“Tonton Video lengkapnya Konflik yang dimaksud adalah dua peristiwa besar yang berbeda namun saling berkaitan secara historis”
Media www.rajawalisiber.com – Pernyataan menyentuh sisi emosional dari sejarah panjang yang tragis. Namun, penting untuk meluruskan bahwa saat ini tidak ada perang antara Jerman dan Israel. Sebaliknya, kedua negara memiliki hubungan diplomatik dan kerja sama militer yang sangat erat.
Pada tanggal 14 Mei 1948 di Tel Aviv, di bawah perhatian ribuan orang, David Ben Gurion memproklamirkan kelahiran Negara Israel. Pidato ini disambut baik oleh orang-orang Yahudi di seluruh dunia sebagai realisasi dari mimpi yang tak terbayangkan, Akhir dari 2000 tahun pengasingan.
Bagi orang-orang yang selamat dari kamp kematian, pembentukan Negara Israel merupakan sumber kenyamanan yang luar biasa. Namun, bagi 700.000 warga Palestina yang terpaksa mengungsi atau diusir dari tanah air mereka, itu menandai awal dari ketidakadilan yang menangis.
Dari penganiayaan Nazi awal hingga saat ini, termasuk tragedi Keluaran dan pemungutan suara PBB untuk pembagian Palestina pada tahun 1947, film dokumenter yang menarik ini menjelaskan dengan teliti dan tidak memihak akar dari konflik yang masih berlangsung hingga saat ini. Direktur: Serge de Sampigny
Catatan Redaksi
- Masa Lalu: Holocaust (Jerman vs Yahudi) Permusuhan hebat terjadi saat Perang Dunia II (1939–1945), ketika rezim Nazi Jerman di bawah Adolf Hitler melakukan pembantaian massal terhadap sekitar enam juta orang Yahudi (Holocaust).
Setelah Jerman kalah perang pada tahun 1945, negara tersebut mengakui kesalahan masa lalunya dan membayar reparasi kepada korban serta negara Israel yang baru berdiri pada tahun 1948
- Masa Kini: Konflik Israel-Palestina, Perang yang “tak kunjung selesai” hingga sekarang sebenarnya adalah konflik Israel-Palestina.
Dalam konflik ini, Jerman berada pada posisi yang sulit:
- Mendukung Israel: Karena sejarah Holocaust, Jerman merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga keamanan negara Israel.
- Mengkritik Serangan di Gaza: Meskipun menjadi sekutu dekat, pemerintah Jerman (terutama di bawah Kanselir Friedrich Merz pada tahun 2025-2026) mulai memberikan kritik keras terhadap operasi militer Israel yang menyebabkan banyak korban sipil dan krisis kemanusiaan di Gaza
- Embargo Senjata: Jerman sempat menangguhkan ekspor senjata ke Israel pada Agustus 2025 sebagai bentuk protes atas situasi di Gaza, sebelum melanjutkannya kembali setelah gencatan senjata pada November 2025
Secara singkat, Jerman saat ini bukan musuh Israel, melainkan salah satu pendukung utamanya di Eropa yang sedang berupaya menyeimbangkan tanggung jawab sejarahnya dengan keprihatinan kemanusiaan di Timur Tengah