BETIRING MERAYAKAN SEDEKAH BUMI BUDAYA RITUAL WARISAN LELUHUR YANG SUDAH BERABAD ABAD

“Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme kembali merayakan tradisi tahunan Sedekah Bumi dengan meriah. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh warga desa, tetapi juga di hadiri secara langsung oleh beberapa pejabat setempat serta tokoh masyarakat. Kehadiranya menambah semarak acara yang penuh makna budaya dan kebersamaan ini.” 

 

‎Media www.rajawalisiber.com – Sejarah Sedekah Bumi di Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, merupakan tradisi turun-temurun yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Tradisi ini bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah kepemimpinan pertama di Gresik.

‎Sedekah Bumi Dusun Betiring di Desa Banjarsari, Cerme, Gresik, adalah tradisi turun-temurun sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan keberkahan bumi. Tradisi ini berpusat pada kirab dua benda pusaka, yaitu Bende dan Payung Agung, hadiah dari Bupati Gresik pertama, Kanjeng Ngabehi, yang telah diwariskan selama berabad-abad.

‎- Asal-Usul Pusaka: Tradisi ini sudah ada sejak dahulu kala, ditandai dengan arak-arakan pusaka berupa Bende (gong kecil) dan Payung yang diyakini merupakan hadiah dari Kanjeng Ngabehi.

‎‎- Simbolisme: Salah satu ciri khas utamanya adalah adanya ancak rengginang, di mana rengginang dibentuk menyerupai tanduk kerbau dan menghiasi berbagai jajanan serta hasil bumi yang diarak warga.

‎- Makna Sosial: Lebih dari sekadar ritual, sedekah bumi menjadi momen untuk mempererat solidaritas warga melalui doa bersama, kirab, dan pertunjukan seni budaya.

‎‎- Ketahanan Tradisi: Meskipun dikelilingi kawasan industri, warga Dusun Betiring tetap konsisten melestarikan tradisi ini sebagai bentuk penghargaan terhadap alam dan warisan leluhur.

‎Tradisi ini umumnya diselenggarakan dengan khidmat, melibatkan doa bersama, dzikir, dan tahlil sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas rezeki hasil bumi.

‎Catatan Redaksi Waktu Pelaksanaan dan Simbolisme

‎°Waktu: Biasanya digelar setahun sekali pada bulan Selo (penanggalan Jawa) atau akhir bulan Dzulqaidah. Momen ini sering kali bertepatan dengan dimulainya musim tanam.

‎°Ancak (Gunungan): Warga membawa ancak atau tumpeng raksasa berisi hasil bumi dan jajanan tradisional. Ciri khas Betiring adalah adanya rengginang berbentuk tanduk kerbau, yang melambangkan kesuburan dan kekuatan pertanian masyarakat setempat.

‎‎°Tujuan: Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian dan perikanan, serta doa bersama agar desa dijauhkan dari marabahaya.

‎Selain aspek spiritual, sedekah bumi ini berfungsi mempererat solidaritas warga melalui semangat gotong royong. Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong pelestarian tradisi ini sebagai aset budaya daerah dan momentum untuk menghargai kearifan lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *