am Rhein dan Molsheim, yang terakhir terletak tepat di seberang perbatasan di Alsace. Kedua perusahaan menekankan bahwa kemitraan ini akan memperkuat basis industri nasional masing-masing dan melindungi lapangan kerja, sebuah pertimbangan politik utama.
Persenjataan kembali Eropa telah memberikan napas baru bagi pabrik-pabrik otomotif yang sedang berjuang, sektor ekonomi utama di Jerman.
Tentang Linus Höller:
Linus Höller adalah koresponden Defense News Eropa dan investigator OSINT. Ia meliput transaksi senjata, sanksi, dan geopolitik yang membentuk Eropa dan dunia. Ia meraih gelar magister di bidang nonproliferasi senjata pemusnah massal (WMD), studi terorisme, dan hubungan internasional, serta bekerja dalam empat bahasa: Inggris, Jerman, Rusia, dan Spanyol.