“Berdasarkan informasi yang dirilis pada 21 April 2026, Jules W. Hurst III (penjabat Wakil Menteri Keuangan Perang/CFO) dan Letjen Angkatan Luar Angkasa Steven P. Whitney (Direktur Staf Gabungan J8) memberikan penjelasan mengenai permintaan anggaran Departemen Perang AS untuk tahun fiskal 2027 di Pentagon”
Media www.rajawalisiber.com – Pada tanggal 21 April 2026, pejabat tinggi Departemen Perang AS memberikan penjelasan (briefing) mengenai permintaan anggaran tahun fiskal 2027 (FY27) yang diajukan oleh Presiden Donald J. Trump.
Berikut adalah detail utamanya berdasarkan liputan pada saat tersebut:
Pejabat yang Memberi Penjelasan:
°Jules W. Hurst III: Bertindak sebagai Under Secretary of War (Comptroller)/Chief Financial Officer (CFO), yang bertindak selaku penasihat utama Menteri Perang dalam masalah anggaran dan keuangan.
°Letjen Steven P. Whitney: Direktur Struktur Kekuatan, Sumber Daya, dan Penilaian Staf Gabungan (Joint Staff J-8) dari Angkatan Luar Angkasa AS.
Isi Utama Anggaran, Permintaan anggaran FY2027 mencakup dana senilai $1,5 triliun, yang digambarkan sebagai investasi generasi untuk “Arsenal Kebebasan Amerika” dan mewakili peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
Fokus Investasi, Modernisasi Peningkatan besar dalam kemampuan drone, pertahanan udara (termasuk inisiatif “Golden Dome”), dan modernisasi triad nuklir.
Pengadaan: Lebih dari miliar dialokasikan khusus untuk pengadaan sistem tempur, amunisi, pesawat, tank, dan kapal.
Personel: Peningkatan gaji sebesar 5-7% untuk anggota militer (dengan prioritas pada E-5 ke bawah) dan peningkatan ukuran kekuatan militer.
Fasilitas: Dana untuk memperbaiki barak dan perumahan keluarga.
Catatan Redaksi Berdasarkan informasi yang dirilis pada 21 April 2026, Jules W. Hurst III (penjabat Wakil Menteri Keuangan Perang/CFO) dan Letjen Angkatan Luar Angkasa Steven P. Whitney (Direktur Staf Gabungan J8) memberikan penjelasan mengenai permintaan anggaran Departemen Perang AS untuk tahun fiskal 2027 di Pentagon.
°Total Anggaran Rekor: Anggaran pertahanan yang diusulkan mencapai rekor tertinggi sebesar $1,5 triliun (atau $1,45 triliun dalam beberapa laporan), yang menandai peningkatan signifikan (sekitar 42% hingga 44%) dibandingkan tingkat pendanaan tahun 2026, sebagian didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi konflik yang sedang berlangsung.
°Investasi Drone dan Pertahanan Udara: Anggaran ini menyoroti investasi terbesar dalam sejarah AS untuk teknologi drone dan sistem pertahanan anti-drone, dengan dana hampir $54 miliar untuk drone dan $20 miliar untuk sistem anti-UAS (Unmanned Aircraft Systems).
°”Golden Dome” dan Luar Angkasa: Anggaran tersebut mencakup $18 miliar untuk mulai mengoperasikan “Golden Dome,” sistem perisai pertahanan rudal berbasis ruang angkasa, serta $71,1 miliar hingga $71,2 miliar untuk Angkatan Luar Angkasa, termasuk 31 peluncuran luar angkasa dan $13 miliar untuk pelacakan peringatan rudal.
°Modernisasi Nuklir: Anggaran tersebut terus mendukung modernisasi triad nuklir dengan dana $71,4 miliar, termasuk pengembangan kapal selam kelas Columbia, bomber B-21 Raider, dan rudal Sentinel.
°Perbaikan Fasilitas: Anggaran senilai $57 miliar dialokasikan untuk perbaikan pangkalan militer dan barak yang dinilai buruk/gagal, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup personel.
°Peningkatan Personel: Departemen Perang merencanakan penambahan 44.500 personel militer, peningkatan lebih dari 2%.
Pengarahan ini menekankan perlunya modernisasi cepat dan peningkatan kapasitas industri pertahanan untuk mempertahankan keunggulan teknologi, khususnya dalam konteks persaingan strategis global
Sumber berita Department of War