“Pernyataan Trump, Pada Jumat malam (17 April), Trump menyampaikan lewat media sosial dan wawancara di Air Force One bahwa blokade AS akan tetap “berkekuatan penuh” (in full force) hingga “transaksi” dengan Iran selesai 100%. Ia juga mengancam akan melanjutkan serangan bom jika kesepakatan tidak tercapai sebelum gencatan senjata berakhir pada 22 April 2026.”
Media www.rajawalisiber.com – Pengumuman tersebut dibuat sehari setelah Presiden Amerika Donald Trump mengatakan blokade Amerika “akan tetap berlaku penuh” sampai Teheran mencapai kesepakatan dengan Amerika, termasuk mengenai program nuklirnya.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut memicu ketegangan diplomatik baru setelah Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz pada 17 April 2026.
Berikut adalah poin-poin utama terkait situasi tersebut:
- Blokade Tetap Berlaku: Trump menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan dan kapal Iran akan tetap “berlaku penuh” sampai Teheran menyetujui kesepakatan menyeluruh, termasuk penghentian program nuklirnya.
- Status Selat Hormuz: Meski Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan selat tersebut “terbuka sepenuhnya” bagi kapal komersial, Trump menyebutkan bahwa blokade akan berlanjut hingga “transaksi dengan Iran selesai 100%”.
- Target Program Nuklir: Trump mengklaim Iran telah setuju untuk menyerahkan “debu nuklir” (uranium yang diperkaya) untuk dibawa ke AS, namun klaim ini dibantah keras oleh pihak Teheran yang menyebutnya sebagai “garis merah” yang tidak bisa dinegosiasikan.
- Ultimatum Militer: Gencatan senjata sementara dijadwalkan berakhir pada Rabu, 22 April 2026. Trump memperingatkan bahwa jika kesepakatan permanen tidak tercapai sebelum tenggat waktu tersebut, AS mungkin tidak akan memperpanjang gencatan senjata dan akan kembali melakukan serangan udara.
Dampak Ekonomi: Pengumuman pembukaan selat (meski dibayangi blokade AS) sempat membuat harga minyak mentah dunia turun hingga 12% dan indeks pasar saham di Wall Street mencapai rekor tertinggi karena harapan meredanya krisis energi global.
Pengumuman yang dimaksud adalah pernyataan dari Komando Militer Gabungan Iran pada hari Sabtu, 18 April 2026, bahwa mereka memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz
Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku penuh hingga kesepakatan nuklir tercapai
Detail Kejadian Utama
*Reaksi Iran: Militer Iran menyatakan bahwa kendali Selat Hormuz telah “kembali ke status sebelumnya” di bawah manajemen ketat angkatan bersenjata. Mereka memperingatkan akan terus memblokir transit di selat tersebut selama blokade AS terhadap pelabuhan Iran masih berlangsung.
Dampak di Lapangan:
*Setidaknya dua kapal tanker melaporkan terkena tembakan dari kapal cepat Iran saat mencoba melintasi selat pada Sabtu pagi.
*Data pelacakan kapal menunjukkan banyak kapal tanker berbalik arah setelah pengumuman penutupan kembali tersebut.
*Harga minyak sempat turun 10-12% saat selat dinyatakan “buka” pada hari Jumat, namun kembali menghadapi ketidakpastian setelah penutupan ini
Konteks Diplomatik
Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan di Islamabad sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan karena perbedaan tajam mengenai program nuklir Iran. Meskipun Trump mengklaim Iran telah setuju untuk menyerahkan “debu nuklir” (uranium yang diperkaya), pihak Teheran membantah keras klaim tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan”.
Setelah pembukaan kembali sebentar pada 17 April 2026, Iran kembali memberlakukan pembatasan di Selat Hormuz dan menyatakan selat itu akan tetap ditutup hingga AS mencabut blokade lautnya. Hal ini menyusul pernyataan Presiden Trump bahwa blokade “kekuatan penuh” akan terus berlanjut sampai kesepakatan nuklir tercapai.
Perkembangan Utama (Per 18 April 2026):
Status Selat Hormuz: Garda Revolusi Iran menyatakan kontrol jalur air tersebut “kembali ke keadaan sebelumnya” (ditutup) karena blokade AS yang sedang berlangsung, membalikkan pengumuman pada hari Jumat sebelumnya bahwa jalur tersebut dibuka.
Sikap Trump: Presiden Trump menyatakan pada tanggal 17 April bahwa blokade akan berlanjut sampai transaksi dengan Iran selesai 100%, dan kemudian menambahkan bahwa ia mungkin tidak akan memperpanjang gencatan senjata yang ada saat ini.
Taruhan Nuklir dan Regional: Blokade, yang penting untuk menghentikan ekspor minyak, terjadi di tengah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Hizbullah, dengan laporan yang menunjukkan adanya negosiasi di balik layar.
Dampak Ekonomi: Pembatasan jalur air penting ini mengancam pasokan minyak global, sementara sanksi bertahun-tahun dan blokade angkatan laut saat ini sangat menghambat perekonomian Iran.
Situasi yang bergejolak ini masih terus berubah, dengan potensi eskalasi lebih lanjut seiring dengan semakin dekatnya batas waktu gencatan senjata pada tanggal 22 April.