‎MENGUNGKAP TOKOH MALIK IBRAHIM DARI SUDUT PANDANG FILOLOGI DAN LITERASI SEJARAH 

“Berdasarkan kajian filologi (analisis naskah kuno), epigrafi (analisis inskripsi nisan), dan literasi sejarah kritis, Malik Ibrahim (wafat 1419 M) dibuktikan bukan sekadar pendakwah atau pedagang biasa, melainkan seorang figur otoritatif, raja, pemimpin (gubernur), dan pilar politik penting yang meletakkan dasar monoteisme di tanah Jawa.”

 

Media www.rajawalisiber.com – Peluncuran buku “Futuhus Sama'” (Tersingkapnya Cakrawala Pemikiran Kader KH. Manachem) merupakan agenda tahunan yang diinisiasi oleh Pengurus Komisariat PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik. Acara ini biasanya dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam dan kajian sejarah lokal. (Gresik Kampung Kemasan)

‎‎Dalam acara launching buku tersebut juga Pengurus Komisariat PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik mengadakan ngaji bareng dengan mengungkap Tokoh Malik Ibrahim dengan dua narasumber Prof. Menachem Ali dan Nurul Yaqin Ketua Umum MAPSINU dan juga sesi tanya-jawab yang di hadiri tokoh masyarakat dan tokoh sejarah serta budayawan Gresik salah satunya Kris Aji.

‎‎Dan dari dua nara sumber di atas serta dalam sesi dialog interaktif terungkap siapa sosok tokoh Malik Ibrahim.

‎Dalam filologi ilmu yang mempelajari naskah-naskah kuno dan sejarah teks—sosok Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dipandang melalui persilangan antara fakta epigrafi (inskripsi makam) dan sastra babad (manuskrip legenda). Ia adalah tokoh penting yang membuka jalan masuknya Islam di tanah Jawa.

‎‎Sebuah “dialog” atau bedah literatur filologis mengenai sosoknya dapat diuraikan sebagai berikut: Sosok Menurut Bukti Teks Epigrafi (Nisan)Kajian filologi dan arkeologi modern meneliti inskripsi pada batu nisan makam Malik Ibrahim di Gapura Wetan, Gresik.

‎Pembacaan teks nisan oleh ahli epigrafi seperti J.P. Coquette menyimpulkan bahwa Malik Ibrahim wafat pada 12 Rabi’ul Akhir 822 Hijriah atau sekitar 7 April 1419 Masehi. Teks ini juga memuat kaligrafi ayat Al-Qur’an (seperti Surat Ali Imran dan Ar-Rahman) yang membuktikan kapasitasnya sebagai penyebar agama Islam beraliran tasawuf.

‎Sosok Malik Ibrahim Menurut Naskah Sastra dan Babad Dalam naskah-naskah klasik seperti Babad Gresik I, Babad Cirebon (koleksi filolog Belanda, J.L.A. Brandes), dan Serat Kandha, Malik Ibrahim diidentifikasi sebagai:

‎Musafir dari Champa: Naskah Babad Cirebon menyebut asal-usulnya dari wilayah Champa (kini Vietnam Selatan), di mana ia kemudian bermigrasi ke Jawa dan mendarat di Gresik.Julukan Kakek Bantal: Manuskrip sering menyebutnya sebagai “Kakek Bantal” karena kebiasaannya yang selalu meletakkan mushaf Al-Qur’an di atas bantal

‎‎Historiografi Tokoh: Fakta vs. Mitos Ilmu filologi mengkritisi teks babad yang sering mencampuradukkan fakta historis dengan mitos (legenda rakyat). Tokoh pendakwah awal di Gresik ini dalam naskah sering didramatisasi dengan berbagai mukjizat.

‎Namun, filolog menempatkan teks-teks babad ini sebagai rekaman kultural yang bernilai tinggi tentang bagaimana masyarakat Jawa di masa lalu memandang dan mengagungkan para leluhur penyebar agama Islam.

‎‎Untuk mengeksplorasi lebih jauh bagaimana naskah kuno Nusantara merekam jejak Walisongo dan Islamisasi,

‎Analisis metode dakwah kultural Malik Ibrahim menurut teks Babad Gresik Cara filolog meneliti manuskrip kuno seperti karya-karya filolog G.W.J. Drewes tentang naskah Islam awal di Jawa Kritik sumber antara naskah babad dengan catatan sejarah Dinasti Ming atau naskah asing.

‎‎lebih jelas nya tonton videonya di atas.

‎‎Narasumber:

‎Prof. Menachem Ali adalah pakar filologi terkemuka sekaligus dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR). Ia dikenal sebagai akademisi yang mumpuni dalam meneliti naskah-naskah kuno lintas agama serta aktif mengkaji polemik sejarah dan keagamaan berbasis data manuskrip asli.

Nurul Yaqin Ketua Umum MAPSINU (Masyarakat Pegiat Sejarah Islam Nusantara): Komunitas pegiat dan akademisi yang berfokus pada kajian sejarah, arkeologi, dan manuskrip Islam di Nusantara. Salah satu riset utamanya adalah menelusuri sejarah peradaban Islam dan arkeologi, seperti penelitian tentang pernisanan di Kota Surabaya dan sejarah Sunan Gresik. Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *