Media www.rajawalisiber.com – Dalam pidatonya di Pangkalan Teknologi ASELSAN, Ankara, pada 22 April 2026, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memuji pencapaian Turki yang disebutnya telah mengalami “revolusi industri pertahanan”. Ia memberikan apresiasi khusus kepada para insinyur muda yang menjadi motor penggerak inovasi di sektor tersebut.
Pujian terhadap Inovasi Turki
Revolusi Industri Pertahanan, Rutte menyatakan bahwa kemajuan pesat Turki dalam beberapa tahun terakhir merupakan sebuah revolusi yang patut dipelajari oleh seluruh sekutu NATO.
Peran ASELSAN, Ia menyebut ASELSAN berada di garda terdepan transformasi ini, dengan kemampuan memproduksi teknologi canggih seperti sistem pertahanan udara “Steel Dome”, drone, hingga teknologi ruang angkasa.
Kemitraan Strategis, Rutte menegaskan bahwa apa yang dikembangkan di ASELSAN tidak hanya menjaga keamanan Turki, tetapi juga memperkuat pertahanan kolektif seluruh Aliansi.
Pesan untuk Insinyur Muda
Masa Depan Keamanan, Rutte menyampaikan kekagumannya atas rendahnya rata-rata usia karyawan di ASELSAN (sekitar 28–33 tahun) dan menekankan bahwa masa depan keamanan NATO bergantung pada pikiran-pikiran kreatif para insinyur muda.
Dorongan untuk Berinovasi, Ia mendesak mereka untuk terus memproduksi dan berinovasi “lebih banyak dan lebih cepat” guna menghadapi ancaman dunia yang semakin berbahaya, mulai dari serangan siber hingga rudal canggih.
Konteks Keamanan Global Ancaman Multidimensi, Rutte memperingatkan tantangan besar dari Rusia, Tiongkok, dan Iran, serta perlunya meningkatkan produksi industri pertahanan lintas Atlantik.
Persiapan KTT Ankara, Kunjungan ini juga menjadi bagian dari persiapan KTT NATO Ankara yang dijadwalkan pada Juli 2026, di mana produksi dan inovasi industri akan menjadi agenda utama.
Sumber berita North Atlantic Treaty Organization (NATO)