Ethiopia “Pihak berwenang harus segera menyelidiki dan memfasilitasi kepulangan Beyene dengan selamat.”
Media www.rajawalisiber.com – Jaringan global International Press Institute (IPI) sangat prihatin atas penculikan jurnalis Ethiopia, Million Beyene, pemimpin redaksi Addis Standard pada tanggal 15 April. Pihak berwenang harus segera berupaya menemukan Beyene dan memfasilitasi kepulangannya.
Menurut Addis Standard, Beyene diculik oleh tiga pria berpakaian preman yang mengantarnya keluar dari ruang redaksi. Insiden itu terekam dalam video pengawasan. Para pria tersebut tidak menyebutkan identitas mereka tetapi mengklaim bahwa mereka membawa Beyene untuk diinterogasi. Menurut Addis Standard, polisi membantah menahan Beyene dan mengklaim bahwa mereka tidak dapat mengidentifikasi individu-individu dalam video tersebut sebagai anggota pasukan mereka.
Pada tanggal 21 April, Addis Standard memperbarui informasi di halaman Facebook-nya bahwa keberadaan Beyene masih belum diketahui, tetapi teleponnya sempat aktif sekitar pukul 22.00 pada tanggal 16 April sebelum kembali tidak dapat dihubungi.
“Kami terkejut dengan penculikan Million Beyene – dari ruang redaksinya di siang bolong – dan sangat prihatin atas kesejahteraannya. Pihak berwenang Ethiopia harus segera bekerja untuk menemukan Beyene, dan memastikan kesejahteraannya serta kepulangannya dengan selamat. Ini adalah serangan serius terhadap kebebasan pers dan pihak berwenang harus meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab,” kata Nompilo Simanje, Kepala Program Afrika IPI.
Pelanggaran kebebasan pers dan serangan terhadap jurnalis di Ethiopia telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Januari 2026, Otoritas Media Ethiopia mencabut izin siaran media daring Wazema Radio. Regulator tersebut mengklaim bahwa pemberitaan Wazema bertentangan dengan kepentingan nasional negara. Pada bulan Februari, Otoritas Media Ethiopia menolak untuk memperbarui akreditasi tiga jurnalis Reuters yang berbasis di Addis Ababa, sehingga para jurnalis tersebut tidak dapat meliput Konferensi Tingkat Tinggi Uni Afrika ke-39 yang diadakan di kota tersebut pada bulan itu.
Menjelang pemilihan umum di Ethiopia pada bulan Juni tahun ini, sangat penting untuk melindungi hak masyarakat untuk mengakses informasi yang akurat dan dapat diandalkan. IPI menyerukan kepada pihak berwenang Ethiopia untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan independensi para profesional media serta memungkinkan jurnalis untuk melakukan pekerjaan mereka secara bebas dan aman.
Catatan Redaksi Million Beyene, Pemimpin Redaksi Addis Standard, dilaporkan telah diculik dari ruang redaksinya di Addis Ababa oleh pria berpakaian preman pada 15 April 2026. Hingga pembaruan terakhir pada 22 April 2026, keberadaannya masih belum diketahui, menandai tujuh hari sejak ia menghilang
Detail Kejadian
Waktu & Lokasi: Insiden terjadi sekitar tengah hari pada Rabu, 15 April 2026, di kantor Addis Standard di Addis Ababa.
- Pelaku: Tiga pria tak dikenal berpakaian preman membawa Million keluar dari newsroom dengan alasan ia “diperlukan untuk diinterogasi”.
- Bukti Visual: Rekaman kamera keamanan (CCTV) menangkap momen ketika pria-pria tersebut membawa Million pergi dari tempat kerjanya.
Respons Otoritas dan Lembaga
Penyangkalan Polisi: Baik Komisi Polisi Addis Ababa maupun Polisi Federal Ethiopia telah mengonfirmasi bahwa Million tidak berada dalam tahanan mereka.
Kekhawatiran Keamanan: Penerbit Addis Standard, JAKENN Publishing PLC, menyatakan keprihatinan mendalam karena ponsel Million sempat aktif sebentar pada malam hari setelah penculikan sebelum akhirnya mati kembali.
Kecaman Internasional: Organisasi seperti Committee to Protect Journalists (CPJ) dan International Press Institute (IPI) telah mendesak pihak berwenang Ethiopia untuk segera menemukan dan membebaskan Million, menyebut insiden ini sebagai serangan terhadap kebebasan pers.
Konteks Tambahan
Penculikan ini terjadi kurang dari dua bulan setelah Otoritas Media Ethiopia (EMA) mencabut lisensi media daring Addis Standard pada Februari 2026, dengan tuduhan pelanggaran terkait kepentingan nasional.